Hotel di Yogya PHK Karyawan Tanpa Pesangon

53 views
Jalan Dagen Malioboro Yogyakarta

Jalan Dagen Malioboro Yogyakarta

Reaktor.co.id, Yogyakarta — Sebuah hotel di Yogyakarta, Dagen Malioboro, memecat karyawannya, Asrori (48), tanpa pesangon.

Asrori sudah bekerja di hotel tersebut selama 23 tahun. Serikat Pekerja setempa menilai, pihak perusahaan tidak menghargai masa kerja Asrori. Perusahaan melakukan PHK tanpa alasan jelas.

Asrori menceritakan, dirinya telah bekerja sejak 1996, tepat setelah hotel selesai dibangun. Selama bekerja 23 tahun dan menjadi pegawai tetap, ia mengaku tak pernah membuat masalah.

“Saya sudah kerja sejak 1996, ya pegawai tetap tapi tak ada peringatan tahu-tahu diberhentikan. Terakhir kerja di bagian Front Office, alasannya katanya ya kurang mendasarlah padahal selama ini saya merasa bekerja baik-baik saja tak pernah bolos dan selalu tepat waktu,” ungkap Asrori.

“Alasan perusahaan karena kontraknya habis. Di sini saya hanya minta hak-haknya saya dipenuhi sesuai UU Ketenagakerjaan. Bingung juga anak baru masuk SMA,” sambungnya usai sidang perdana pemeriksaan gugatan perselisihan PHK di Pengadilan Hubungan Industrial Yogyakarta, Rabu (18/9/2019).

PHK sepihak juga dialami Frans Sukmaniara yang juga pekerja salah satu hotel di Yogyakarta. Frans baru bekerja setahun lebih bekerja, namun tanpa diperkuat kontrak perjanjian kerja.

Frans yang aktif sebagai wakil ketua serikat pekerja di perusahaannya dan menuntut hak, di antaranya terkait status pegawai dan kepesertaan BPJS yang dikatakan secara bertahap.

Frans mengaku mendapat intimidasi perushaaan hingga akhirnya dipecat sepihak, lagi-lagi dengan alasan kontrak habis.

“Saya sempat lapor ke pengawas ketenagakerjaan Disnakertrans DIY, tapi setahun lebih jalan ditempat. Ada upaya union busting atau pemberangusan serikat pekerja,” ungkapnya.

Ketua Tim Hukum Federasi Serikat Pekerja Mandiri Indonesia, Ahmad Mustaqim, SH.CPL, yang mendampingi persidangan, menilai langkah yang dilakukan dua hotel di Yogyakarta itu melanggar hak konstitusional.

Menurutnya, yang dilakukan perusahaan tersebut sudah melanggar UU Nomor 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja serta UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Kami akan maju terus untuk meminta hak-hak pekerja dibayarkan. Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan, karena para pekerja ini dilindungi undang-undang bahkan ada amanat dalam pasal 28 UUD 1945 amandemen,” tegasnya.

Para pekerja sendiri bersepakat melakukan aksi orasi di depan pengadilan sepanjang sidang Kamis (19/9/2019). (RL/KRJOGJA).*

 

Pekerja Hotel pesangon PHK Yogyakarta

Related Post

Leave a reply