Konflik Serikat Pekerja dan Manajemen LKBN Antara Diserahkan ke Polisi

56 views

wisma antara

Reaktor.co.id, Jakarta — Konflik Serikat Pekerja (SP) Antara dan manajemen Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional (Perum LKBN) Antara memasuki babak baru.

Ketua Umum SP Antara, Abdul Gofur, melaporkan manajemen Perum LKBN Antara ke Polda Metro Jaya, Rabu (11/9/2019).

Pelaporan dilakukan karena pihak SP Antara menilai pihak manajemen LKBN Antara menghalang-halangi aktivitas serikat pekerja melalui pemutusan hubungan kerja (PHK) dan mutasi.

“Kita datang ke Desk Ketenagakerjaan Polda Metro Jaya untuk melaporkan manajemen Antara yang kita duga melakukan upaya union busting atau pemberangusan,” ujarnya dikutip detik.com.

Laporan itu tertuang pada nomor LP/5768/IX/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus dengan pelapor bernama Gading Yonggar. Terlapor dalam hal ini disebutnya bernama Inderahadi Kartakusuma sebagai General Manager Sumber Daya Manusia dan Umum LKBN Antara.

Pasal yang dilaporkan adalah Pasal 28 juncto 43 UU RI Nomor 21/2000 tentang serikat pekerja atau serikat buruh. Terlapor diduga melakukan tindakan penghalang-halangan aktivitas serikat pekerja melalui tindakan PHK.

Sebelumnya, SP Antara berunjuk rasa pada 4 Desember dan 13 Desember 2018 untuk menuntut penandatanganan perjanjian kerja bersama (PKB), kenaikan gaji, serta pengangkatan karyawan bagi orang yang dikontrak dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) di atas 7 sampai 10 tahun.

“Bukan dipenuhi oleh manajemen, malah pada Desember 2018 akhir, ada PHK terhadap satu orang video jurnalis. Selanjutnya pada Januari 2019 ada 20 orang yang di-PHK,” ujarnya.

Selain itu, manajemen Perum LKBN Antara juga memutasi enam karyawan dari berbagai biro, seperti Papua, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Selatan pada Juni 2019.

Menurut SP Antara, proses mutasi itu tidak sesuai dengan tahapan yang diatur oleh PKB dan Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Mutasi itu juga dibarengi dengan demosi,” katanya. Demosi adalah perubahan jabatan menuju jenjang atau jabatan yang lebih rendah.

Menanggapi pelaporan tersebut, pihak Perum LKBN Antara merasa heran. Pasalnya, Perum LKBN Antara tidak pernah menghalang-halangi kegiatan serikat pekerja.

“Perum LKBN Antara merasa heran dengan laporan ini karena selama ini tidak ada satu pun kegiatan Serikat Pekerja yang kami halangi, bahkan perusahaan juga memberikan fasilitas untuk kegiatan serikat pekerja di lingkungan perusahaan,” kata Sekretaris Perusahaan Perum LKBN Antara, Iswahyuni.

Ia mnegaskan, manajemen Antara mendukung kehadiran serikat pekerja, bahan ada dua organisasi serikat pekerja di lingkungan Perum LKBN Antara.

“Organisasi yang dipimpin oleh Saudara Gofur adalah salah satu dari serikat pekerja tersebut,” imbuh Iswahyuni.

Iswahyuni menegaskan, mutasi adalah hal yang biasa dan bisa terjadi di institusi mana pun dalam rangka penyegaran sesuai kebutuhan biro.

“Dalam 4 tahun terakhir ini, perusahaan telah melakukan mutasi terhadap sejumlah karyawan dan wartawan ke luar Jakarta maupun antarprovinsi di seluruh Indonesia. Mutasi ini juga disesuaikan dengan kebutuhan biro,” tuturnya.

Kasus PHK karyawan LKBN Antara juga mendapatkan perhatian Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan, pihaknya menolak keras keputusan PHK LKBN Antara terhadap 32 karyawan BUMN itu.

KSPI menyatakan akan melaporkan masalah ini kepada Presiden Joko Widodo, Konfederasi Serikat Pekerja Internasional (ITUC), dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).

Iqbal menilai, keputusan manajemen LKBN Antara pimpinan Meidyatama Suryodiningrat ini sudah melanggar hukum ketenagakerjaan.

Profil Perum LKBN Antara

Dilansir antaranews.com, Perum LKBN Antara yang sebelumnya bernama Kantor Berita Antara didirikan pada 13 Desember 1937 oleh Adam Malik, Soemanang, A.M. Sipahoetar, dan Pandoe Kartawigoena. Antara didirikan saat semangat perjuangan kemerdekaan nasional menggelora.

Pada Mei 1962, Antara resmi menjadi Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia.

Dalam Keputusan Presiden No 307 tahun 1962, tanggal 24 September 1962 nama Antara diubah menjadi Lembaga Kantor Berita Nasional Antara.

Pada 17 Juli 2007, melalui Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2007, LKBN Antara resmi bergabung menjadi keluarga besar Kementerian BUMN dan berubah menjadi Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional (Perum LKBN) Antara. (RL).*

 

LKBN Antara PHK Serkat Pekerja SP Antara

Related Post

Leave a reply