Lakukan Penyelundupan, Dirut Garuda Indonesia Dipecat

279 views

Kementerian BUMN tertampar oleh kelakuan Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Integritas direksi dan komisaris sejumlah BUMN kini berada dititik nadir dan telah menjadi sorotan publik. Dimata publik entitas BUMN selama ini dianggap sebagai sarang koruptor, dan kini juga menjadi sarang penyelundup.

Konferensi Pers bersama Menteri BUMN, Menkeu, Dirjen Bea Cukai dan Komisi XI DPR ( Foto Istimewa )

Reaktor.co.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Tohir, memecat I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara (AA) sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Tbk karena terbukti menyelundupkan motor Harley Davidson melalui pesawat baru Garuda Indonesia Airbus 330-900 Neo.

Pemecatan itu disampaikan dalam konferensi pers bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani yang didampingi Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi, dan tiga perwakilan dari Komisi XI DPR bertempat di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, sore ini (5/12/2019).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani buka suara terkait penyelundupan Harley Davidson Ilegal melalui pesawat Airbus A300-900 Neo yang dilakukan oleh Dirut Garuda Indonesia. Komponen motor gede itu disita oleh pihak Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra.

Menkeu menyatakan semakin memperketat pengawasan melalui Bea Cukai. Ia juga meminta Bea Cukai meningkatkan kemampuan untuk mencegah modus penyelundupan barang ilegal.”Kami akan terus meningkatkan MoU kerja sama Bea Cukai dengan negara lain, seperti Singapura, misalnya, kita formulasikan kemudahan begitu kita buat ada saja yang menjadikannya penumpang gelap,” jelasnya dalam konferensi pers.

Modus penyelundupan bersamaan dengan kedatangan pesawat baru jenis Airbus A330-900neo pertama yang dipesan oleh Garuda. Pesawat itu terbang dari Prancis dan tiba di hanggar Garuda Maintenance Facility (GMF) di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (1/12).

Namun secara mengejutkan, muncul informasi awal dugaan penyeludupan spare part Harley Davidson dan sepeda Brompton yang dilakukan pada penerbangan dari Toulouse, Prancis, ke Jakarta itu.

Garuda Indonesia Airbus 330-900 Neo tengah mendarat (foto istimewa)

Saat landing pesawat airbus perdana ini disambut acara seremonial dari Garuda Indonesia di hanggar nomor 4 milik GMF. Kedatangan pesawat ini sudah ditunggu oleh tim Penindakan dan Pencegahan Bea Cukai Soekarno-Hatta yang telah mengantongi info adanya kargo berisi moge Harley Davidson & beberapa barang mewah seperti beberapa sepeda merk Brompton yang akan diselundupkan tanpa di-declare pada manifes pesawat.

Seperti diketahui, jenis dari motor Harley Davidson yang diselundupkan tersebut keluaran 1972 berwarna merah dan krem. Sedangkan Onderdil motor tersebut dikirim dengan dibagi melalui 18 kardus berwarna coklat yang berisi beberapa suku cadang di masing-masing kardus tersebut. Selain itu, juga terdapat dua sepeda Brompton berwarna hijau army.

Tidak seperti biasanya, Garuda Indonesia tidak mengadakan inaugurasi delivery flight pesawat seperti maskapai lain yang biasanya mengajak kalangan media massa.

Pesawat tersebut seharusnya tiba tanpa kargo sesuai dengan keterangan yang tertera dalam manifes pesawat. Pada saat datang, pesawat mengangkut 10 kru dan 22 penumpang sesuai passanger manifest. Namun, petugas bea cukai menemukan adanya 18 kotak yang dibawa di dalam kabin. Dalam pemeriksaan terungkap bahwa 15 kotak berisi berisi onderdil bekas motor Harley Davidson.

