Kementerian PUPR Selenggarakan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Tahap II

101 views

Sertifikasi kompetensi untuk menghasilkan tenaga kerja konstruksi berkualitas. Sesuai Undang-Undang Jasa Konstruksi Nomor 2 Tahun 2017 Pasal 70 yang mengatur setiap Pekerja Konstruksi yang bekerja di sektor Konstruksi wajib memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja.

Reaktor.co.id- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar percepatan sertifikasi dan bimbingan teknis bagi 11.250 tenaga kerja konstruksi tahap II.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin menyatakan, pembangunan infrastruktur dan penyiapan sumber daya manusia konstruksi nasional merupakan bagian dari pembangunan nasional yang dapat pendorong pertumbuhan ekonomi baik lokal, regional maupun nasional.

“Oleh karena itu sangat penting untuk mencetak tenaga kerja konstruksi berkualitas agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan lancar, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Syarif di Jakarta, Kamis (24/10), dikutip Republika.

Ia menyatakan, sertifikasi kompetensi dilakukan untuk menghasilkan SDM atau tenaga kerja konstruksi berkualitas. Hal itu sebagaimana tertuang pada Undang-Undang Jasa Konstruksi Nomor 2 Tahun 2017 Pasal 70 yang mengatur bahwa setiap Pekerja Konstruksi yang bekerja di sektor Konstruksi wajib memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja.

Pemerintah menyadari pentingnya peningkatan kapasitas SDM masyarakat konstruksi Indonesia baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Syarif Burhanuddin

“Tugas kita bersama untuk memberikan perhatian serius untuk mewujudkan ketahanan masyarakat jasa konstruksi nasional, salah satunya melalui peningkatan daya saing dan produktivitas para pekerja konstruksi nasional atau dengan kata lain penyiapan SDM Kontruksi Indonesia yang Pro-KompetenS (Profesional, Kompeten, dan Bersertifikat),” katanya.

Kegiatan percepatan sertifikasi dan bimbingan teknis ini diselenggarakan di 120 lokasi proyek yang tersebar di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten serta dilaksanakan sebanyak dua Periode.

Kegiatan periode pertama dilaksanakan pada 16 September-24 Oktober 2019 yang diikuti sebanyak 10.014 orang. Sedangkan periode kedua pada 25-31 Oktober 2019 akan dilaksanakan Kegiatan Sertifikasi, dan TOT Calon Instruktur Perguruan Tinggi yang diikuti sebanyak 1.100 Peserta.

Uji kompetensi dan sertifikasi meliputi jabatan kerja. antara lain tukang, mandor, drafter, surveyor, operator, pelaksana dan pengawas, dan tenaga terampil yang sehari-harinya melakukan pemeliharaan rutin infrastruktur PUPR di DKI Jakarta.

Sementara untuk level tenaga ahli konstruksi diberikan Bimbingan Teknis Keahlian Konstruksi Bidang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Konstruksi (SMK3), Administrasi Konstrak (AK), Manajemen Konstruksi (MK), Beton Pracetak Prategang Elevated dan Beton Pracetak Highrise Building.

Selain itu, dilakukan penyiapan Dosen Politeknik dan Perguruan Tinggi sebagai Calon Instruktur Pembekalan Modul Tambahan Lulusan Fresh Graduate yang selaras dengan Kebutuhan Industri Konstruksi Nasional, serta Uji Kompetensi dan Sertifikasi Lulusan Vokasional/Politeknik (D.III Bidang Konstruksi).

Rekor MURI

Sebelumnya pada tahap I, kegiatan serupa diatas pernah mendapat penghargaan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas kegiatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi bagi sebanyak 16.000 orang. Penyerahannya dilakukan secara simbolis oleh Presiden Joko Widodo di Istora GBK Jakarta pada tanggal 12 Maret 2019.

