Iuran BPJS Kesehatan Bakal Dipotong Otomatis dari Saldo Rekening Peserta

129 views

Reaktor.co.id – Ada kabar terbaru terkait rencana pemerintah menaikkan iuran jaminan kesehatan nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan. Metode pembayaran iuran sistem autodebet. Jadi, pembayaran iuran langsug dipotong secara otomatis (autodebet) dari rekening bank peserta JKN. Pada tanggal tertentu setiap bulan, saldo rekening bank milik peserta JKN dipastikan akan berkurang dengan sendirinya sebesar kewajiban

hal itu disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, mengatakan akan mewajibkan. Sistem ini merupakan
“Tahun ini, kami melakukan kebijakan mewajibkan pembayaran iuran dengan autodebet pada setiap pendaftaran,” kata Fachmi Idris, dalam rapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Dalih BPJS memakai metode autodebet itu, aku Fachmi, terkait dengan 10 rencana kerja BPJS Kesehatan untuk 5 tahun ke depan. Salah satu program dimaksud adalah mitigasi kepatuhan membayar, terutama peserta mandiri untuk kelas III atau Peserta Bukan Penerima upah (PBPU).

“Ada 4 hal untuk mitigasi, yakni sosialisasi langsung dan tidak langsung, menambah akses kemudahan pembayaran iuran, mengupayakan kelas 3 peserta mandiri yang tidak mampu bayar agar dialihkan ke peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan advokasi ke rumah sakit untuk meningkatkan fasilitas,” ungkap Fachmi.

Sebagai infomasi, pemerintah berencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan sampai 2 kali lipat dari besaran semula. Kenaikan itu berdasarkan usulan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Kenaikan itu itujukan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan tahun 2019 yang mencapai Rp 32,8 triliun.

Peserta kelas mandiri I naik dari Rp 80.000/bulan menjadi Rp 160.000/bulan. Iuran kelas mandiri II naik dari Rp 59.000/bulan menjadi Rp 110.000/bulan dan untuk kelas mandiri III dari Rp 25.500/bulan menjadi Rp 42.000/bulan.

Menko Pembangunan manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menegaskan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini mulai efektif berlaku pada 1 September 2019. Tapi, sampai hari ini (2/9/2019), belum ada pengumuman resmi pemerintah terkait kenaikan ini. Sebelum diberlakukan resmi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlebih dahulu akan menerbitkan peraturan presiden (Perpres). Perpres itu ditindaklanjuti Kemenko PMK berupa aturan turunan peraturan menteri koordinator PMK. (AF)*

autodebet Iuran BPJS Kesehatan reaktor rekening bank

Related Post

Leave a reply