Keniscayaan Penerapan Struktur Skala Upah

58 views

Menurut pasal 1 Kepmenakertrans No. 49/Men/IV/2004 tentang Struktur dan Skala Upah, struktur upah adalah susunan tingkat upah dari yang terendah sampai yang tertinggi atau sebaliknya dari yang tertinggi sampai yang terendah. Sedangkan, skala upah adalah kisaran nilai nominal upah menurut kelompok jabatan.

Penyusunan struktur dan skala upah sangat penting karena :

1.Mencegah diskriminasi upah (gender, suku, ras dan agama)
2.Kesetaraan upah untuk pekerjaan yang nilainya sama
3.Dasar dalam menetapkan upah seorang karyawan
4.Gambaran masa depan pekerja di perusahaan tersebut
5.Acuan dalam perundingan upah secara kolektif
6.Perhitungan premi BPJS
7.Perhitungan Pajak Penghasilan

Menilik dari isi peraturan yang ada di UU. No.13/2003 dan Kepmenakertrans No.49/2004, tidak ada ketentuan yang mewajibkan penyusunan struktur dan skala upah dengan pengenaan suatu sanksi tertentu.

Namun, untuk mewujudkan hubungan industrial yang harmonis serta untuk menghindari adanya kecemburuan/kesenjangan sosial terstruktur di antara para pekerja, perlu diatur struktur dan skala upah berdasarkan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, dan kompetensi kerja, tanpa mengurangi hak pengusaha untuk memberi penghargaan berdasarkan kemampuan perusahaan dan tingkat produktivitas serta kinerja masing-masing pekerja, serta memberi sanksi bila ada pekerja yang melanggar (pasal 92 ayat [2] UU Tenaga Kerja). (SP LEM SPSI PT.Astra Daihatsu Motor).*

 

struktur skala upah

Related Post

Leave a reply