Dari jumlah 16.000 orang terdiri dari 13.900 orang adalah tenaga terampil dan 2.100 orang tenaga ahli.
Dari latar belakang pendidikan terdiri dari sebanyak 8.000 peserta adalah calon pekerja konstruksi dari lulusan pendidikan formal (SMK, DIII, S1/D4) serta sebanyak 8.000 tenaga kerja yang sudah bekerja di bidang Konstruksi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus Pemerintah akan terus dibarengi dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Presiden Jokowi meminta untuk diperbanyak jumlah tenaga konstruksi yang bersertifikat, bukan dipercepat. Karena belajar tidak bisa dipercepat. Pada masa lalu, setiap tahun hanya 200 ribuan tenaga kerja konstruksi yang disertifikasi, tahun 2019 ini ditargetkan minimal 512.000 tenaga kerja konstruksi bersertifikat,” kata Menteri Basuki dikutip laman Kementerian PUPR..

Pemerintah Pusat berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) terus meningkatkan kompetensi SDM bidang konstruksi melalui Program Percepatan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi. Kepemilikan sertifikat kompetensi kerja merupakan kewajiban bagi para pekerja konstruksi sebagaimana diatur dalam UU No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

Jumlah tenaga kerja konstruksi yang memiliki sertifikat masih sedikit yakni sampai dengan 2018, jumlah tenaga kerja yang bersertifikat sebesar 616 ribu orang yang terdiri atas 419 ribu tenaga kerja terampil dan 197 ribu tenaga kerja ahli dari total tenaga kerja konstruksi sebesar 8,3 juta orang atau 7,4%.

Visi Pembangunan Infrastruktur 2020 – 2024

Dilansir laman Kementerian PUPR, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan akan menjalankan Visi Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada Kabinet Indonesia Maju priode 2020 – 2024.

Lima visi tersebut adalah mempercepat dan melanjutkan pembangunan infrastruktur, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), undang investasi seluas-luasnya untuk membuka lapangan pekerjaan, reformasi birokrasi, serta penyerapan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang fokus dan tepat sasaran.

“Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan infrastruktur seperti yang disampaikan Bapak Presiden sesuai visinya yang kedua yakni mengkonekkan apa yang kita bangun dengan kawasan-kawasan khusus pariwisata, produksi, dan kawasan industri, contohnya Brebes, Magetan, dan Ngawi. Di samping itu, Kementerian PUPR juga melaksanakan pembangunan infrsatruktur di kawasan pariwisata seperti Labuan Bajo dan Likupang,” kata Menteri Basuki.

Basuki Hadimuljono

Dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, Kementerian PUPR akan melanjutkan dan memanfaatkan infrastruktur yang telah terbangun seperti 65 bendungan, jalan tol, jaringan irigasi, dan 10 juta SR air minum dengan menyambungkan ke kawasan-kawasan produksi rakyat antara lain kawasan industri kecil, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pariwisata, pertanian, perkebunan dan perikanan.

Kementerian PUPR juga akan melaksanakan penugasan khusus seperti renovasi Masjid Istiqlal dan pembangunan venue PON XX di Papua.

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dasar air minum serta sanitas, dan persampahan melalui berbagai program seperti KOTAKU, Pamsimas, Sanimas, TPS3R, P3TGAI, dan rumah swadaya untuk mendukung pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Selain itu juga dilakukan pembangunan sarana pendidikan dan olahraga (sekolah, universitas, masjid, stadion), pendidikan dan pelatihan vokasi, sertifikasi tenaga konstruksi, dan pendirian Politeknik PU di Semarang.

Untuk menjalankan visi ketiga Presiden, Kementerian PUPR terus memperluas skema Kerja sama Pemerintah dan Swasta dalam pembangunan infrastruktur persampahan, air minum, dan perumahan. Kemudian anggaran tahun 2019 sebesar Rp 119,73 triliun yang telah dialokasikan akan dimanfaatkan secara efisien dan tepat sasaran untuk memenuhi harapan Pemerintah dan masyarakat.

