Malang Jadi Penyedia Pekerja Migran Tertinggi

157 views
Indonesian maids gather Taipei Raiwaly Station relaxation (Shutterstock)

Indonesian maids gather Taipei Raiwaly Station relaxation (Shutterstock)

Reaktor.co.id, Malang — Profesi sebagai pekerja migran menjadi daya tarik bagi para pencari kerja di kalangan perempuan di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kabupaten Malang bakan menjadi penyedia pekerja migran tertinggi tahun 2019, kebanyakan menuju Taiwan dan Hong Kong.

Data Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) menunjukkan, untuk tahun 2019 dari 10 kota/kabupaten di Jawa Timur, Kabupaten Malang menjadi daerah sebagai pemasok pekerja migran terbanyak.

“Ada 8157 (pekerja migran) total untuk tahun 2019 ini. 1649 PMI itu berasal dari Kabupaten Malang dan jumlah tersebut merupakan jumlah yang tertinggi, kemudian disusul Kabupaten Blitar sebanyak 1535 PMI,” kata Pengelola Perlindungan PMI, BNP2TKI P4TKI Malang, Diaz Ridho Putra, kepada Radar Malang.

Dijelaskannya, Kabupaten Malang masih menjadi penyumbang pkerja migran Indonesia (PMI) tertinggi karena sejalan dengan rendahnya ijazah pendidikan warga Kabupaten Malang dan keinginan untuk menghasilkan gaji yang tinggi.

“Mereka kebanyakan lulusan SD dan SMP. Di Kabupaten Malang sendiri saat ini ya sulit mencari kerja. Akhirnya mereka milih ke luar negeri dengan pendidikan yang rendah, mereka bisa memiliki gaji di atas UMK kabupaten Malang. Apalagi, peluang bekerja di sana juga cukup lebar,” tuturnya.

Diungkapkan, PMI asal Malang yang berangkat tahun 2019 ini kebanyakan menuju ke Taiwan dan Hong Kong. Di kedua negara tersebut, pekerja formal mendapat gaji perbulan sekitar Rp 6.8 juta sampai Rp 9 juta.

“Dan gaji segitu itu kerjanya adalah pembantu rumah tangga. Kan cukup menggiurkan bagi mereka. Itu belum bonus lembur. Jadi bisa lebih banyak gajinya,” ujarnya.

Ditambahkannya, PMI yang telah kembali ke Malang dibekali skill.

“Kami berikan pelatihan skill seperti menjahit atau membikin kudapan. Jadi ketika balik mereka sudah siap untuk bekerja lagi. Hal inilah yang membuat tetangganya ikut tertarik untuk bekerja di luar negeri,” pungkasnya.*

 

Pekerja Migran

Related Post

Leave a reply