Industri Otomotif Peduli Banjir, Beri Layanan Khusus Konsumen

238 views

Kondisi tanah air beberapa bulan kedepan banyak dilanda banjir. Akan banyak mobil yang menjadi korban. Dari yang terendam hanya sebatas ban, hingga terseret derasnya arus banjir. Industri otomotif membuat program peduli banjir untuk konsumen, karyawan, hingga masyarakat berupa layanan khusus.

Reaktor.co.id – Layanan khusus yang diberikan meliputi Layanan Panduan Teknisi, Layanan Kunjungan Teknisi, Layanan Home Service (untuk konsumen yang membutuhkan servis di rumah), Layanan towing (derek) gratis (untuk kendaraan terdampak banjir untuk dibawa ke bengkel resmi terdekat).

Banjir yang menggenangi sebagian besar Pulau Jawa, terutama di kawasan Jakarta dan sekitarnya, selama ini belum berdampak negatif terhadap aktivitas industri otomotif.

Dikutip Gaikindo, Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih mengkalkulasi dampak dari banjir tersebut terhadap proses produksi.

Dia menjelaskan bahwa banjir sejatinya tidak akan berpengaruh secara langsung ke pabrik TMMIN yang berada di Sunter (Jakarta Utara) dan di Karawang (Jawa Barat). Namun, banjir akan memengaruhi sisi tenaga kerja dan logistik untuk pengiriman barang.

“Sedang di data dampaknya. Banyak yang terkena permukiman karyawan yang di pinggir kali atau sungai. Jalur logistik juga terganggu banjir. Pasti berdampak tapi mungkin tidak terlalu siginifikan karena pabrik banyak yang masih libur,” katanya.

Meski masih memperhitungkan dampak tersebut, dia menyatakan TMMIN akan tetap beroperasi dan memulai kembali proses produksi mulai Kamis 2 Januari 2020. Sejauh ini, dia mengatakan bahwa TMMIN belum berencana menghentikan proses produksi untuk sementara waktu.

“Pada 2006 kami pernah berhenti produksi, kalau tidak salah selama 3 hari karena banjir besar di Jakarta. Tapi sejauh ini kami belum ada rencana ke arah sana (menghentikan produksi0,” katanya.

Mengutip laman resmi perseroan, saat ini TMMIN memiliki lima pabrik di Indonesia, dua di Sunter dan tiga di Karawang. Berdasarkan data per 1 Januari 2019, TMMIN mempekerjakan sekitar 8.100 tenaga kerja, dengan 99 persen di antaranya merupakan tenaga kerja lokal.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) total produksi mobil Toyota sepanjang Januari – Oktober 2019 mencapai 434.473 unit. Jumlah produksi ini termasuk pula mobil Toyota yang diproduksi di PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Tawarkan Mobil Derek Gratis

Menghadapi bencana banjir tentunya banyak mobil yang menjadi korban. Dari yang terendam hanya sebatas ban, hingga terseret derasnya arus banjir. Hal ini menimbulkan keprihatinan dari banyak pihak. Salah satunya adari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), agen pemegang merek Suzuki di Indonesia.

SIS melalui program “Suzuki Peduli Banjir” menawarkan bantuan penanganan untuk para pelanggan setia Suzuki yang kendaraan roda empatnya terkena musibah ini. Seluruh layanan tersebut dapat diakses melalui Layanan Halo Suzuki (0800 1100 800).

Layanan khusus yang diberikan meliputi Layanan Panduan Teknisi, Layanan Kunjungan Teknisi, Layanan Home Service (untuk konsumen yang membutuhkan servis di rumah), Layanan towing (Derek) gratis (untuk kendaraan terdampak banjir di wilayah Jabodetabek untuk dibawa ke bengkel resmi Suzuki terdekat), gratis pemeriksaan 23 item (Free Check-up Campaign) untuk tiap mobil yang masuk ke bengkel resmi Suzuki.

Head of Service PT SIS (Riecky Patrayudha) mengatakan bahwa Suzuki siap untuk memberikan layanan terbaik, termasuk dengan towing gratis dan servis di rumah (home service). “Layanan towing gratis berlaku hingga 15 Januari 2020,” kata Riecky dalam keterangan tertulis seperti dikutip Tempo.

Lolos Berkat Posisi Air Intake

Kepala Departemen Service Astra Isuzu (Anjar Kisworo) menjelaskan ihwal Isuzu Panther yang menjadi perbincangan selama Jabodetabek dilanda banjir. Selain karena posisi air intake (saluran udara menuju ruang bakar mesin), sejumlah komponen mobil ini juga diklaim memiliki kemampuan adaptif terhadap berbagai kondisi jalan dan cuaca.

Pertama, kata dia, mesin Panther menggunakan direct-injection diesel 4JA1-L dengan suplai turbo charger. Mesin itu diklaim tangguh dan andal melibas berbagai kondisi jalan, termasuk saat banjir. Kerja mesin diesel juga disebut relatif lebih tangguh dari mesin bensin.

“Sistem pembakaran mesin diesel tak memerlukan pengapian sehingga membuat sistem kelistrikan tak sekompleks mesin bensin yang memelukan sistem busi, yang membuatnya lebih rawan terkendala dengan air,” ujar Anjar dalam keterangan pers pada 3 Januari 2020 dikutip Tempo.

Adapun posisi mesin, air intake, dan sejumlah komponen setiap merek dan tipe unit bisa saja berbeda-beda. Namun khusus untuk Panther, letak air intake dan baterainya cukup tinggi, sehingga udara masuk tak mudah menyedot air. “Posisi saringan udara juga tinggi dan sistem sealed kelistrikannya bagus. Jadi saat mobil berjalan di air akan sulit masuk ke fender dan ruang mesin,” katanya.

Meski demikian, Anjar menyarankan agar pengguna mobil tetap berupaya menghindari daerah banjir. Sebab ada banyak faktor eksternal yang dapat menimbulkan kerusakan atau kemacetan kerja sejumlah komponen mobil. “Misalnya lubang jalan yang tak terlihat, arus air deras, gelombang, dan cipratan air yang dapat menimbulkan kerusakan lain,” katanya.

Sebelumnya, Technical Advisor Isuzu Astra (Indarto) menjelaskan secara teknis, bahwa selama batterai dan jalur kelistrikan tidak korsleting, serta air intake tak kemasukan air, maka mobil akan tetap bisa berjalan. “Secara teknis, letak air intake Panther membuat aliran air cenderung terbelah dan terdorong ke depan,” katanya.

Sayangnya, Isuzu Panther hingga saat ini belum ada kejelasan apakah akan diremajakan atau disuntik mati. Dalam berbagai kesempatan, Isuzu Indonesia tak bersedia menjawab pertanyaan mengenai masa depan mobil yang pernah menjadi rival kuat Toyota Kijang Innova beberapa tahun lalu. (TS).*

industri otomotif layanan pelanggan peduli banjir

Related Post

Leave a reply