Pada tiga kotak lainnya terdapat dua sepeda Brompton baru. Garuda Indonesia menyebutkan bahwa barang-barang yang ditemukan di dalam kotak itu milik penumpang dan sesuai dengan manifes pesawat.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan perkiraan harga motor Harley Davidson tersebut sekitar 800 juta rupiah dan sepeda Brompton berkisar 50 hingga 60 juta rupiah per unit. “Dengan demikian, potensi total kerugian negara, kalau mereka tidak protap deklarasi antara 532 juta rupiah hingga 1,5 miliar rupiah,” ujar Menkeu.

Lebih lanjut, Menteri Keuangan lewat Direktorat Bea Cukai masih terus melakukan proses penyelidikan terhadap motif awal dan apakah betul yang bersangkutan memiliki atau melakukan atas nama pihak lain. “Saya memerintahkan kepada Bea dan Cukai untuk terus meningkatkan pengawasan. Saya minta Bea Cukai menyelesaikan seluruh kasus ini dari sisi pemeriksaan dan penin¬dakan sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” jelasnya.

Sedangkan Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi, mengatakan ada keinginan untuk mengelabui agar bisa memasukkan motor tersebut tanpa diketahui oleh petugas Bea Cukai. Selain itu, motor itu merupakan motor gede bekas yang dari peraturannya jelas-jelas tidak boleh diimpor,” kata Dirjen Bea Cukai. (TS).*

Pernyataan lengkap Menteri BUMN dalam konferensi pers di Kemenkeu :

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya ingin ucapkan apresiasi yang luar biasa kepada Bea Cukai dan timnya dan terima kasih juga Ibu Menkeu langsung menindaklanjuti secara langsung. Ini cepat sekali prosesnya. Saya terimakasih seluruh Komisi XI.

Tentu kami dalam menjalankan tugas sebagai Kementerian BUMN hal-hal yang sangat sensitif seperti ini harus dijalankan secara prosedural apalagi sudah menyangkut good corporate governance dilanggar. Alhamdulillah dewan komisaris mengirimkan surat kepada saya dan terpenting komite audit juga sudah mengirimkan surat kepada saya. Yang mohon maaf saya tidak ada maksud membisikkan secara individu, tapi ini hal yang sangat penting di Kementerian BUMN dan sudah menjadi kesepakatan Ibu Menkeu bagaimana faktor integritas dan good corporate harus kita tingkatkan dan harus kita laksanakan sebaik-baiknya.

Dari laporan yang kita dapat, bahwa dari komite audit bahwa di sini disebutkan mempunyai kesaksian tambahan siang ini bahwa motor Harley Davidson diduga saudara AA.

Detail informasi sebagai berikut. Saudara AA memberikan instruksi untuk mencari motor klasik Harley Davidson, tipe Shovelhead tahun 2018. Lalu motor tahun 1970-an motor klasik, lalu pembelian dilakukan bulan April 2019. Proses transfer dari Jakarta ke rekening pribadi finance manager dari Amsterdam. Saudara IJ membantu mengurus proses pengiriman dan lain-lain tapi akhirnya seperti hari ini. Ini yang sungguh menyedihkan ini proses secara menyeluruh dalam BUMN, bukan individu, menyeluruh.

Ini yang tentu pasti ibu sangat sedih dan saya sangat sedih ketika kita ingin mengangkat citra BUMN, membangun kinerja BUMN tapi kalau oknum-oknum di dalamnya tidak siap ini yang terjadi.

Dengan itu saya sebagai Kementerian BUMN akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda dan tentu proses dari pada ini karena perusahaan publik pasti ada prosedurnya lagi.

Tapi tidak sampai di situ saja kita akan terus melihat lagi oknum-oknum yang akan tersangkut kasus ini. Saya yakin Ibu Menkeu dan Dirjen Bea Cukai akan memproses secara tuntas apalagi ditulis kerugian negara. Jadi sudah menjadi faktor tidak hanya perdata tapi pidana ini yang memberatkan.

bea cukai penyelundupan oleh Dirut BUMN PT Garuda Indonesia

Related Post

Leave a reply