Industri Logam Dasar Baru Bakal Dibangun di KB Takalar Sulsel

94 views

Kawasan industri Takalar, Sulsel

Reaktor.co.id – Dewasa ini, di seluruh Indonesia ada sekitar 1.350 Kawasan Berikat. Kawasan Berikat bakal bertambah lagi menyusul penilaian Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bahwa Kawasan Industri Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, akan menjadi Kawasan Berikat.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (Dirjen KPAII) Kemenperin, Doddy Rahadi, mengatakan, pihaknya telah meninjau lokasi pembangunan kawasan industri tersebut. Calon investornya sudah ada yakni dari Malaysia dan China, pengembangnya ada, dukungan dari pemerintah pusat dan daerah pun ada.

“Kekayaan sumber daya alam di Takalar ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Kami optimis potensi ini bisa jadi kenyataan. Kami pun ingin Kabupaten Takalar selangkah lebih maju dari daerah lain,” ungkap Doddy, dalam keterangan resmi yang diterima reaktor.co.id, Sabtu (14/9/2019).

Manajemen PT Kawasan Berikat Nusantara menyebutkan, telah disediakan 750 hektar dari target seluas 1.000 hektar lahan untuk pembangunan Kawasan Berikat Takalar ini. Tak kalah pentingnya juga, Kawasan Berikat Takalar diproyeksi mampu menyerap 15.000 tenaga kerja.

Kawasan industri Takalar yang berjarak 25 km dari pelabuhan membuat ketersediaan air industri melimpah. Kawasan industri Takalar dilengkapi juga kawasan pantai dan waterfront.

Pelabuhan Takalar

Direncanakan, kawasan industri Takalar menjadi sentra produksi industri pengolahan aluminium dan pengolahan tembaga. Industri pengolahan aluminium mencakup industri ekstrusi aluminium yang dipakai sebagai komponen konstruksi, aluminium alloy yang umumnya digunakan dalam industri otomotif, serta aluminium wire untuk kabel listrik.

Adapun produk industri pengolahan tembaga umumnya dipakai untuk produksi komponen berbahan kuningan dan kabel listrik bawah tanah.

Dikutip dari situs kemenperin, Peraturan Pemerintah (PP) No. 23 Tahun 1986 tentang Kawasan Berikat mendefinisikan Kawasan Berikat (bonded zone) sebagai suatu kawasan dengan batas-batas tertentu dalam wilayah pabean Indonesia yang mendapat perlakuan khusus di bidang pabean.

Perlakuan khusus itu di antaranya barang yang dimasukkan dari luar daerah pabean atau dari dalam daerah pabean RI lain tidak dikenai bea dan cukai atau pungutan negara lainnya, sampai barang tersebut dikeluarkan untuk tujuan impor, ekspor, atau reekspor (diekspor kembali).

Kawasan Berikat dikelola oleh PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero). Bisnis PT KBN adalah mengelola kawasan industri baik yang berstatus kawasan berikat (Export Processing Zone) maupun non berikat. PT KBN adalah perusahaan pengelola kawasan industri yang berkantor pusat di Cilincing, Jakarta Utara. Saham perusahaan ini dimiliki Pemerintah Republik Indonesia dan Pemprov DKI Jakarta.

Kawasan Berikat Nusantara (Persero) didirikan, berdasarkan PP No. 23 Tahun 1986, hasil penggabungan antara PT Bonded Warehouse Indonesia dan PT Sasana Bhanda. Pada 1990 melalui PP No. 31 tahun 1990 Pemerintah melikuidasi PT. Pusat Perkayuan Marunda (Persero) dan digabungkan dengan PT KBN,

Sejak saat itu pemegang saham PT KBN terdiri dari Pemerintah Pusat (88,7%) dan Pemerintah Daerah Propinsi DKI Jakarta (11,3%). Tahun 1994 melalui PP No. 38 tahun 1994 menerima hasil likuidasi PT. Pengelola Kawasan Berikat Indonesia (PKBI) ke dalam PT KBN.

Wikipedia menuliskan, pengertian kawasan berikat adalah wilayah tertentu di dalam daerah pabean Indonesia yang merupakan salah satu prasarana penunjang pengembangan ekonomi dengan menggunakan lokasi tersebut untuk meningkatkan industri pengolahan berorientasi ekspor yang mendapat insentif khusus yaitu pembebasan bea masuk dan pungutan negara lainnya. Fasilitas lain yang diberikan oleh pemerintah kepada investor di KBN bahwa 50% dari hasil produksinya dapat dipasarkan di dalam negeri serta investor asing dapat memiliki saham 100%. (AF)*

industri logam kawasan berikat kawasan idustri takalar reaktor

Related Post

Leave a reply