Keuntungan Menjadi Anggota Serikat Pekerja

156 views

Apa manfaat atau keuntungan menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh? Mengapa harus ada serikat pekerja di tiap perusahaan? Berikut ini ulasannya.

Serikat Pekerja

Reaktor.co.id — Menurut UU No. 21/2000 tentang Serikat Pekerja, menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh merupakan hak asasi pekerja/buruh yang telah dijamin didalam pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945.

Untuk mewujudkan hak tersebut, kepada setiap pekerja/buruh harus diberikan kesempatan yang seluas-luasnya mendirikan dan menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh.

Pengertian Serikat Pekerja

Serikat pekerja atau serikat buruh adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan.

Menurut UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, serikat pekerja bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

Fungsi Serikat Pekerja

Masih menurut UU Ketenagakerjaan, fungsi serikat antara lain:

  1. Menyalurkan aspirasi pekerja atau anggota secara demokratis.
  2. Mengembangkan keterampilan dan keahlian pekerja.
  3. Ikut memajukan perusahaan.
  4. Memperjuangkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya.

Dalam UU No. 21/2000 tentang Serikat Pekerja, fungsi serikat berfungsi:

  1. Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
  2. Penyelesaian perselisihan industrial
  3. Mewakili pekerja di dewan atau lembaga yang terkait dengan urusan perburuhan
  4. Membela hak dan kepentingan anggota serikat.

Cara Mendirikan Serikat Pekerja

Serikat pekerja dapat dibentuk oleh minimal 10 orang karyawan di suatu perusahaan. Pembentukan serikat pekerja ini harus bebas dari campur tangan pihak perusahaan, pemerintah, partai politik, atau pihak mana pun juga.

Serikat pekerja harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Anggaran Dasar serikat pekerja sekurang-kurangnya harus memuat:

a. nama dan lambang;
b. dasar negara, asas, dan tujuan;
c. tanggal pendirian;
d. tempat kedudukan;
e. keanggotaan dan kepengurusan;
f. sumber dan pertanggungjawaban keuangan; dan
g. ketentuan perubahan anggaran dasar dan/atau anggaran rumah tangga.

Setelah proses pembentukannya selesai, maka tahapan yang harus dilakukan berikutnya adalah memberitahukan secara tertulis kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat untuk dilakukan pencatatan.

Pemberitahuan itu dilampiri:

a. daftar nama anggota pembentuk;
b. anggaran dasar dan anggaran rumah tangga;
c. susunan dan nama pengurus.

Setelah proses pembentukan serikat pekerja selesai, pengurus yang telah mempunyai nomor bukti pencatatan harus memberitahukan secara tertulis keberadaannya kepada pihak perusahaan (manajemen perusahaan).

Tingkatan Serikat Pekerja

Serikat pekerja memiliki tingkatan mulai dari level perusahaan, federasi, dan konfederasi. Di level perusahaan, anggotanya adalah pekerja perusahaan tersebut dan organisasinya secara umum disebut Serikat Pekerja (SP).

Di FSP LEM SPSI misalnya, serikat pekerja di level perusahaan dinamakan Pimpinan Unit Kerja (PUK).

Setingkat di atas SP adalah Federasi SP –disingkat FSP. Setingkat lagi di atasnya adalah Konfederasi SP –disingkat KSP.

Dengan demikian, tingkatan Serikat Pekerja adalah sebagai berikut:

  1. Serikat Pekerja (SP) –  Serikat pekerja di tingkat perusahaan yang didirikan oleh para pekerja/buruh di satu perusahaan atau di beberapa perusahaan.
  2. Federasi Serikat Pekerja (FSP) – Gabungan serikat pekerja/serikat buruh.
  3. Konfederasi Serikat Pekerja (KSP) – Gabungan federasi serikat pekerja/serikat buruh.

Cara Menjadi Anggota Serikat Pekerja

Pekerja, buruh, atau karyawan di suatu perusahaan yang akan bergabung menjadi anggota serikat pekerja dapat menghubungi pengurus serikat pekerja di perusahaannya. Biasanya akan diminta untuk mengisi formulir keanggotaan untuk data.

