Isu PT Pos Bangkrut Trending di Media Sosial

64 views

PT Pos Indonesia diisukan bangkrut. Netizen pun berseloroh: “JNE nggak mau akuisisi PT Pos kah? Kasian ni harus ngutang sana sini buat bayar gaji pegawai”.

PT Pos Bangkrut

Reaktor.co.id — Media sosial Twitter diramaikan cuitan mengenai PT Pos Indonesia menuju bangkrut. Faktanya, PT Pos harus meminjam uang ke bank untuk membayar gaji karyawannya.

Pihak PT Pos menegaskan, perseroan milik negara tersebut belum bangkrut, meski membenarkan peminjaman uang ke bank untuk membayar gaji karyawan

“Ya kalau bangkrut sih nggak lah. Mudah-mudahan nggak,” kata SVP Kerjasama Strategis dan Kelembagaan Pos Indonesia, Pupung Purnama.

“Harus didoakan jangan (bangkrut) lah,” tambahnya kepada detikFinance, Minggu (21/7/2019).

Pupung juga mengonfirmasi soal peminjaman uang ke bank untuk membayar tunggakan gaji karyawan.

“Benar kita meminjam uang ke bank, itu benar adanya ya, ya memang ada (pinjaman uang untuk bayar gaji karyawan),” kata Pupung. “Memang situasinya ya, situasinya lagi susah.”

Pada awal Februari 2019, sekitar 1.200 karyawan PT Pos yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pos Indonesia Kuat Bermartabat (SPPI-KB) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Regional IV DKI Jakarta. Mereka menuntut jajaran direksi untuk mundur dari kursi kepemimpinan.

Mereka menganggap jajaran direksi tak mampu mengelola perusahaan dengan baik. Selain gaji yang terlambat, disparitas gaji antara level direksi dengan pimpinan kantor cabang terlalu jauh perbedaannya.

PT Pos memiliki sekitar 30 ribu lebih pegawai di seluruh Indonesia dengan gaji di bawah Rp4 juta.

“Di PT Pos yang enak-enak itu para vice president dan senior vice president. Gaji mencapai Rp 40 jutaan sebulan. Di bawah, rata-rata Rp 4 jutaan yang berkeringat dan banting tulang. Itu pelaksana yang hidupnya pas-pasan,” keluh seorang pengunjuk rasa dikutip CNBC Indonesia.

Sejak 2018, PT Pos berjuang mempertahankan eksistensinya di tengah gempuran bisnis sejenis berbasis teknologi. Bahkan sejak awal tahun 2000-an, kerugian demi kerugian dialami PT Pos.

Bisnis persuratan sudah jauh menurun seiring perkembangan teknologi informasi. Di sektor jasa layanan keuangan, dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhir 2014 bahwa semua orang bisa jadi agennya bank, PT Pos pun menjadi kehilangan dominasinya.

Dulu, di masa kejayaannya, PT Pos sempat berjaya hingga ke pelosok desa. Produk jasa kirim dan terima surat, wesel dan telegram, sangat berperan. Seiring dengan perkembangnya teknologi, keberadaan PT Pos mulai terpinggirkan.

Berikut ini beberapa kutipan cuitan netizen di Twitter seputar isu PT Pos bangkrut.

  • “Saya yakin ada yg salah dgn manajemennya, krn kalo diliat dr faktor lokasi, pt pos udah ada sampai pelosok terpencil pun, masak kalah sama brnad yg baru lahir kmrn.”
  • PT POS pegawainya 40 puluhan ribu, untuk gaji 3 jutaan saja 120 M sebulan. Lawannya Tiki, JNE yang sistemnya bagi komisi dengan agen–agennya. Organisasi lebih ramping. Pegawai tetapnya sedikit. Jelas, secara postur PT Pos ini sudah ketinggalan jaman.”
  • JNE nggak mau akuisisi PT POS kah? Kasian ni harus ngutang sana sini buat bayar gaji pegawai.
  • Disaat perusahaan2 kurir makin menjamur seiring dng meningkatnya industri online shop, harusnya PT POS INDONESIA bisa jd leadernya bukan malah ngap2an.

 

PT Pos

Related Post

Leave a reply