Kemenhub Sekolahkan Pekerja Kereta Cepat Jakarta-Bandung

89 views

Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Reaktor.co.id, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan menyekolahkan calon pekerja Kereta Cepat Jakarta-Bandung di sekolah transportasi Kemenhub.

Hal itu merupakan bagian dari kesepakatan kerja sama Kemenhub dan KCIC tentang pengembangan sumber daya manusia dan penelitian di bidang perkeretaapian yang ditekan di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga mengatakan, pihaknya juga mengembangkan kapasitas personel Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub dalam sertifikasi ke China dan Eropa.

“Kalau Kemenhub ini satu fungsinya sebagai pengawas yang juga akan memberikan sertifikasi, untuk menyertifikasi kan mesti belajar. Jadi, nanti saya akan tugaskan tim dari KA untuk belajar baik ke China maupun negara-negara Eropa. Yang kedua, kita akan menyekolahkan tenaga-tenaga dari KCIC di sekolah-sekolah kita,” katanya.

Ia mengatakan, dengan adanya peningkatan kompetensi, maka akan ada transfer of knowledge dengan sekolah harus disesuaikan juga dengan teknologi kereta cepat.

Dengan adanya peningkatan kompetensi, Budi berharap akan adanya peningkatan dalam tingkat layanan (level of service) dan tingkat keselamatan (level of safety).

“Yang diberikan oleh kereta cepat ini harus excellent, karena itu kita harus berhati-hati, kita mengerjakan dengan cermat dan kita melakukan koordinasi dan pengawalan secara ketat insya Allah ini berjalan,” katanya.

Direktur KCIC Chandra Dwiputra mengatakan, kerja sama tersebut akan berlangsung selama lima tahun.

Ia menjelaskan, masinis kereta cepat harus terlebih dahulu disertifikasi layaknya sopir yang harus mengantongi SIM, namun saat ini sertifikasi di Indonesia untuk kereta cepat belum ada. Karena itu, diperlukan pelatihan ke China atau Eropa.

“Kalau kereta ini kita ini bukan masinis lagi, bisa dibilang pilot, karena kecepatan 350 kilometer per jam. Untuk bisa membawa kereta yang aman kan harus disertifikasi,” katanya.

Saat ini, konstruksi kereta cepat sudah mencapai 35 persen dan ditargetkan rampung pada 2021. Chandra mengatakan, masih ada beberapa hal yang terus dikerjakan.

“Sepanjang trase kita kerjakan ada jembatan, terowongan, ada subgrade,” katanya.

Dia menjelaskan, pengerjaan proyek sudah menyebar, tak lagi berpusat di Bandung. Hal tersebut sudah sangat terlihat di sepanjang Tol Jakarta-Cikampek.

“Tiangnya sudah naik ada satu jembatan panjang ke luar tol di Buah Batu, Bandung sudah menyambung,” tutur Chandra.

Chandra menuturkan, Tol Layang Jakarta-Cikampek yang sebentar lagi sudah selesai berdampak positif kepada pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Dengan begitu waktu pengerjaan proyek kereta api menjadi lebih banyak.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Sebelumnya, KCIC mengungkapkan, tiket kereta cepat Jakarta-Bandung akan dijual mulai dari Rp300.000. Tiket akan dijual sesuai kelasnya yaitu kelas satu, dua, dan VIP.

Perbedaan kelas satu, dua, dan VIP akan terlihat dari konfigurasi kursi di dalam kereta. Untuk kelas satu dan dua memiliki tiga kursi di detiap barisnya. Untuk kelas VIP hanya memiliki dua kursi besar di setiap deretnya.

Harga tiket termahal dipastikan tidak akan menyentuh Rp 700.000.

Terkait konfigurasi kursi, lanjut dia, disesuaikan dengan kelas di mana ada yang berjajar tiga dan kelas dua berbeda dengan VIP dan akan tersedia sambungan internet.

“Yang penting internet ada. Tapi Anda bayangkan saja ke Bandung berapa menit sih kalau langsung, hanya 40 menit. Kira-kira kebayang masih sempat pesen kopi enggak,” katanya. (rml/antara/republika/wartaekonomi).*

 

KA Cepat Jakarta-Bandung Kereta Api Cepat Perhubungan

Related Post

Leave a reply