Manfaat ‘Libur’ dari Media Sosial dan Liburan Tanpa ‘Pamer’ di Medsos

85 views

manfaat libur pekerja

Reaktor.co.idLibur diperlukan bukan saja dari pekerjaan, tapi juga dari media sosial. Tak usah takut “ketinggalan” informasi atau isu-isu yang viral atau trending, karena media mainstream atau situs berita juga biasa menyajikan apa yang lagu viral atau trending di medsos.

Libur dari media sosial diperlukan karena “kecanduan medsos” dikabarkan berdampak pada mental seseorang yang seringkali merasa cemas dan kurang percaya diri.

Dilansir laman Health24, Jumat (16/8/2019), menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Travel Research, libur dari media sosial sehari saja bisa meningkatan penerimaan, kenikmatan, dan merasa lebih bebas.

Penelitian dilakukan terhadap 24 orang orang yang melakukan perjalanan ke 17 negara tanpa internet. Mereka melepas seluruh gawai (gadget) seperti smartphone, laptop, dan tablet agar libur dari media sosial selama 24 jam.

Reaksi mereka sebelum, selama, dan setelah “detoksifikasi digital” itu dikumpulkan melalui buku harian dan wawancara.

Hasilnya, awalnya banyak yang memiliki kecemasan, frustrasi, dan gejala penarikan diri. Akan tetapi kemudian mulai ada peningkatan penerimaan, kenikmatan, dan merasa lebih bebas.

“Banyak orang makin bosan dengan koneksi konstan melalui teknologi dan ada tren yang berkembang untuk pariwisata digital-bebas, sehingga sangat membantu untuk melihat perjalanan emosional yang dialami wisatawan ini,” kata penulis utama Wenjie Cai dari Universitas Greenwich, London.

Para peneliti juga mengatakan, ada peningkatan permintaan untuk detoksifikasi digital.

“Peserta kami melaporkan bahwa mereka tidak hanya terlibat lebih banyak dengan pelancong dan penduduk lokal lainnya selama perjalanan mereka, tetapi mereka juga menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman perjalanan mereka,” kata Cai.

Manfaat Liburan Tanpa Media Sosial

Selain ada manfaat libur dari media sosial, banyak juga manfaat liburan sekalibus libur dari media sosial.

Biasanya, kita liburan sambil “pamer” di media sosial dengan upload foto selfie atau narsis di lokasi liburan, bahkan di kendaraan (otw to …) dan di penginapan atau hotel.

Padahal, ketika Anda sibuk dengan memikirkan postingan media sosial dengan foto liburan, Anda akan mendapatkan banyak sisi negatif, seperti kehilangan momen liburan karena terlalu sibuk dengan melihat gadget dan akun medsos Anda.

Liburan seharusnya dinikmati sendiri, bukan untuk “dipamerkan” dan mengharapkan komentar orang lain di media sosial.

Menurut survei, memamerkan foto-foto liburan saat Anda masih berada di tempat liburan, ternyata bukan hal yang ingin dilihat teman-teman Anda.

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Aviva, perusahaan asuransi berbasis di London, terhadap 2000 orang terungkap, 73 persen responden mengatakan merasa terganggu dengan unggahan foto liburan orang lain.

Alasannya, bisa karena rasa iri atau tak suka dengan sifat pamer, namun seolah-olah rendah hati dari foto-foto liburan tersebut.

Menampilkan foto-foto liburan selama kita sedang berlibur juga dinilai berbahaya.

“Kebiasaan ini bisa berbahaya karena seperti mengiklankan rumah kita kosong. Menampilkan tempat kita liburan juga memudahkan seseorang menjumpai Anda di tempat itu, terutama jika follower di media sosial cukup banyak,” tulis laporan dari Aviva dikutip Kompas.

Waktu terbaik untuk menampilkan foto liburan adalah setelah kita kembali ke rumah.

“Jika Anda benar-benar tak tahan untuk membagikan foto, paling tidak buatlah unggahan pada kelompok terbatas yang berisi teman yang dipercaya dan keluarga,” sarannya.*

 

libur media sosial

Related Post

Leave a reply