Keempat, Kementerian PUPR akan melakukan reorganisasi kelembagaan, peningkatan Ease of Doing Business (EoDB), dan meningkatkan layanan publik melalui PUPR 4.0 untuk mendukung reformasi birokrasi. Terakhir, penyerapan APBN akan fokus pada belanja modal yang efisien dan tepat sasaran sehingga akan memiliki manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat serta menjalankan tuntutan masyarakat sebagai taxpayer yang mengharapkan infrastruktur berkualitas dan bermanfaat. (TS).*

Jadwal dan Tempat Bimbingan Teknis Keahlian Konstruksi Tahap II :

Kegiatan Periode I dilaksanakan dari tanggal 16 September s.d. 24 Oktober 2019 yang diikuti sebanyak 10.014 orang peserta dengan rincian :

1. Peserta Sertifikasi Tenaga Terampil Konstruksi dari 13 Proyek yang saat ini dikerjakan oleh PT. Total Bangun Persada di DKI Jakarta dan Banten sebanyak : ± 1.705 Peserta; dan hadir saat ini pada Acara Seremonial di Proyek Pembangunan Wisma Barito Pacific II di Jl. Letjend S. Parman Kav 60, Slipi, Jakarta Barat yang diikuti sebanyak 194 Orang Peserta.

2. Peserta Sertifikasi Tenaga Kerja Terampil Konstruksi yang melakukan Pemeliharaan Infrastruktur PUPR Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebanyak ± 5.035 Orang Peserta.

3.Peserta Sertifikasi Tenaga Kerja Terampil dari Proyek APBD DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sebanyak ± 1.000 Orang Peserta.

4. Peserta Sertifikasi Tenaga Kerja Terampil dari Proyek APBN PUPR di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sebanyak ± 1.244 Orang Peserta.

5. Peserta Bimbingan Teknis Keahlian Konstruksi Bidang SMK3, Administrasi Kontrak, Manajemen Konstruksi, Beton Pracetak Prategang Elevated dan Highrise Building sebanyak 950 Orang Peserta.

6.Peserta Pelatihan Building Information Modelling sebanyak 48 Orang peserta.

7. Peserta TOT Calon Instruktur Pembekalan Kompetensi Tambahan Lulusan Fresh Graduate Politeknik sebanyak 32 Orang Peserta yang merupakan Para Dosen Politeknik di Bidang Konstruksi yang ada di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Sedangkan pelaksanaan Periode II dari tanggal 25 s.d. 31 Oktober 2019 akan dilaksanakan Kegiatan Sertifikasi, dan TOT Calon Instruktur Perguruan Tinggi yang diikuti sebanyak 1.100 Peserta, dengan rincian :

1. Peserta Sertifikasi Tenaga Kerja Terampil Konstruksi Kegiatan Padat Karya (Program KOTAKU dan Rumah Swadaya) di Jawa Barat, dan Banten sebanyak ± 1.000 orang peserta.

2. Peserta TOT Calon Instruktur Pembekalan Kompetensi Tambahan Lulusan Fresh Graduate Perguruan Tinggi sebanyak 120 Orang Peserta yang merupakan Para Dosen Perguruan Tinggi di Bidang Konstruksi yang ada di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

3. Peserta Uji Kompetensi dan Sertifikasi Lulusan Fresh Graduate D.III Universitas Negeri Jakarta sebanyak 116 Orang Peserta. Uji Kompetensi dan Sertifikasi meliputi jabatan kerja: Tukang, Mandor, Drafter, Surveyor, Operator, Pelaksana dan Pengawas, dan Tenaga Terampil yang sehari-harinya melakukan Pemeliharaan Rutin Infrastruktur PUPR di DKI Jakarta.

Sementara untuk level Tenaga Ahli Konstruksi diberikan Bimbingan Teknis Keahlian Konstruksi Bidang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Konstruksi (SMK3), Administrasi Konstrak (AK), Manajemen Konstruksi (MK), Beton Pracetak Prategang Elevated dan Beton Pracetak Highrise Building. Selain itu juga dilakukan penyiapan Dosen Politeknik dan Perguruan Tinggi sebagai Calon Instruktur Pembekalan Modul Tambahan Lulusan Fresh Graduate yang selaras dengan Kebutuhan Industri Konstruksi Nasional, serta Uji Kompetensi dan Sertifikasi Lulusan Vokasional/Politeknik (D.III Bidang Konstruksi).

kementerian PUPR sertifikasi tenaga kerja konstruksi

Related Post

Leave a reply