Ungkapkan Perasaan, Pekerja/Buruh Beri Karangan Bunga pada Jokowi

190 views
Demo Buruh Istana Negara

Karangan bunga untuk Jokowi

Reaktor.co.id, Jakarta – Ada yang unik dari aksi unjuk rasa besar-besaran menolak revisi UU Ketenagakerjaan yang melibatkan ribuan pekerja/buruh yang tergabung dalam GEKANAS (Gerakan Kesejahteraan Nasional) di seberang Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (21 Agustus 2019) kemarin.

Massa pekerja/buruh dari aliansi Federasi Serikat Pekerja (FSP) KEP KSPSI, FSP LEM KSPSI, FSP RTMM KSPSI, FSP KEP KSPI, PPMI 1998, FSPI, FPAREF itu membawa serta 4 karangan bunga, yang merepresentasikan perasaan terdalam kaum pekerja/buruh terhadap rencana revisi UU Ketenagakerjaan.

Berada persis di barisan paling depan, empat karangan bunga berbentuk kotak itu dipegang masing-masing oleh 2 anggota satgas khusus 4 FSP/SP, yakni FSP LEM SPSI, SP KEP SPSI, PP FSP RTMM, dan FSP KEP KSPI.

Karangan bunga dari FSP LEM SPSI bertuliskan “Tolak Revisi UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan yang menurunkan kualitas penghidupan layak kaum buruh”.

Sedangkan, karangan bunga dari SP KEP SPSI bertuliskan “Pertahankan Nilai-nilai Pancasila & UUD 1945 dalam Praktek Ketenagakerjaan”.

Kemudian, karangan bunga dari PP FSP RTMM bertuliskan “Turut Berduka Cita atas Revisi UU No. 13 Tahun 2003 yang merendahkan/menurunkan hak perlindungan dasar pekerja”.

Adapun karangan bunga dari FSP KEP KSPI bertuliskan “Liberalisasi No, Pancasila & UUD 1945 Yes”.

Seyogianya, empat karangan bunga itu bakal diberikan massa aksi unjuk rasa kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, rencana itu diurungkan lantaran Jokowi tidak berada di Istana Merdeka.

10 orang perwakilan GEKANAS diterima oleh pihak Istana Merdeka, yang diwakili oleh Tatang Badrun Tamam (Wakil Deputi IV Kantor Staf Presiden). Dalam kesempatan itu, perwakilan GEKANAS menyampaikan bahwa wacana revisi Undang-undang No. 13 Tahun 2003  tentang Ketenagakerjaan sangat meresahkan kalangan kaum pekerja/buruh. Karenanya, GEKANAS dengan tegas menolak rencana revisi tersebut.

Muhammad Sidharta, Ketua DPD FSP LEM SPSI Jawa Barat, tengah berorasi di depan massa pekerja/buruh

“Jumlah pekerja/buruh di Indonesia, yang menurut data Kementerian Tenaga Kerja berjumlah 47,5 juta orang, telah memberikan kontribusi sangat besar terhadap perekonomian  Indonesia. Sebab, keberadaan pekerja/buruh ini memiliki multiplier effect terhadap elemen rakyat lainnya. Negara harus hadir dan melindungi kaum pekerja/buruh Indonesia,” ucap Muhammad Sidarta, Ketua DPD FSP LEM SPSI Jawa Barat. (Kardi/AF)*

Pernyataan Presiden Jokowi yang akan merevisi UU Ketenagakerjaan

https://web.facebook.com/media.fsp.lem/videos/401770180472865/

fsp kep kspi FSP LEM SPSI Gekanas karangan bunga PP FSP RTMM reaktor SP KEP SPSI tolak revisi uu ketenagakerjaan Tolak Revisi UU13/2003

Related Post

Leave a reply