IGDS : Mencetak Pekerja Industri Kreatif dengan Produk Desain Terbaik

114 views

Produk industri yang mampu bersaing secara global adalah produk yang mengedepankan nilai-nilai inovatif, kreatif, berkualitas, dan orisinal, yang salah satunya dapat direpresentasikan dalam suatu desain. Artinya, desain merupakan elemen penting yang mampu memberikan nilai tambah suatu produk, baik dari sisi penampilan maupun fungsi.

Penyerahan penghargaan IGDS Award 2019

Reaktor.co.id – Industri kreatif adalah pilar perekonomian bangsa dimasa depan. Semua bangsa sangat serius mewujudkan ekosistem industri kreatif dan mencetak pekerja kreatif unggulan sebanyak mungkin. Para pekerja kreatif sebaiknya tersebar hingga perkampungan, agar terwujud kampung kreatif yang menghasilkan produk dengan desain yang baik.

“Dengan terciptanya ekosistem tersebut, tentunya akan memacu desainer untuk menghasilkan produk-produk berkualitas dan inovatif dengan desain yang menarik, sehingga juga dapat meningkatkan citra positif produk Indonesia di pasar domestik dan ekspor,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Indonesia Good Design Selection (IGDS) Award 2019 di Jakarta, Senin (14/10).

Tim juri IGDS 2019 berasal dari perwakilan asosiasi terkait, praktisi desain produk, pemerhati tren pasar, serta perwakilan Kemenperin. IGDS Award merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pemberian Penghargaan Desain Terbaik Indonesia yang ditujukan bagi para desainer yang berkontribusi dalam peningkatan kualitas produk industri nasional.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong terciptanya ekosistem industri kreatif di dalam negeri. Sebab, sektor kreatif yang mayoritas berbasis industri kecil dan menengah (IKM) ini mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Salah satu upaya strategis yang dilakukan Kemenperin adalah menggelar ajang IGDS, yang tahun ini mengusung tema “Indonesian Design Goes Global”. Tujuannya untuk menantang para desainer produk-produk industri dalam negeri agar bisa kompetitif di kancah internasional.

“Kami sangat mengapresiasi, karena tahun ini sebanyak 333 produk yang terdaftar, atau naik jumlahnya hingga 37% dibanding tahun sebelumnya. Dari total tersebut, terus diseleksi dan yang dapat memenuhi syarat menjadi 325 produk, kemudian jadi 172 produk, hingga menjadi 20 finalis,” ungkap Airlangga.

Menurut Menperin, era perdagangan bebas telah menimbulkan persaingan antara produk dalam negeri dengan produk-produk dari negara maju maupun negara berkembang. Dalam persaingan global saat ini, maka tidak ada kata lain selain daya saing yang harus terus ditingkatkan.

Menperin pun menyampaikan, produk yang mampu bersaing secara global adalah produk yang mengedepankan nilai-nilai inovatif, kreatif, berkualitas, dan orisinal, yang salah satunya dapat direpresentasikan dalam suatu desain. Artinya, desain merupakan elemen penting yang mampu memberikan nilai tambah suatu produk, baik dari sisi penampilan maupun fungsi.

“Dengan desain yang baik (good design), suatu produk akan memiliki daya saing dan daya tarik yang lebih baik di mata konsumen. Tadi saya melihat ada desain baru untuk sepatu sepak bola. Mudah-mudahan, desain sepatu sepak bola yang bagus itu akan mengantarkan tim Indonesia lolos Pra Piala Dunia,” tuturnya.

Airlangga optimistis, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Sebab, didukung dengan keragaman budaya dan sumber daya manusia yang terampil. “Ini menjadi peluang untuk masa depan, yang perlu kita rebut. Apalagi ditopang dengan pemanfaatan teknologi modern seiring bergulirnya era industri 4.0,” tandasnya.

