Krakatau Steel Merugi karena Impor Baja China

82 views

krakatau steel

Reaktor.co.id, Cilegon — Ribuan pekerja PT Krakatau Steel (PT KS) terancam PHK karena perusahaan merugi. Sejumlah pekerja sudah dirumahkan sebagai bagian restrukturisasi organisasi perusahaan dan sumber daya manusia, demi menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan.

Menurut Manager Security and General Affair PT KS, Edji Djauhari, perusahaan mengalami kerugian selama tujuh tahun berturut-turut akibat faktor eksternal dan internal.

Dari sisi eksternal, serbuan baja impor asal China (Tiongkok) menjadi penyebab memburuknya kondisi perusahaan. Banyaknya jumlah baja impor membuat produk PT KS sulit berkompetisi di pasar.

“Ini tidak hanya berdampak di Indonesia saja, tapi juga Asia,” ujar Edji usai pertemuan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon dengan perwakilan PT KS dan serikat buruh di kantor Wali Kota Cilegon.

Dari sisi eksternal antara lain lilitan utang, sejumlah investasi yang meleset dari target, dan berhenti beroperasinya sejumlah unit produksi.

Menurut Edji, saat ini PT KS terlilit utang Rp 40 triliun. Perusahaan harus membayar cicilan utang bersama dengan bunganya.

Di sisi lain, kinerja perusahaan tidak semakin membaik bahkan salah satu unit produksi yaitu long product telah berhenti beroperasi.

Seribu lebih karyawan PT KS menolak PHK. Mereka melakukan aksi demonstrasi di depan pabrik untuk memperjuangkan nasib.

Hal senada dikemukakan ekonom senior, Rizal Ramli. Selama ini pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur. Menurut Rizal, seharusnya peningkatan pembangunan infrastruktur memberikan kontribusi pada peningkatan penjualan baja PT KS.

“Infrastruktur digenjot 4,5 tahun terakhir. Harusnya penjualan dan keuntungan Krakatau Steel naik. Tapi, yang naik malah justru impor baja dari China, yang harganya dumping dan aturan impornya dipermudah oleh Mentri Perdagangan. Tidak aneh Krakatau Steel merugi,” ungkapnya.

Rizal mengkritisi sikap pemerintah Jokowi yang hanya berani dan fokus pada upaya pengurangan impor terhadap komoditi kecil seperti tasbih, bedak, dan lipstik. Ia menilai, pemerintah sebaiknya juga memfokuskan pada 10 komoditas impor yang besar, khususnya baja dari China dan mobil dari Jepang.

Pada awal Oktober 2018, 67 persen baja berasal dari impor dan dijual murah di Indonesia. Industri baja dalam negeri seperti Krakatau Steel pun merugi. (R1/Jpnn/Industry).*

 

PT Krakatau Steel

Related Post

  1. author

    […] — Produk impor dari China menimbulkan masalah bagi pekerja Indonesia. Setelah impor baja yang menimbulkan PHK di PT Krakatau Steel, impor tekstil yang membuat pabrik tekstil megap-megap, […]

Leave a reply