Mahasiswa Korban Kericuhan Demonstrasi Dirawat di RSPP dan RS Pelni

78 views

RS Pelni rawat mahasiswa Al-Azhar yang sempat kritis dan menjalani operasi. RSPP Rawat mahasiswa yang alami pendarahan otak.

massa demo mahasiswa

Reaktor.co.id, Jakarta — Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta masih merawat 3 mahasiswa dari 90 pasien yang menjadi korban luka saat kericuhan demonstrasi di depan gedung DPR. Salah satu mahasiswa mengalami pendarahan otak

“Dari 90 pasien itu 3 kami rawat, 1 karena trauma tumpul, karena kompresi tulang kepala di daerah parietal kanan yang sebabkan pendarahan intracranial,” kata Direktur RSPP, Kurniawan Iskandarsyah saat konferensi pers di RSPP, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Kurniawan mengatakan, saat ini mahasiswa yang mengalami pendarahan otak itu dirawat di ICU dan dalam kondisi stabil. Pasien pendarahan otak tersebut masih perlu dipantau lebih lanjut.

“Saat ini pasien dirawat di ICU, kondisi stabil, kita temui trauma tumpul, yang akibatkan kompresi dari tulang tengkorak daerah parietal kanan, yang sebabkan pendarahan otak, selaput subparanoid, kondisi relatif baik, kami hanya observasi dengan tindakan konservatif, pendarahan itu bisa berlanjut dan bisa mempengaruhi kondisi vital pasien seperti tekanan darah, denyut jantung dan lain-lain, jadi memang wajib bagi pasien-pasien dengan trauma kepala dengan pendarahan intracranial untuk diobservasi,” ucapnya.

Kurniawan juga menjelaskan, satu pasien lainnya mengalami trauma tumpul pada tulang belakang. Satu pasien lagi mengalami trauma tumpul di bagian kepala dan mengalami dehidrasi.

“(Pasien) ketiga trauma tumpul juga di kepala mendapat jahitan, kondisi cukup baik, tapi karena gas air mata dia alami muntah dan dehidrasi,” ujarnya.

massa demo mahasiswa

Selain RSPP, RS Pelni Jakarta Pusat juga merawat korban kekerasan aparat polisi dalam aksi demo di depan Gedung DPR.

Salah satu korban adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Al-Azhar, Faisal Amir (21 tahun). Faisal mengalami kritis setelah mengalami luka serius saat berlari menghindari gas air mata. Ia harus menjalani operasi di bagian kepalanya karena mengalami pendarahan pada otaknya.

“Terakhir saya lihat kondisinya kata dokter dia pendarahan di otak,” ujar kakak kandung Faisal, Rahmat Ahadi, di RS Pelni, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2019).

Beredar kabar viral, Faisal Amir meninggal dunia karena dipukuli saat demonstrasi di sekitar DPR, Selasa (24/9). Kabar itu dipastikan hoax.

RS Pelni Pertamburan Jakarta menyatakan, Faisal Amir yang menjadi korban demonstrasi di DPR pada Selasa (24/9) masih menjalani perawatan pascaoperasi. Mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia itu disebut berangsur membaik, meski belum stabil.

“Kondisi terakhir pasien cukup baik, progres cukup memuaskan, tapi masih dalam keadaan yang tidak stabil sehingga pasien masih membutuhkan pengawasan di ICU,” ungkap Direktur RS Pelni dr Dewi Fankhuningdyah kepada awak media.

Menurut Dewi, Faisal dibawa pada sekitar pukul 19.00 WIB pada Selasa oleh rekan-rekannya sesama mahasiswa dan pekerja konstruksi di dekat lokasi dia ditemukan. RS Pelni langsung melakukan tindakan operasi karena ditemukan pendarahan di daerah kepala juga patah di bahu kanan.

Dewi yang sempat menolak menginformasikan kondisi Faisal menyatakan bahwa operasi itu berjalan dengan lancar. Pihak RS sendiri mengaku belum dapat menentukan secara pasti penyebab luka-luka yang dialami oleh pasiennya tersebut.

Korban kekerasan aparat lainnya mahasiswa Universitas Pertamina, Noufal Nobil Siregar (19). Ia mengaku menjadi korban dalam kericuhan demo di DPR. Nobil mengaku dirinya terkena tembakan peluru karet dalam aksi tersebut. (rl/detik/republika).*

 

Aksi Demonstrasi Demo Mahasiswa Korban Aksi Demo

Related Post

Leave a reply