Berdasarkan Survei Khusus Ekonomi Kreatif yang dilakukan oleh BPS dan Bekraf, produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif naik setiap tahunnya, di mana PDB ekonomi kreatif tahun 2018 diperkirakan mencapai Rp1.105 triliun atau naik sebesar 10% dibanding tahun sebelumnya, dengan kontribusi terbesar pada subsektor kuliner (41,69%), fesyen (18,15%) dan kerajinan (15,70%).

Praktisi desain produk

Peningkatan juga terjadi pada aspek serapan tenaga kerja. Menurut data tahun 2017, sebanyak 16,91 juta orang bekerja di sektor ekonomi kreatif, naik sebesar 5,95% jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Nilai ekspor sektor ekonomi kreatif juga cukup menjanjikan, yaitu mencapai USD19,99 miliar atau berkontribusi 13,77% dari nilai ekspor nasional dengan tiga negara tujuan ekspor utama, yaitu Amerika Serikat (31,72%), Jepang (6,74%), dan Taiwan (4,99%).

“Membangun sumber daya manusia yang unggul merupakan fokus pemerintah saat ini dalam mewujudkan Indonesia menjadi negara maju. Hal ini sebagai pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, di mana SDM yang kompeten berperan penting dalam pembangunan daya saing industri nasional,” papar Menperin.

Kampung kreatif Dago Pojok

Kampung Kreatif

Semua pihak perlu mendorong terwujudnya kampung kreatif yang notabene merupakan entitas UMKM industri kreatif. Kampung kreatif membutuhkan konsultan yang bisa membantu memperbaiki aspek desain, proses produksi, pengemasan dan media digital sebagai penetrasi pasar yang efektif. Sudah saatnya mengembangkan industri kreatif berbasis kelurahan/desa yang mengemukakan prinsip eco product dan meningkatkan nilai tambah.

Konsultan kampung kreatif sebaiknya memberikan pengetahuan praktis terkait desain industri. Sehingga produk yang dihasilkan mengandung nilai seni terapan yang meliputi faktor estetika dan kegunaan (usability) yang harus dioptimalisasi agar dapat bersaing.

Peranan desain industri adalah menciptakan dan menerapkan solusi-solusi desain terhadap permasalahan yang ada pada bagian rekayasa ( engineering), faktor penggunaan (usability), pemasaran, pengembangan merek dan penjualan. Pada prinsipnya, desain industri adalah persenyawaan antara rekayasa mekanis dengan seni.

Desainer industri mempelajari fungsi dan bentuk serta relasi antara produk dengan penggunanya. Biasanya desainer industri bekerjasama dengan enjinir dan marketing untuk mengidentifikasi kebutuhan dan harapan konsumen.

Peran penting konsultan kampung kreatif yang lain yakni membantu dalam hal standardisasi kecakapan profesi. Apalagi untuk memasuki pasar global, para desainer membutuhkan standardisasi kelayakan profesi dan pembentukan etika bisnis. Hal ini disebabkan karena ada aspek tertentu di dalam kegiatannya.

Proses kreatif sejak dini

Pemerintah sebaiknya merumuskan kembali pola pengembangan atau stimulus bagi UMKM industri kreatif yang ada di kampung kreatif. Selama ini pengembangan sering mengabaikan aspek desain dan inovasi.

Perlu penguatan aspek Desain Industri. Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri menyebutkan bahwa Desain Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan.

Saat ini dunia tengah memasuki era konseptual atau conceptual age. Era ini dipacu oleh pesatnya perkembangan konvergensi TIK yang sangat menunjang pertumbuhan industri kreatif. Era konseptual ditandai dengan sengitnya kompetisi global untuk menciptakan konten yang menarik dan bernilai tambah tinggi. Dalam era konseptual, konten merupakan raja dari segala bentuk industri kreatif. (TS/HDN/Kemenperin).*

IGDS Award industri kreatif kampung kreatif

Related Post

Leave a reply