Indiskop : Gedung Bioskop sekaligus Ruang Budaya dan Tempat Usaha

127 views

Bioskop rakyat telah hadir dengan nama Indiskop. Kehadirannya membuka lapangan kerja baru sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi untuk sektor ekonomi kreatif dan UMKM. Karena di bioskop rakyat ini disediakan tempat untuk berjualan bagi para UMKM.

Reaktor.co.id – Indiskop telah resmi dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pasar Teluk Gong (09/10/2019). Ini merupakan babak baru, bioskop rakyat kembali hadir di Jakarta. Indiskop menjadi wahana bagi masyarakat Jakarta untuk bisa menonton di bioskop dengan harga yang terjangkau.

Gubernur Anies menyatakan bahwa Ini sebuah babak baru untuk membangun kesetaraan. “Ini penting sekali, supaya warga Jakarta bisa memiliki ruang interaksi. Dengan adanya ruang interaksi, perasaan kebersamaan dan kedekatan itu akan muncul lewat tempat-tempat seperti ini,” kata Anies lewat akun sosial media.

Eksistensi Indiskop ini memberikan akses dan memperluas kesempatan menonton film bagi masyarakat menengah ke bawah. Serta turut memberikan kesempatan bagi film Indonesia agar bisa makin dinikmati oleh masyarakat secara lebih luas.

Bioskop ini adalah hasil kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta melalui Perumda Pasar Jaya dengan PT. Kreasi Anak Bangsa (Keana Films-Production) dan Badan Ekonomi Kreatif Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf). Bioskop rakyat yang berada di Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara ini berkonsep “Edusinema, Ruang Kreatif, Kuliner Indonesia”.

Pemprov DKI Jakarta akan terus berkolaborasi bersama para pemangku kepentingan, untuk menghadirkan Bioskop Rakyat Indiskop lainnya di tiap wilayah Ibu Kota Jakarta.

Karena Pasar Jaya saat ini memiliki 153 pasar di berbagai lokasi strategis Jakarta, dengan pengunjung harian sekitar 1-2 juta orang. “Kita akan terus mendorong hadirnya bioskop rakyat ini, terutama di tempat-tempat di mana tantangan sosial ekonominya tinggi. Bila di Jakarta bisa dikerjakan InsyaAllah bisa jadi contoh di tempat lainnya,” ujar Anies.

Film Nasional dan Rumah Budaya

Film merupakan produk bernilai tambah tinggi hasil kolaborasi berbagai jenis seni dan sinergi antar profesi. Kondisi keberagaman di negeri ini adalah potensi besar bagi dunia film yang perlu sentuhan daya kreatifitas sehinga menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi.

Keragaman budaya adalah zamrud katulistiwa yang tidak pernah habis jika dijadikan produk yang bernilai ekononi. Kini film nasional mulai menggeliat. Saatnya pemerintah menjadikan gedung bioskop sebagai rumah budaya yang berfungsi sebagai sarana hiburan, tempat kuliner dan juga menjalankan fungsi penguatan pendidikan dan kebudayaan.

Gedung bioskop mestinya tidak sekedar tempat menonton film. Perlu memperluas fungsi gedung bioskop menjadi pasar dan pelatihan industri kreatif utamanya produk seni dan budaya.

Ekonomi kreatif akan terus tumbuh dan menimbulkan lapangan kerja yang luas. Untuk itu dibutuhkan tiga aspek yakni daya imajinasi, kreatifitas dan inovasi. Jika ketiganya ditumbuhkan bisa menumbuhkan industri kreatif dengan cepat.

Film nasional yang menggambarkan sisi kepribadian bangsa dan keragaman budaya mulai mendapatkan tempat di hati khalayak. Pemerintah perlu mengembangkan SDM kreatif bidang film yang memiliki kompetensi kelas dunia.

Kini SDM kreatif sektor perfilman menjadi soft power dalam mengembangkan nilai-nilai seni budaya bangsa dan menghasilkan nilai tambah ekonomi secara signifikan. Tidak bisa dimungkiri film merupakan pembangkit imajinasi sosial yang hebat. Film juga memberikan gambaran potensi akal manusia yang tidak terbatas sehingga mampu membentuk imajiansi dan fantasi.

SDM film nasional sebaiknya juga menekankan potensi indigenous knowledge di negeri ini. Potensi tersebut hingga kini belum terkelola secara baik dan perlu didokumentasikan lewat film.

Science and Development Network di London telah mendefinisikan Indigenous Knowledge sebagai pengetahuan yang unik dalam suatu kebudayaan atau masyarakat tertentu. Cara terbaik untuk mengelola indigenous knowledge yang efektif adalah dengan solusi teknologi informasi terkini termasuk lewat film dokumenter maupun film bioskop.

Film merupakan industri kreatif yang memiliki prospek luar biasa serta dapat membuka lapangan kerja yang luas. Berbagai bidang profesi dan keilmuan berkolaborasi mendukung industri film. Pemerintah memiliki kewajiban untuk mengembangkan SDM industri kreatif tersebut sehingga tumbuh dan memiliki nilai tambah yang lebih baik. (TS).*

Bioskop Rakyat Indiskop Film Nasional pekerja film

Related Post

Leave a reply