Keutamaan Hari Jumat, Rahasia #JumatBerkah

82 views

Jumat BerkahReaktor.co.id — Tagar #JumatBerkah biasanya trending topik di media sosial Twitter tiap hari Jumat.

Para tweeps muslim biasanya berkicau soal keutamaan, keistimewaan, dan keberkahan hari Jumat berupa doa, harapan, kebaikan.

Banyak juga “penumpang gelap” untuk promosi atau jualan online di hashtag #JumatBerkah.

Mengapa Jumat berkah? Apa keistimewaan atau keutamaan hari Jumat? Apa pula arti Jumat? Berikut ulasannya. Dihimpun dari berbagai sumber terpercaya.

Pengertian Jumat

Jumat (Jum’at, Jumu’ah, Friday) adalah hari keenam dalam satu pekan. Kata “Jumat” diambil dari Bahasa Arab, Jumu’ah yang berarti “beramai-ramai” atau “berkumpul” karena pada hari ini umat Islam beramai-ramai ke masjid dan berkumpul untuk melaksanakan ibadah shalat Jumat.

Shalat Jumat adalah shalat khusus berjamaah yang dilakukan hari Jumat pada waktu shalat Dhuhur, terdiri dari dua rokaat dan didahului dengan kthobath (tausiyah atau ceramah singkat) oleh khotib.

Jumu’ah memiliki akar sama dengan Jama’ yang berarti “banyak” dan juga Jima’ yang artinya “bergabung. Kata Jumu’ah dipakai menggantikan kata sittah atau sittat yang artinya enam, urutan harinya dalam sepekan –setelah Ahad (Minggu), Istnain (Senin), Tsalatsah (Selasa), ‘Arba’ah (Rabu), Khomsah (Kamis).

Nama lain lagi untuk hari Jumat adalah Sukra, diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti planet Venus, mirip dengan pengertian dalam bahasa-bahasa di Eropa.

Kata “Jumu’ah” atau nama hari Jumat belum dikenal sebelum kedatangan Islam. Orang Arab Jahiliyah menamakan hari Jumat dulunya dengan ‘Aruubah yang berarti “mulia”.

Nama “Jumat” dipakai pertama kali saat umat Islam di Madinah , setelah turun wahyu berupa perintah untuk melakukan shalat Jumat. Saat itu Rasulullah Muhammad Saw memerintahkan kepada umat Islam –melalui sahabat Mush’ab bin Umair– untuk shalat berjamaah dan berkhotbah di hari ‘Arubah (hari Jumat yang kita kenal sekarang).

Saat itu, Rasulullah masih belum hijrah ke Madinah, sehingga kala itu masyarakat Madinah berkumpul dan melaksanakan shalat berjamaah di waktu siang (waktu dhuhur)

Setelah itu masyarakat Madinah berinisiatif untuk mengganti nama ‘Arubah dengan Jumat, karena Rasul memerintahkan mereka berkumpul untuk shalat di hari itu.

Sejak saat itulah nama Hari ‘Arubah diganti dengan Jumat dan diberi gelar sebagai Sayyidul Ayyam (pemimpin semua hari atau hari terbesar).

Ada juga pendapat, hari keenam ini dinamakan hari Jumat karena pada hari itu Nabi Adam dan Siti Hawa dipertemukan oleh Allah SWT di Jabal Rahmah, Arafah, Arab Saudi, setelah 40 hari berpisah saat pertama kali turun ke dunia. Maka hari berkumpul dan bertemunya Adam dan Hawa ini dinamakan Jumat (berkumpul).

Jumat Berkah: Keutamaan Hari Jumat

Hari Jumat merupakan hari raya mingguan umat Islam karena ibadah khusus yang ada di hari itu (shalat Jumat) dan keutamaan yang ada selama hari Jumat.

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS Al-Jumu’ah:9)

“Hendaklah kaum-kaum itu berhenti dari meninggalkan shalat Jumat. Atau (jika tidak) Allah pasti akan mengunci hari mereka, kemudian mereka pasti menjadi orang-orang yang lalai.” (HR Muslim).

“Shalat Jumat adalah hak yang diwajibkan kepada setiap Muslim kecuali empat orang; budak atau wanita, atau anak kecil, atau orang sakit.” (HR Abu Daud).

Berikut ini keutamaan hari Jumat sehingga disebut penuh berkah (Jumat Berkah, Jumat Mubarok) selain hari berkumpul kaum Muslimin di masjid-masjid untuk sholat Jumat.

1. Hari Terbaik

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah Saw pernah bersabda:

“Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu Adam Alaihis Salam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat.” (Riwayat Muslim)

Rasulullah juga pernah bersabda:

“Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i).

2. Doa Dikabulkan

Hari Jumat adalah hari dikabulkannya doa. Rasulullah Saw menyebutkan ada satu waktu tertentu di hari Jumat, Allah SWT mengabulkan doa-doa hamba-Nya.

Waktu tertentu doa makbul tersebut merupakan rahasia Allah, namun ada pendapat yaitu saat-saat terakhir setelah shalat ‘Ashar (seperti yang dijelaskan dalam banyak hadits) atau di antara duduknya imam di atas mimbar saat berkhutbah Jumat sampai selesai shalat Jumat.

“Di hari Jumat itu terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.’ Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya.” (Muttafaqun Alaih)

3. Hari Pembeda dengan Kaum Non-Muslim

Hari Jumat adalah hari istimewa bagi kaum Muslim. Selain itu diberikan Nabi untuk membedakan antara hari istimewa kaum Yahudi dan Nashrani.

“Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad (Minggu), kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jumat, Sabtu, dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk.” (HR. Muslim)

4. Hari Allah Menampakkan Diri.

Hari Jumat Allah menampakkan diri kepada hamba-hamba-Nya yang beriman di surga. Dari Anas bin Malik dalam mengomentari ayat: “Dan Kami memiliki pertambahannya” (QS.50:35) mengatakan: “Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jumat.”

5. Hari Raya, Penciptaan Adam, dan Kiamat

“Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu Adam Alaihissalam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat.” (H.R Muslim)

Hadits riwayat Abu Lubabah bin Abdul Munzir menyatakan, Nabi Saw bersabda:

“Penghulunya hari adalah hari Jumat, ia adalah hari yang paling utama di sisi Allah Subhanahu Wata’ala, lebih agung di sisi Allah Subhanahu Wata’ala dari pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Pada hari Jumat tersebut terdapat lima keistimewaan: Hari itu, bapak semua umat manusia, Nabi Adam ‘Alaihissalam diciptakan, diturunkan ke dunia, dan wafat. Hari kiamat tak akan terjadi kecuali hari Jum’at.

6. Hari Terbaik Sedekah

Ibnu Qayyim mengatakan, “Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya”. Hadits dari Ka’ab menjelaskan: “Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya”. (Mauquf Shahih).

7. Hari Penghapusan dosa

Hari Jumat juga menjadi hari penghapusan dosa tidak hanya untuk kaum muslimin namun juga kaum muslimah. Salman Al Farisi berkata, “Rasulullah bersabda:

“Siapa yang mandi pada hari Jum’at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum’at”. (HR Bukhari).

Demikian rahasia #JumatBerkah atau keutamaan hari Jumat bagi umat Islam. (Mel).*

 

Hari Jumat jumat berkah Keutamaan Jumat

Related Post

Leave a reply