Iuran Anggota Serikat Pekerja

Biasanya anggota serikat pekerja dipungut iuran bulanan yang relatif kecil, berkisar Rp1,000 – Rp 10,000 untuk pelaksanaan program kegiatan serikat pekerja.

Ada juga yang besaran iuran sebesar 1 persen dari upah sektoral atau dari gaji bulanan. Ada juga yang iuran minimalnya 0,5% per bulan dari ketentuan upah minimum setempat.

Iuran anggota SP diatur dalam Kepmenakertrans Nomor KEP.187/MEN IX/2004. Disebutkan, keuangan serikat pekerja/serikat buruh, federasi, dan konfederasi serikat pekerja/serikat buruh bersumber dari :
a. uran anggota yang besarnya ditetapkan dalam anggaran dasar atau anggaran rumah tangga;
b. Hasil usaha yang sah;
c. Bantuan anggota atau pihak lain yang tidak mengikat.

Pembayaran iuran anggota dapat dilakukan melalui pemotongan upah/gaji setiap bulan.

Keuntungan Menjadi Anggota Serikat Pekerja

Bukan sekadar tempat ngobrol dan “curhat”, serikat pekerja bisa memberikan manfaat berupa penambahan keterampilan (skills), memberikan pendampingan dan bantuan saat ada masalah, termasuk menjaga kekompakan dalam menggelar sebuah aksi, seperti aksi mogok kerja dan aksi demonstrasi.

Anggota serikat pekerja juga akan mendapatkan program-program training peningkatan kemampuan kerja dan diri seperti training negotiation skills, training pembuatan perjanjian kerja bersama, dll.

Selain itu, anggota serikat pekerja juga akan mendapat bantuan hukum saat tertimpa masalah dengan perusahaan yang berkaitan dengan hukum dan pemenuhan hak-hak sebagai karyawan.

Keuntungan atau manfaat menjadi anggota serikat pekerja juga terlihat dari tujuan umum dibentuknya serikat pekerja:

  1. Wadah perjuangan hak yang tidak direalisasikan pemberi kerja (pengusaha/perusahaan).
  2. Wadah pemersatu pekerja untuk berjuang bersama untuk kepentingan pekerja.
  3. Tempat pekerja memikirkan bersama persoalan yang di hadapi di tempat kerja baik secara sendiri-sendiri maupun persoalan bersama
  4. Sebagai penampung aspirasi pekerja yang nantinya secara kelembagaan di sampaikan kepada pihak perusahaan.
  5. Media komunikasi dan koordinasi yang efektif antara pekerja dan pengusaha.
Massa FSP LEM SPSI dalam Aksi Demonstasi

Massa FSP LEM SPSI dalam Aksi Demonstasi (Istimewa)

Perlindungan Hukum Serikat Pekerja

Serikat Pekerja dilindungi negara/pemerintah melalui Undang Undang Ketenagakerjaan dan UU Serikat Pekerja.

Di atas UU, ada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD ’45) pasal 28: “Kemerdekaan berkumpul dan berserikat untuk mengeluarkan pendapat baik secara lisan maupun secara tertulis…”

Bahkan, UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh menegaskan larangan menghalang-halangi pendirian serikat pekerja:

“Siapa pun dilarang menghalang-halangi atau memaksa buruh/pekerja untuk membentuk atau tidak membentuk serikat pekerja atau serikat buruh, menjadi anggota /pengurus atau tidak menjadi pengurus /anggota serikat pekerja” (Pasal 28).

“Siapa pun yang menghalangi atau memaksa seperti yang di maksud pada Pasal 28 maka akan di kenakan sanksi kurungan minimal 1 tahun maksimal 5 Tahun dan denda minimal Rp.100.000.000,- maksimal Rp500.000.000” (Pasal 43).

Demikian pengerian dan keuntungan menjadi anggota serikat pekerja.

Sumber

  • Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
  • Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh
  • Kep.48/MEN/IV/2004, tentang Tata Cara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan Perusahaan serta Pembuatan dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama.

 

Ketenagakerjaan Pekerja Serikat Buruh Serikat pekerja

Related Post

Leave a reply