Identik dengan Demo, Buruh Bisa Ubah Citra dengan Ngeblog

153 views

Identik dengan aksi demonstrasi, buruh harus mengubah citra. Ngeblog (blogging) bisa menjadi alternatif cerdas dalam menyalurkan aspirasi di era digital.

Blogging

Reaktor.co.id — Buruh/Pekerja identik dengan aksi demonstrasi, unjuk rasa, bahkan aksi mogok. Hari Buruh Internasional  1 Mei alias May Day bisa dibilang selalu diisi dengan aksi demo.

Pekerja turun ke jalan (demo) biasanya jika ada masalah dengan perusahaan dan pemerintah. Seakan-akan “melegitimasi” lirik lagu Bongkar Iwan Fals dalam album Swami I (1989):

Ternyata kita harus ke jalan/ Robohkan setan yang berdiri mengangkang/
Di jalanan kami sandarkan cita-cita/ Sebab di rumah tak ada yang bisa dipercaya/

Turun ke jalan (demo) untuk menyampaikan aspirasi, protes, atau unjuk rasa memang bukan monopoli buruh. Warga negara maju seperti Hong Kong pun memilih turun ke jalan untuk menentang RUU Ekstradisi.

Aksi demonstrasi atau unjuk rasa dipahami sebagai gerakan protes di depan umum dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atau menentang sebuah kebijakan. Massa demonstran memerankan diri sebagai kelompok penekan (pressure group).

Aksi demonstrasi di Indonesia diatur dalam Undang-undang Nomor 9 tahun 1998 tentang Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Pasal 1 ayat 3  menyebutkan, unjuk rasa atau demonstrasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang atau lebih, untuk mengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan dan sebagainya secara demonstratif di muka umum, dengan asas keseimbangan antara hak dan kewajiban, musyawarah mufakat, kepastian hukum dan keadilan, proporsional, serta asas manfaat.

Unjuk rasa merupakan bentuk ekspresi berpendapat yang merupakan hak setiap warga negara yang diatur dalam Undang-undang.

Demonstrasi adalah salah satu cara menyampaikan aspirasi, pikiran, atau pendapat. Cara lainnya adalah lewat tulisan.

Tanpa harus meninggalkan aksi demo, buruh/pekerja bisa menyalurkan hasrat demo yang berkobar dengan blogging. Di blognya, pekerja bisa menuangkan aspirasi, pendapat, keluh-kesah, bahkan “membongkar mafia” di tubuh perusahaan.

Sambil proses membangkitkan kembali media massa buruh berjalan, pekerja/buruh bisa dengan mudah dan gratis membuat blog, sehingga mereka tidak hanya berdemo di jalanan, tapi juga berdemo di blognya masing-masing yang bisa diakses jutan orang di seluruh dunia.

Blog sebagai bagian dari media online di era internet ini menjadi media representatif dalam menyampaikan informasi, aspirasi, pemikiran, dan berbagi. Pekerja/buruh bisa menuliskan atau melaporkan real time aksi demonstrasi yang dilakukan dan diikutinya.

Selain itu, ada peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan lewat blogging dengan memonetisasinya. Setidaknya ada 28 cara menghasilkan uang dari blog, termasuk Google AdSense, endorsement, afiliasi, layanan/jasa, dan menjual produk.

Kekuatan blog para pekerja/buruh akan kian dahsyat jika dibentuk “komunitas blogger pekerja/buruh” dan bersatu dalam satu “media komunitas buruh”.

Pekerja yang ngeblog memiliki nilai tambah tersendiri. Secara tidak langsung, pekerja ngeblog juga telah berperan dalam dunia jurnalistik, creator dan publisher informasi di era media online, bahkan tips dan trik yang ditulisnya di blog akan lebih terpercaya karena ditulis oleh yang berpengalaman dan ahli (profesional).

Ayo pekerja/buruh, ngeblog! Buka saja Blogger atau WordPress untuk membuat blog gratis dan jadikan blog sebagai pendukung perjuangan di jalanan (demo). (Mel).*

 

Blog Buruh Blog Pekerja Blogging Buruh Pekerja

Related Post

Leave a reply