Karhutla Sebabkan 144.000 Warga Terserang ISPA

77 views

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyebabkan 144.000 warga di sejumlah provinsi terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kabut asap menyelimuti jalan raya di Pontianak, Kalimantan Barat. (Foto ANTARA)

Reaktor.co.id – Dampak Karhutla sangat berbahaya bagi kesehatan warga daerah terdampak. Dalam kurun waktu 3 bulan saja, Karhutla 2019 telah menyebabkan sebanyak 144.000 orang terkserang ISPA. Data Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, hingga Minggu (15 September 2019), sekitar 144.000 warga sejumlah provinsi di Pulau Sumatera dan Kalimantan yang terdampak Karhutla terserang ISPA.

Perinciannya sebagai berikut:

  • Sumatera Selatan: 76.236 orang (Maret-September 2019)
  • Riau: 15.346 orang (1-15 September 2019)
  • Jambi: 15.047 orang (Juli-Agustus 2019)
  • Kalimantan Barat: 15.468 orang (Juli 2019)
  • Kalimantan Tengah: 11.578 orang (Mei-September 2019)
  • Kalimantan Selatan: 10.364 orang (Juni-Agustus 2019)

Dilansir situs resmi Kemenkes, pemerintah telah menyediakan pos-pos kesehatan di wilayah-wilayah terdampak Karhutla. Jumlah pos kesehatan yang sudah dilaporkan ke Kemenkes meliputi: 39 pos kesehatan dan 168 Puskesmas (Jambi), 15 pos kesehatan (Palangkaraya, Kalimantan Tengah), 16 pos kesehatan (Kalimantan Selatan).

Warga menggunakan masker saat berada di objek wisata bantaran Sungai Kahayan, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Foto Antara)

Untuk di Riau, Gubernur Riau mengklaim sudah menginstruksikan kepala daerah di 12 kabupaten/kota di wilayahnya agar menyiagakan Puskesmas 24 jam. Posko Kesehatan Dinkes Riau mengoperasikan 3 ambulan yang siap sewaktu-waktu dengan hotline 119 selama 24 jam.

BNPB : Karhutla 328 Ribu Hektare, Riau Paling Parah

Kemenkes juga telah mendistribusikan logistik kesehatan ke Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Jambi, dan Kalimantan Tengah.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mendesak pemerintah pusat segera menangani situasi darurat Karhutla yang melanda beberapa daerah di Indonesia saat ini. Walhi menilai, langkah yang dilakukan pemerintah saat ini belum optimal.

Indikasinya, selama sepekan terakhir, kualitas udara di wilayah Sumatera dan Kalimantan khususnya di kota Palangkaraya, sangat berbahaya bagi kesehatan warga, mencapai 2.000 US AQI (Air Quality Index).

Walhi mendesak pemerintah segera menegakkan hukum, menindak koorporasi termasuk menuntut biaya lingkungan akibat dari kejahatan yang dilakukan koorporasi tersebut.

“Pemerintah perlu membangun sistem respon cepat dengan membuat mekanisme penanganan sejak titik api terdeteksi, sebelum sebaran api meluas mengingat Karhutla sudah sering terjadi di setiap tahun. Ini lebih mendesak untuk dilakukan, dibanding menetapkan status darurat nasional untuk bencana kabut asap,” cetus Kepala Divisi Politik Walhi, Khalisa Khalid, di Jakarta, Senin (16 September 2019).

Bagi Walhi, penetapan status darurat nasional justru berpotensi mengalihkan tanggung jawab korporasi, sebagai salah satu pelaku Karhutla, kepada pemerintah.

Desakan serupa juga tertuang dalam surat terbuka masyarakat sipil (Walhi, YLBHI, Greenpeace, dan lembaga lain) yang diberikan kepada Presiden Joko Widodo, melalui kementerian terkait. (AF)*

bencana kabut asap ISPA Karhutla kemenkes reaktor walhi

Related Post

  1. author

    […] Karhutla Sebabkan 144.000 Warga Terserang ISPA […]

Leave a reply