Hukum dan Pahala Kurban: Ibadah Utama Idul Adha

124 views

pahala hukum kurban

Reaktor.co.id — Kurban (Qurban, قربن) adalah ibadah khusus umat Islam yang dilakukan pada Hari Raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah. Kurban merupakan amal ibadah utama pada hari raya kedua kaum muslim setelah Idul Fitri ini.

Ibadah kurban merupakan amalan Nabi Ibrahim a.s. sebagai bukti ketaatannya kepada Allah SWT. Ia rela mengorbankan apa saja, putra tercintanya sekalipun, untuk mendapatkan keridhoan Allah SWT.

Ibadah kurban bertujuan mendekatkan diri kepada Allah sehingga mendapatkan keridhoan-Nya, sekaligus bukti keimanan dan ketakwaan.

Secara bahasa, kurban berasal dari bahasa Arab, qoroba, yang artinya “dekat” atau “mendekatkan”. Ibdah kurban disebut juga ‘Udhhiyah atau Dhahiyyah yang secara harfiah berarti “hewan sembelihan.”

Hukum Kurban

Dilansir muslim.or.id, hukum kurban antara wajib dan sunah.

1. Wajib

Pendapat pertama para ulama menyebutkan, kurban hukumnya wajib bagi orang yang berkelapangan atau berkelimpahan rezeki.

Ulama yang berpendapat wajib adalah Rabi’ah (guru Imam Malik), Al Auza’i, Abu Hanifah, Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya, Laits bin Sa’ad, serta sebagian ulama pengikut Imam Malik, Ibnu Taimiyah, dan Ibnu ‘Utsaimin.

Syaikh Ibn Utsaimin mengatakan: “Pendapat yang menyatakan wajib itu tampak lebih kuat dari pada pendapat yang menyatakan tidak wajib. Akan tetapi hal itu hanya diwajibkan bagi yang mampu” (Syarhul Mumti’, III/408).

Diantara dalilnya adalah hadits riwayat Abu Hurairah yang menyatakan Rasulullah Muhammad Saw bersabda,

“Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah 3123, Al Hakim 7672 dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

2. Sunah Muakad

Pendapat kedua menyatakan, hukum kurban adalah Sunnah Mu’akkadah (ditekankan). Ini adalah pendapat mayoritas ulama, yaitu Malik, Syafi’i, Ahmad, Ibnu Hazm, dan lain-lain.

Ulama yang mengambil pendapat ini berdalil dengan riwayat dari Abu Mas’ud Al Anshari r.a. Beliau mengatakan,

“Sesungguhnya aku sedang tidak akan berqurban. Padahal aku adalah orang yang berkelapangan. Itu kulakukan karena aku khawatir kalau-kalau tetanggaku mengira qurban itu adalah wajib bagiku.” (HR. Abdur Razzaq dan Baihaqi dengan sanad shahih).

Demikian pula dikatakan oleh Abu Sarihah, “Aku melihat Abu Bakar dan Umar sementara mereka berdua tidak berqurban.” (HR. Abdur Razzaaq dan Baihaqi, sanadnya shahih).

Ibnu Hazm berkata, “Tidak ada riwayat sahih dari seorang sahabatpun yang menyatakan bahwa qurban itu wajib.” (Shahih Fiqih Sunnah, II/367-368, Taudhihul Ahkaam, IV/454)

Dalil-dalil di atas merupakan dalil pokok yang digunakan masing-masing pendapat. Jika dijabarkan semuanya menunjukkan masing-masing pendapat sama kuat.

Sebagian ulama memberikan jalan keluar dari perselisihan dengan menasehatkan: “selayaknya bagi mereka yang mampu, tidak meninggalkan berkurban. Karena dengan berkurban akan lebih menenangkan hati dan melepaskan tanggungan, wallahu a’lam.” (Tafsir Adwa’ul Bayan, 1120)

Pahala Ibadah Kurban

Ibadah kurban menjadi amalan utama Idul Adha 10 Dzulhijjah yang sering juga disebut “Lebaran Haji”. Syariat ibadah ini disebutkan dalam Al-Quran:

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]

Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?”

Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?”

Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan ibn Majah).

Dari Aisyah r.a., Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada Hari Raya Qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” (HR. Ibn Majah dan Tirmidzi).

Demikian Hukum dan Pahala Kurban: Ibadah Utama Idul Adha.*

 

Hikmah Ibadah Kurban

Related Post

Leave a reply