Mahasiswa Bergerak, Gelombang Aksi Demonstrasi Meluas

253 views

Selain di Gejayan Yogyakarta, aksi demonstrasi mahasiswa juga berlangsung di Riau, Lampung, Jakarta, Bandung, Cirebon, Jakarta, Jember, Malang, hingga Makassar. Mahasiswa Surabaya akan bergerak Kamis 26 September 2019.

Sebagian Massa Mahasiswa dalam Aksi Gejayan Memanggil (@Twitter)

Sebagian Massa Mahasiswa dalam Aksi Gejayan Memanggil (@Twitter)

Reaktor.co.id, Jakarta — Aksi demonstrasi mahasiswa menentang UU KPK dan RKUHP meluas. Setelah aksi unjuk rasa mahasiswa UI, Trisaksi, dan lainnya di depan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (19/9/2019), mahasiswa di sejumlah daerah juga turun ke jalan, Senin (23/9/2019).

Dalam tagar #GejayanMemanggil, #MahasiswaBergerak, dan #SaatnyaPeoplePower yang menjadi trending topic sejak Minggu (22/9/2019) malam, diketahui aksi demonstrasi mahasiswa berlangsung serentak di sejumlah daerah, mulai dari Riau, Lampung, Jakarta, Bandung, Cirebon, Jakarta, Yogyakarta, Jember, Malang, hingga Makassar.

Aksi mahasiswa di Gejayan, Yogyakarta, paling mendapatkan sorotan karena #GejayanMemanggil memuncaki trending topic Indonesia di media sosial Twitter.

Ribuan mahasiswa dari UGM, UMY, UII, dan kampus lainnya bergabung dengan pekerja, pelajar, dan aktivis masyarakat sipil menggelar aksi demo di Pertigaan Gejayan. Aksi demo dikoordinir gerakan yang menamakan diri Aliansi Rakyat Bergerak.

Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan selesai sore hari. Usai massa membubarkan diri, beberapa peserta aksi  bertahan di pertigaan Colombo untuk memunguti sampah.

Demo Mahasiswa di Jakarta

Di Jakarta, aksi demo dilakukan ribuan mahasiswa di depan Gedung DPR RI mulai pukul 14.00 WIB. Mereka berasal dari berbagai kampus, seperti Universitas Trisaksi, Atmajaya, Universitas Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah, dan organisasi mahasiswa ekstra-kampus seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Unjuk rasa di depan Gedung DPR RI memanas setelah massa menggedor pintu dan melempar botol kemasan minuman ke arah gedung dewan.

Beberapa demonstran sempat melakukan aksi bakar-bakaran, tetapi dicegah oleh koordinator aksi. Aksi demo berlangsung hingga malam hari.

Dilansir detikcom, massa mengatakan siap bermalam di depan Gedung DPR dan mengancam akan datang lagi besok, Selasa (24/9/2019), dengan jumlah lebih besar jika DPR tidak membatalkan UU KPK dan RKUHP.

Pantauan di lokasi pukul 21.30 WIB, mahasiswa masih bertahan di sekitar depan gedung DPR. Polisi juga masih berjaga.

Demo Mahasiswa di Jakarta

Demo Mahasiswa di Jakarta

Demo Mahasiswa di Bandung

Aksi demonstrasu mahasiswa juga terjadi di Bandung hingga Senin (23/9/2019) malam. Massa pengunjuk rasa di depan Gedung DPDR Jabar sempat terlibat bentrokan dengan polisi yang mengamankan jalannya aksi.

Dilansir detikcom, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Bandung berkumpul di Monumen Perjuangan (Monju) sebelum bergerak ke depan Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro.

Massa tergabung dari berbagai perguruan tinggi di Bandung ini berkumpul menyuarakan aksinya. Mereka membawa sejumlah spanduk berisi penolakan pelemahan KPK.

Spanduk tersebut berisikan ‘Save KPK’, ‘Keputusan Milik Bersama Bukan Sepihak’, ‘Reformasi Korupsi’, hingga ‘Demokrasi Mati Suri’. Mereka juga sepanjang jalan meneriakkan “revolusi”.

Kericuhan pecah ketika masa merangsek masuk ke Gedung DPRD. Polisi memukul mundur demonstran dengan water canon dan menembakkan gas air mata.  Massa terus mencoba menerobos masuk Gedung DPRD Jabar.

Aksi lempar batu juga mewarnai unjuk rasa kali ini.  Massa mulai membubarkan diri sekitar pukul 18.35 WIB, setelah puluhan polisi dan mobil water canon masuk ke tengah-tengah massa.

