Kampus Islam Negeri Tolak Menteri Agama dari Kalangan Politisi

48 views

Kalangan rektor kampus Islam negeri menolak menteri agama dijabat politisi. Pengajuan dua nama rektor dibantah Ketua Forum Rektor PTKIN.

Forum Rektor Kampus Islam Negeri

Reaktor.co.id — Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mengajukan calon Menteri Agama (Menag). Mereka menolak Kementerian Agama yang menaungi PTKIN dipimpin menteri agama dari kalangan politisi.

FR PTKIN menilai, menteri yang berasal dari kalangan politisi menimbulkan masalah, seperti jual-beli jabatan dan korupsi. Terbaru kasus yang melibatkan Ketua Umum PPP  Romahurmuziy yang kena OTT KPK di Surabaya.

“Anda tahu ‘kan kasus hari ini yang sedang melilit Kementerian Agama, jual-beli jabatan, itu. Nanti kalau (Menag dari) orang partai, saya mohon maaf, yang jadi menteri itu orang yang tidak profesor-doktor, apa kejadiannya?” kata Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Yudian Wahyudi, dikutip detik.com.

Menurutnya, keputusan mengajukan calon Menag merupakan hasil musyawarah Forum Rektor PTKIN di Jakarta pada 29 Juli 2019 yang dipertegas dalam Forum Group Discussion (FGD) di Yogyakarta pada 5 Agustus 2019.

Dua nama yang diajukan adalah Yudian Wahyudi (Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta) dan Fauzul Iman (Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten).

Kedua nama calon Menag itu akan diserahkan kepada Presiden Jokowi untuk dipertimbangkan dalam penyusunan kabinet baru periode masa bakti 2019-2024.

Ketua Forum Rektor PTKIN Bantah

Penolakan Menag dari kalangan politisi dan pengajuan dua nama rektor tersebut dibantah Ketua Forum Rektor PTKIN Babun Suharto.

Dilansir laman Diktis Kemenag RI, Babun menegaskan Forum Rektor PTKIN belum pernah merekomendasikan nama rektor tertentu untuk menjadi menteri agama.

Menurutnya, FGD di UIN Sunan Kalijaga hanya fokus atas keluarnya PP No. 46 Tahun 2019 tentang Pendidikan Tinggi Keagamaan.

“Saya tegaskan tidak ada agenda lain, murni hanya fokus membahas PP No 46 Tahun 2019 tersebut,” katanya, Kamis (8/8/2019).

Ditambahkan, jika ada yang memberikan pernyataan mengenai pencalonan nama dari forum Rektor PTKIN tersebut, hal itu lebih sifatnya personal, bukan atas nama forum.

“Untuk itu, saya harapkan, statemen dari anggota forum rektor PTKIN terlebih dahulu dikomunikasikan sebelum disampaikan kepada khalayak,” pintanya.

Babun mengapresiasi kepemimpinan Lukman Hakim Saifuddin selama menjadi menteri agama.

“Saya melihat, Selama Pak Lukman menjadi menteri agama, banyak prestasi yang sudah diraih oleh Kementerian Agama. Beliau berhasil membawa Kementerian Agama ke arah yang lebih baik,” katanya.

Mengutip data Wikipedia, Lukman Hakim Saifuddin merupakan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sebelum menjadi menteri agama, ia pernah menjadi anggota DPR RI periode 1999-2004, 2004-2009 dan 2009-2014 dari PPP, selain pernah menjabat Sekretarus dan Ketua Pengurus Harian DPP PPP (2003-2007, 2007-2012).

Lukman Hakim merupakan salah satu tokoh NU yang pernah menjabat Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) dan berkiprah di Lajnah Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU.

Lukman Hakim dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Agama pada 9 Juni 2014. Ia menggantikan Suryadharma Ali. Lukman juga merupakan anak dari Menteri Agama ke-9, Saifuddin Zuhri, ini dipertahankan sebagai Menag RI di era pemerintahan Jokowi (2014-2019).*

 

Forum Rektor PTKIN Kampus Islam Negeri Menteri Agama PTN Islam

Related Post

Leave a reply