Indosat Lakukan PHK Ilegal, PKB “Ditabrak”

305 views

Total pendapatan PT Indosat Tbk (ISAT) yang tahun lalu mencapai Rp 18,85 triliun ternyata tidak mampu mengelola SDM perusahaan yang hanya berjumlah 3.700 orang. Daya serap tenaga kerja yang sedikit itu saat ini justru semakin dikurangi dengan cara melakukan PHK ilegal.

Reaktor.co.id – Kondisi ketenagakerjaan di Indonesia saat ini penuh dengan salah urus dan cenderung tidak mampu menyerap tenaga kerja yang optimal. Mestinya untuk ukuran Indosat, perusahaan ini mampu menyerap tenaga kerja hingga puluhan ribu orang. Karena pada saat ini ekonomi digital dan konektivitas masyarakat tengah berkembang pesat.

Ketidakpedulian manajemen untuk menciptakan lapangan kerja bagi anak bangsa merupakan ironi yang tiada tara. Inilah salah satu malapetaka jika BUMN sahamnya telah dijual ke pihak asing.

Mengenai PHK kepada 677 karyawan Indosat bulan ini, dan kemungkinan akan bertambah lagi pada bulan berikutnya, Serikat Pekerja (SP) Indosat menyesalkan keputusan ISAT yang secara sepihak melakukan pemutusan tanpa ada perundingan internal terlebih dahulu.

Presiden Serikat Pekerja Indosat R. Roro Dwi Handayani mengatakan, SP Indosat menyesalkan keputusan ini karena tidak dirundingkan dan disepakati secara tertulis, padahal Undang-undang dan PKB yang berlaku di Indosat mewajibkan adanya perundingan dan kesepakatan tertulis jika perusahaan ingin melakukan PHK. “Jadi yang dilakukan Indosat ini adalah program PHK Ilegal,” tutur Roro dalam siaran pers pada Sabtu, (15/2).

Lanjut Roro, proses PHK pun terbilang singkat, karyawan hanya diberi waktu kurang lebih empat jam untuk menandatangani formulir kesediaan PHK.

“Kami menyesalkan buruknya komunikasi dan perlakuan perusahaan kepada seluruh karyawan, khususnya kepada yang terkena dampak keputusan ini. Karyawan diminta untuk menandatangani form kesediaan PHK jika ingin mendapatkan benefit yang maksimal,” katanya.

Pasalnya, menurut Roro bila menunda-nunda penandatanganan surat ketersediaan PHK itu, nilai pesangon yang diterima karyawan bisa berkurang dari yang dijanjikan menjadi hanya senilai pesangon yang ditetapkan dalam Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Benefit akan terus menurun setiap beberapa hari, hingga sampai seminggu benefit hanya senilai ketentuan pesangon pada UUK 13/2003, jadi PHK ini bersifat pemaksaan, karena meski berupa penawaran, namun bagi yang menolak nantinya akan tetap diproses PHK melalui pengadilan,” paparnya.

Menurutnya, penawaran PHK terjadi sebab perusahaan tersebut kini tengah fokus melakukan pengalihan pekerjaan dan perampingan organisasi.

“Diperkirakan hal tersebut terkait dengan rencana perusahaan untuk melakukan pengalihan pekerjaan di fungsi Network Operation, dan perampingan organisasi,” ungkap Roro.

Ahmad Al-Neama (Foto MI)

Perubahan Vital

PT Indosat Tbk (ISAT) mengumumkan rencana penawaran pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sebanyak 677 karyawan dengan alasan PHK bertujuan agar bisnis ISAT lebih lincah.

Director & Chief of Human Resources ISAT Irsyad Sahroni mengungkapkan, perubahan organisasi yang dirancang untuk menjadikan bisnis lebih lincah sehingga lebih fokus kepada pelanggan dan lebih dekat dengan kebutuhan pasar.

“Kami akan terus melanjutkan strategi tiga tahun untuk bertransformasi menjadi perusahaan yang lebih lincah dan terpercaya. Hari ini kami telah mengumumkan langkah baru untuk menyesuaikan organisasi kami dengan perubahan kebutuhan pasar,” Ungkap Irsyad dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (15/2) dikutip Kontan.

Mengomentari dampak pengumuman ini, Irsyad menambahkan, pihaknya telah mengkaji secara menyeluruh semua opsi, hingga pada kesimpulan bahwa pihaknya harus mengambil tindakan yang sulit ini, namun menurut Irsyad sangat penting bagi ISAT untuk dapat bertahan dan bertumbuh.

Irsyad juga mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah yang fair sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mengomunikasikan langsung secara transparan kepada setiap karyawan baik yang terkena dampak maupun yang tidak, serta memberikan paket kompensasi yang jauh lebih baik dari yang dipersyaratkan oleh undang-undang bagi karyawan yang terkena dampak.

“Per tanggal 14 Januari kemarin, dari 677 karyawan yang terdampak, lebih dari 80% telah setuju menerima paket kompensasi ini dan kami juga menjalin kerja sama dengan mitra Managed Service untuk memberi kesempatan bagi mereka agar tetap dapat bekerja di mitra kami tersebut,” tutur Irsyad.

Dalam pengumuman kepada karyawan Jumat kemarin, President Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama juga menyampaikan tiga perubahan vital terhadap bisnis Indosat Ooredo.

Pertama, memperkuat tim regional agar lebih cepat mengambil keputusan dan lebih dekat dengan pelanggan. Kedua, dengan pengalihan penanganan jaringan ke pihak ketiga, penyedia jasa Managed Service, sejalan dengan praktik terbaik di industri.

Ketiga, rightsizing organisasi, menambah SDM untuk meningkatkan daya saing dan meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan, serta merampingkan SDM di beberapa fungsi bisnis.

Perlu diketahui, melihat data laporan keuangan per September 2019 atau 9 bulan, perseroan masih menderita rugi bersih Rp 284,59 miliar, menyusut 82% dari rugi bersih sebelumnya Rp 1,54 triliun.
Rugi bersih yang berhasil ditekan itu terjadi seiring dengan pendapatan perusahaan yang naik pada periode tersebut.

Total pendapatan ISAT pada periode tersebut naik 12,40% menjadi Rp 18,85 triliun dari sebelumnya Rp 16,77 triliun. Pendapatan terbesar dari bisnis selular naik menjadi Rp 15,08 triliun dari sebelumnya Rp 13,18 triliun.

Mengacu laporan keuangan per September 2019, Grup Indosat yang dipimpin oleh Ahmad Abdulaziz AA Al-Neama ini mempunyai sekitar masing-masing 3.697 dan 3.700 karyawan (tidak diaudit), termasuk karyawan tidak tetap, pada September 2019 dan 31 Desember 2018.  (TS).*

PHK di PT Indosat Tbk PHK ilegal Indosat Ooredoo

Related Post

Leave a reply