Ironi dan Kontroversi Mobil Baru Menteri

40 views
Toyota Crown Mobil Baru Menteri

Toyota Crown Mobil Baru Menteri.*

Reaktor.co.id — Di tengah maraknya PHK pekerja/buruh dan banyaknya pekerja yang telat gajian, menteri-menteri di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo periode 2019-2024 bakal dibekali mobil baru.

Mobil baru yang akan menemani para menteri pembantu Jokowi saat berdinas ialah Toyota Crown 2.5 HV G-Executive.

Total anggaran sebesar Rp 152.540.300.000 sudah disiapkan pemerintah untuk pengadaan mobil baru untuk para menteri di bawah kabinet pimpinan Jokowi.

Dikutip dari laman resmi Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), pemerintah telah melakukan Pengadaan Kendaraan Menteri Negara/Pejabat Setingkat Menteri. Pengadaan ini sudah dimulai pada 19 Maret 2019 dan kini lelang tender tersebut sudah selesai.

PT Astra International menjadi pemenang tender pengadaan mobil dinas menteri. Ada 101 unit Toyota Crown 2.5 HV G-Executive yang akan disediakan dan disalurkan dealer Auto2000. Total nilai untuk pengadaan ini sebesar Rp147,299 miliar.

Pengadaan mobil baru buat para menteri ini menuai kontroversi. Sebagian menyebutkan, mobil baru untuk para menteri merupakan hal wajar karena mobil dinas yang ada sudah rusak atau tidak layak.

Namun, anggota Komisi II DPR Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto meminta Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi terlebih dahulu pengadaan mobil dinas menteri. Menurutnya, hal tersebut bukan merupakan kebutuhan yang mendesak.

“Saya kira Pak Presiden perlu mengevaluasi kebijakan itu, tapi kalau misalkan benar-benar dibutuhkan ya kita serahkan ke Pak Jokowi, tapi saya optimis Pak Jokowi akan membatalkan itu,” ujar Yandri dikutip Republika, Rabu (21/8/2019).

Kritik juga dikemukakan politisi partai Demokrat, Roy Suryo. Menteri Pemuda dan Olahraga di era Pemerintahan SBY menyatakan setuju dan tidak setuju atas rencana tersebut.

Melalui akun Twitter-nya di @KRMTRoySuryo2, Roy Suryo mencuitkan dua hal.

Dia setuju jika untuk alasan keamanan dan keselamatan kepala negara sekaligus simbol negara, Istana membeli kendaraan dinas baru Mercedes-Benz S600 Guard yang bersertifikasi ERV-2010 untuk Presiden dan Wakil Presiden.

Namun, Roy tidak setuju jika Istana juga membeli mobil dinas baru untuk menteri. Menurut Roy, untuk mobil dinas menteri, cukup dengan cara menyewa atau rental saja, daripada membeli yang baru.

“Tweeps, Saya memang berbeda sikap utk Mobil Dinas (baru) Presiden/Wapres & Menteri2-nya,” tulis Roy Suryo.

“Kalau RI-1/RI-2 , karena melekat Simbol Negara & Alasan Keamanan, Layak dibeli MB S600 Guard yg bersertifikasi ERV-2010 tsb. Namun utk Para Menteri sebaiknya tetap digunakan sistem Rental saja,” tulisnya.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan heran dengan ramainya perbincangan tentang pembelian mobil dinas baru bagi jajaran menterinya.

Menurut Tjahjo, tak masalah pemerintah membeli mobil dinas baru asal pengadaannya sesuai dengan prosedur.

“Kenapa pembelian mobil baru dinas menteri dipersoalkan, yang penting semua prosedur sudah dilalui sesuai mekanisme yang ada baik tender secara terbuka dan penganggaran terbuka disetujui DPR,” ujar Tjahjo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/8/2019).

Tjahjo malah bercerita soal mobil dinasnya yang kerap mogok dan terpaksa ia menumpang mobil pengawalnya. Menurut Tjahjo, mobil dinas yang ia tumpangi kerap mogok karena usianya yang sudah memasuki 10 tahun.

Mobil dinas yang dipakai para menteri Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo periode saat ini merupakan hasil pengadaan yang dilakukan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2009 lalu.

“Sudah 10 tahun jadi mobil dinas, mobil dinas Crown yang saya pakai masih bisa jalan dan dipakai, walau saya sering turun di jalan pindah ke mobil patwal karena mendadak mogok di jalan,” jelas Tjahjo.

Pengadaan mobil baru menjadi ironi jika dikaitkan dengan ucapan Presiden Joko Widodo yang mengingatkan jajarannya untuk lebih efisien dalam menggunakan anggaran.

“Saya ingatkan kepada jajaran eksekutif agar lebih efisien,” kata Jokowi saat pidato kenegaraan 16 Agustus 2019 di depan para wakil rakyat.

Jokowi menegaskan realisasi anggaran bukan diukur dari seberapa banyak anggaran yang telah dibelanjakan. Tetapi diukur dari seberapa baik pelayanan kepada masyarakat, seberapa banyak kemudahan diberikan kepada masyarakat.

“Anggaran negara harus sepenuhnya didedikasikan untuk rakyat,” kata dia.

Namun, keinginan Jokowi untuk berhemat ini tampak berseberangan dalam realitasnya. Sebab, pemerintah sedang dalam proses pengadaan mobil baru buat presiden, wakil presiden, dan menteri kabinet Jokowi-Ma’ruf  2019-2024.

Pemenang tender pun sudah ada, PT Astra International Tbk (Astra), yang memberikan harga penawaran Rp 147,23 miliar.*

 

Mobil Baru Menteri Toyota Crown

Related Post

Leave a reply