HUT ke-74 : TNI Profesional Kebanggaan Rakyat

90 views

Di usia 74 tahun, Tentara Nasional Indonesia (TNI) semakin dituntut untuk menjadi lebih profesional dan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. Pasal 2 Undang-Undang TNI Nomor 34 Tahun 2004 menyatakan bahwa tentara profesional adalah tentara yang terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dijamin kesejahteraannya, serta mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsip demokrasi, menjunjung tinggi supremasi sipil dan menegakkan hak asasi manusia (HAM), menaati ketentuan-ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi.

Reaktor.co.id – Puncak peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-74 TNI digelar di Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memimpin gladi bersih upacara parade dan defile peringatan HUT ke-74 TNI di Taxy Way Echo Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (3/10).

HUT ke-74 TNI yang jatuh pada 5 Oktober mengangkat tema ‘TNI Profesional Kebanggaan Rakyat’. Berdasarkan pantauan, puluhan Paspampres juga mengikuti gladi resik hari ini. Sebab, Presiden Joko Widodo dan sejumlah pejabat negara dijadwalkan hadir dalam acara tersebut.

Dalam keterangan resmi TNI, jumlah pasukan parade HUT TNI mencapai 6.806 personel, yang terdiri dari Lambang-Lambang Kesatuan 60 personel, Brigade Upacara I/Gabungan 980 personel (Drum Band Taruna Akademi TNI, Batalyon Upacara Pamen, Batalyon Upacara Pama), Brigade upacara II/Taruna Akademi TNI 971 personel (Batalyon Upacara Taruna Akmil, dan Batalyon Upacara Taruna AAL, Batalyon Upacara Taruna AAU),
Selanjutnya, Brigade Upacara III/Gabungan 971 personel (Batalyon Upacara Wan TNI, Batalyon Upacara POM TNI, Batalyon Upacara RDB Satgas Konga), Brigade Upacara IV/TNI AD 971 personel (Batalyon Upacara Kopassus, Batalyon Upacara Kostrad, Batalyon Upacara Kodam Jaya).

Ada pula Brigade Upacara V/TNI AL 971 personel (Batalyon Upacara Bintaxa TNI AL, Batalyon Upacara Tamtama TNI AL, Batalyon Upacara Marinir), Brigade Upacara VI/TNI AU 971 personal (Batalyon Upacara Air Crew, Batalyon Upacara Bintama/Tamtama TNI AU, Batalyon Upacara Paskhas), dan Brigade Upacara VII/Gabungan 971 personal (Batalyon Upacara Bakamla, Batalyon Upacara Aparatur Sipil Negara, Batalyon Upacara Kompi Cadangan).

Sementara itu, sejumlah alutsista juga dikerahkan untuk memeriahkan parade HUT ke-74 TNI, yakni Radar Surveillance 2 unit, Turangga 2 unit, Oerlicon 2 unit, RM 70 Grad 2 unit, IVIRLS 4 unit, Serpa 2 unit, MPCP Mistral 2 unit, Caesar 4 unit, Atlas Mistral 2 unit, Astros 4 unit, Anoa 8 unit, 2 pesawat Boeing 737, 2 pesawat CN 235, dan 2 pesawat F16.

Selain defile dan parade, HUT ke-74 TNI juga akan menyajikan keterampilan prajurit, yakni Kolonel Senapan, Bela Diri Militer, Tari Perang Garuda, Terjun Payung, serta Demo Udara yang terdiri dari Fly Pass, BTU, Tempur Udara, Composite Strike, Jupiter Aerobatic, dan Boms Burs.

Pesawat udara yang dikerahkan dalam rangka HUT tahun ini berjumlah 157 unit yang berasal dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

Komandan Upacara dalam HUT TNI ke-74 yakni, Kolonel Inf Sachono selaku Dirbinsismet Pusterad, Kolonel Mar Y. Rudy Sulistyanto selaku Asops Dankormar, dan Kolonel Pnb Yostariza selaku Asops Kas Kohanudnas.

Tantangan Revolusi Industri 4.0

Saat ini Panglima TNI tengah fokus untuk mengembangkan SDM yang sesuai dengan tantangan era revolusi industri 4.0. Salah satu caranya adalah lewat pendidikan dan kursus reguler bagi kesatuan TNI untuk mengikuti dan menguasai perkembangan bidang teknologi yang menjadi pilar Industri 4.0.

Apalagi Presiden Joko Widodo juga telah mencanangkan strategi Making Indonesia 4.0 yang telah menjadi pedoman bagi seluruh kementerian dan lembaga negara.

TNI yang merupakan alat negara tentunya sangat berkepentignan untuk mengantisipasi secara cepat dan tepat tentang perkembangan global terkait dengan Industri 4.0. Apalagi seluruh alutsista TNI kini serba canggih yang dioperasikan dan dikontrol secara digital.

TNI bersiap menghadapi perkembangan tatanan dunia baru yang diwarnai dengan era revolusi industri 4.0. Dalam era tersebut tentunya kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting karena perkembangan teknologi telah merubah seluruh tatanan strategi militer. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh personel TNI maupun para Taruna-Taruni Akademi Militer.

Menurut konsultan dunia terkemuka Deloitte, bahwa Industri 4.0 mampu meningkatkan tingkat kesiapan operasional militer. Kemajuan dalam teknologi Industri 4.0 sangat membantu organisasi pertahanan negara meningkatkan kesiapan dan keefektifan mereka.

Bermacam alutsista dan infrastruktur militer penunjang kini telah menerapkan dan didukung dengan teknologi Internet of Things (IoT) dan teknologi Big Data.

Teknologi pilar Industri 4.0 itu sangat membantu perencanaan tugas militer, operasi militer maupun untuk efektifitas anggaran militer suatu negara. Dalam laporan terbaru, Deloitte menyatakan bahwa pasukan pertahanan AS mampu meningkatkan kesiapan mereka berkat teknologi Industri 4.0. (TS).*

HUT TNI ke-74 Profesionalitas TNI

Related Post

Leave a reply