Demo Mahasiswa di Bandung

Demo Mahasiswa di Bandung

Demo Mahasiswa di Cirebon

Seribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) juga menggelar aksi demo di depan Gedung DPRD Kota Cirebon.

Mahasiswa Ciayumajakuning mendesak pencabutan UU KPK baru. Sejumlah anggota DPRD Kota Cirebon menemui massa. Kedua pihak berdialog di halaman gedung DPRD Kota Cirebon.

Demo Mahasiswa di Riau

Di Kepulauan Riau (Kepri), aksi demo mahasiswa berujung ricuh. Massa terlibat kontak fisik dengan aparat di dalam kompleks DPRD Kepri.

Dilansir Antara, seribuan mahasiswa se-Pulau Bintan (Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan) memadati Kantor DPRD. Mereka menuntut pimpinan DPRD untuk ikut dalam deklarasi menolak revisi UU KPK yang mereka nilai sebagai bentuk pelemahan.

Kericuhan terjadi beberapa menit setelah Ketua Sementara DPRD Kepri, Lis Darmansyah, meninggalkan para mahasiswa yang mendesak anggota legislatif deklarasi menolak revisi UU KPK.

Lis gagal melobi mahasiswa agar deklarasi cukup disampaikan anggota DPRD Kepri di hadapan mahasiswa. Massa ngotot meminta masuk ke kantor DPRD agar dapat mendengarkan deklarasi di ruang rapat paripurna.

Demo Mahasiswa di Makassar

Di Makassar, massa mahasiswa berorasi dan meneriakan yel-yel “Jokowi turun. Aksi digelar mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Jalan Urip Sumoharjo, Senin (23/9/2019).

Dilansir CNN Indonesia, aksi diikuti ratusan mahasiswa dan digelar di dua badan jalan di depan kampus. Selain berorasi, mahasiswa juga membagikan selebaran kepada para pengguna jalan yang melintas dari arah timur ke barat dan dari barat dari timur. Selebaran berisi sejumlah alasan terkait tuntutan Presiden Joko Widodo turun tahta.

Mahasiswa membakar ban bekas. Kepulan asap hitam memayungi lokasi demonstrasi. Kendaraan melaju tersendat.

Salah seorang orator dari Aliansi Mahasiswa UMI Tolak Rezim anti-Demokrasi, Mira, mengatakan terlalu banyak kebijakan Jokowi yang tidak prorakyat, di antaranya sejumlah rancangan undang-undang (RUU) yang tergesa-gesa ditetapkan. “Maka hari ini kami nyatakan Jokowi harus turun,” seru Mira.

Aksi Demonstrasi di Surabaya

Ribuan mahasiswa dari berbagai Universitas di Surabaya dikabarkan bakal melakukan aksi di depan Gedung Kantor DPRD Jatim, Kamis (26/9/2019).

Seruan Aksi Demo Surabaya 26 September

Seruan Aksi Demo Surabaya 26 September 2019 yang Beredar di Twitter

Menurut Ketua BEM Universitas Airlangga Surabaya, Agung Triputrasudah banyak mahasiswa kampus lain yang akan bergabung.

“Teman-teman yang gabung sudah ada BEM ITS, teman-teman Trunojoyo. Insyaallah semua BEM nanti turun. Kita konsolidasi malam ini, dengan teman-teman BEM, kita juga ada elemen ormeks juga banyak yang gabung,” kata Agung dilansir suara.com.

Agung menyebut sejumlah isu terkait pemerintahan Jokowi yang dianggap gagal bakal disuarakan dalam aksi tersebut.

“Ada Ruu KPK, RKUHP, Pertanahan, dan lain sebagainya, banyak mas. Saya yakin semuanya satu isu, karena ini benar-benar darurat dan pemerintah itu menghilangkan demokrasi dalam 11 hari kemarin. Benar-benar masyarakat sudah melihat bahwa pemerintah itu berpihak kemana,” tuturnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh BEM Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Ongki Fahrurozi. Ia menyebut para mahsiswa akan turun aksi pada tanggal 26 tersebut.

“Kita konsolidasi dengan BEM Unair, Uinsa, Unesa, finalisasinya nanti malam. Kita pastikan turun ke jalan, BEM Surabaya nanti pembagian jobnya bagaimana kita bicarakan nanti malam,” katanya.

Mereka juga akan menolak beberapa revisi undang-undang yang dirasa telah merugikan bagi masyarakat. “Beberapa RUU yang akhir-akhir ini sedang naik di permukaan, itu kita sikapi, RUU yang akan merugikan kita dan masyarakat,” jelasnya. (rl/dtc/cnn/rep/ant).*

 

Aksi Demonstrasi Demo Mahasiswa

Related Post

Leave a reply