Luhut: Buruh China Lebih Hebat dari Pekerja Indonesia

98 views

Tolak TKA

Reaktor.co.id — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, buka suara soal kehadiran Tenaga Kerja Asing (TKA) buruh kasar dari China di Indonesia.

Ia menegaskan kehadiran tenaga kerja asal negeri tirai bambu itu hanya sementara, setidaknya sampai konstruksi proyek yang dikerjakan di Indonesia rampung.

“Pada waktu pembangunan, memang mereka (buruh China), lebih hebat dari kita (Indonesia),” ujar Luhut dikutip KRJOGJA.com, Sabtu (24/8/2019).

Luhut mencontohkan, di kawasan industri Morowali, buruh China bisa membangun proyek pembangkit listrik hanya dalam tempo 18 bulan atau lebih cepat dari rata-rata pengerjaan orang Indonesia yang mencapai 24 bulan.

Selain itu, kehadiran buruh China juga tak lepas dari ketersediaan tenaga kerja dengan keahlian yang sesuai yang terbatas, terutama di luar Indonesia.

“Misalnya, di Morowali, mencari insinyur 1.000 orang mana bisa,” jelasnya.

Menurut Luhut, dalam periode konstruksi, beberapa instruksi teknis ditulis dengan bahasa Mandarin, sehingga akan memakan waktu jika harus mengajari orang Indonesia dahulu.

Di saat yang sama, perusahaan China juga melatih tenaga lokal untuk bisa melanjutkan. Salah satu caranya adalah dengan membangun politeknik seperti yang dilakukan di Morowali.

“Setelah itu (proyek selesai) mereka (buruh China) pulang. Baru setelah itu orang Indonesia yang meneruskan,” tuturnya.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPR RI, Abdul Hakam Naja, mengatakan pemerintah harus memprioritaskan tenaga kerja asal Indonesia dalam rangka pembangunan di tahun 2020.

Hakam mengatakan, memprioritaskan tenaga kerja lokal adalah hal penting dalam menjaga roda perekonomian di masyarakat bawah.

“Pemerintah harus membatasi tenaga kerja asing yang hanya diberi kesempatan pada posisi yang bisa tidak bisa dikerjakan oleh tenaga kerja Indonesia,” ungkap Hakam saat membacakan pandangan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) terkait RAPBN 2020 beserta Nota Keuangannya di hadapan Rapat Paripurna, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Kehadiran TKA asal China di Indonesia merupakan “bawaan” investor China. Banyak pihak, terutama kalangan buruh, menolak kehadiran TKA asal China karena menutup peluang kerja bagi pekerja Indonesia.*

 

Buruh China Pekerja Indonesia TKA China

Related Post

Leave a reply