Jumlah Pekerja Asing Naik, Menaker Minta Publik Tak Khawatir

60 views
TKA

Ilustrasi Tenaga Kerja Asing di Indonesia

Reaktor.co.id, Jakarta —  Sejak 2014 hingga 2018, jumlah tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia naik 38,6%. Di periode yang sama, realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) hanya tumbuh di angka 17%. Pada Desember 2018, tercatat sebanyak lebih dari 95 ribu TKA bekerja di Indonesia.

Jumlah TKA terbanyak berasal dari Cina. Tahun 2017, jumlah TKA China mencapai 24.804 orang atau setara dengan hampir 3% dari total TKA di Indonesia pada 2018.

Kebanyakan TKA bekerja sebagai profesional sebanyak hampir 24 ribu orang, sebagai manajer sebanyak 20 ribu orang dan direksi di suatu perusahaan sekitar 15 ribu orang. Sisanya bekerja sebagai komisaris, supervisor, konsultan dan teknisi.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, publik tak perlu khawatir tentang tenaga asing. Pasalnya, kata Hanif, pemerintah akan tetap mengendalikan jumlah pekerja asing yang masuk ke Indonesia.

“Tidak ada ancaman tenaga asing, jadi publik tidak perlu khawatir. Butkinya jumlah tenaga asing di Indonesia itu hanya sekitar 100 ribuan orang, coba bandingkan dengan penduduk Indonesia yang jumlahnya sekitar 260 juta jiwa,” katanya di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Dia mengatakan jumlah tenaga asing di Indonesia sangat kecil dibandingkan dengan jumlah tenaga asing di negara-negara lain.

Pemerintah masih punya skema pengendalian tenaga kerja asing. Untuk bisa bekerja di Indonesia, tenaga kerja asing hanya bisa menduduki jabatan tertentu dengan izin kerja dan waktu tinggal tertentu.

Mengenai Permenaker 229 Tahun 2019 tentang jabatan tertentu yang dapat diduduki oleh tenaga kerja asing, Hanif mengatakan, peraturan tersebut adalah bentuk penyederhanaan perizinan bidang ketenagakerjaan, bukan untuk memperluas masuknya tenaga kerja asing.

“Jadi semua perizinan di Indonesia harus disederhanakan biar enggak ribet. Mulai dari ngurus KTP, SIM , termasuk perusahaan yang mau ngurus tenaga kerja asing. Jadi jangan bilang ini soal investasi, enggak. Semua bentuk layanan publik harus cepat, mudah dan murah sehingga efektif,” katanya dilansir laman resmi Kemnaker.*

 

Kemnaker TKA TKA China

Related Post

Leave a reply