Hentikan Audisi Bulutangkis, Kak Seto Sebut PB Djarum Kayak Anak Kecil

79 views

Audisi Umum Bulutangkis PB Djarum

Reaktor.co.id, Jakarta — Dihentikannya Audisi Bulutangkis PB Djarum atas desakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) masih menjadi perbincangan warganet di Twitter.

Kali ini tagar #BubarkanKPAI “ditemani” hashtag #KamiBersamaKPAI dan “Kak Seto”. Pantauan Reaktor.co.id, Senin (9/9/2019), netizen terbelah dua kubu menyikapi penghentian audisi.

Munculnya trending topic Kak Seto merujuk pada berita Kompas.com mengenai komentar pemerhati anak, Seto Mulyadi alias Kak Seto, yang menganggap keputusan PB Djarum “seperti anak kecil yang ngambek”.

“Saya melihat ini kok kayak anak kecil yang sedang ngambek,” kata Kak Seto.

Ketua Lembaga Anak Indonesia (LPAI) ini mengatakan, apa yang dilakukan oleh KPAI sudah benar. Menurutnya, yang dilakukan oleh KPAI adalah hanya menunjuk peraturan soal larangan eksploitasi anak melalui iklan merek Djarum yang identik dengan produk rokok, dan bukan melarang audisinya.

Seto Mulyadi

Seto Mulyadi aka Kak Seto

Kak Seto mengungkapkan, Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 telah tertulis bahwa rokok merupakan zat adiktif yang berbahaya.

Ia juga mempertanyakan soal kesungguhan dari PB Djarum dalam menghasilkan bibit unggul bulutangkis.

“Lha terus kemurniannya dan ketulusannya bagaimana untuk membina anak-anak? Bila memang serius, seharusnya tidak menghentikan audisi dengan alasan iklan tersebut,” lanjutnya.

Ia menegaskan, yang sebenarnya menjadi masalah adalah brand image. Walaupun anak-anak yang mengikuti dan kemudian lolos audisi tetap dilarang merokok, namun tetap terbangun citra buruk.

“Bahwa dibalik audisi yang bersejarah dan menghasilkan pemain-pemain dunia adalah rokok,” jelasnya.

Menurutnya, para peserta yang lolos seleksi pada audisi di PB Djarum dan menjadi pemain bulutangkis profesional, nantinya akan timbul kontradiktif. Misalnya adalah ungkapan “waduh saya berutang budi pada rokok”, waduh saya harus membeli rokok”. Hal tersebut yang akhirnya dapat membuat anak-anak terpapar rokok di masa depan.

Pernyataan Kak Seto terbantahkan dengan kesaksian atlet bulutangkis Tontowi Ahmad yang menegaskan PB Djarum adalah bulutangkis, bukan rokok.

Menurut Tontowi, meski secara nyata ada brand rokok, tapi atlet yang ketahuan merokok bakal dikeluarkan.

Tontowi menyayangkan tuduhan KPAI. Dia menegaskan, selama ini PB Djarum berjalan positif terhadap pencarian dan pengembangan atlet. Meski ini bagian dari Corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan rokok, Djarum malah melarang atlet untuk merokok.

“Dari zaman saya dulu nggak ada tuh masalah rokok-rokok begitu. Saya anggap Djarum ya itu bulutangkis. Lagipula di Djarum itu atlet-atlet dilarang merokok, karena bisa dikeluarkan,” kata Tontowi, yang merebut medali emas Olimpiade 2016.

“Saya saja (yang sudah di pelatnas) kalau merokok bisa dihukum, dikeluarkan juga. Jadi klub itu tak pernah menekankan atlet-atlet untuk merokok. Mereka justru melarang,” sambungnya dikutip detikSport.

KPAI Hentikan Audisi Bulutangkis PB Djarum

Komentar Netizen

Tagar #KamiBersamaKPAI dan #bubarkanKPAI masih menjadi “Trending in Indonesia” bersama “Kak Seto” di Twitter, Senin (9/9/2019).

Netizen yang pro-KPAI mengunggah tulisan novelis Tere Liye yang menyindir Djarum yang tetap menggunakan nama “brand” untuk kegiatan audisi.

Tere merujuk pada Bill & Melinda Gates Foundation, yayasan terbesar di dunia, yang tidak menggunakan nama “Microsoft” untuk nama yayasannya.

“Apakah Bill & Melinda Gates Foundation jualan produk Microsoft saat menggerakkan yayasannya? Nyaris tidak pernah,” tulisnya di akun Facebook.

Tere juga menyebut yayasan lain, seperti Stichting INGKA yang didirikan pemilik IKEA.

“Silahkan cek daftar yayasan terbesar di dunia, mereka semua tidak menggunakan nama perusahaan, termasuk Ford Foundation, itu nama pendirinya yang memang sama dengan nama perusahaan. Tapi saat mereka menjalankan yayasannya, mereka sejauh yang saya perhatikan, tidak jualan mobil,” tulisnya.

“Mau dilihat dari sisi apapun, Djarum (dan juga perusahaan rokok lain) memang menggunakan teknik marketing yang sangat lihai, seolah mereka peduli dengan kesehatan, pendidikan, dan semua niat mulia lain, tapi sejatinya mereka sedang ‘mendidik’ pasar baru perokok,” tegasnya.

Keputusan Final

Pihak PB Djarum sendiri menyatakan penghentian audisi umum beasiswa bulutangkis pada 2020 bersifat final.

“Kalo sekarang ini, hari ini, saya jawab iya, final, tahun 2019 ini akan menjadi audisi terakhir. Namun jika cuacanya berubah, bisa juga berubah tergantung situasinya ada ruang atau tidak,” kata Petinggi Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, Minggu (8/9/2019).

Dia juga mengakui bahwa keputusan tersebut diambil menyusul adanya permintaan dari kementerian/lembaga yang dimotori KPAI agar Djarum Foundation menghentikan penggunaan anak sebagai media promosi citra merek dagang rokok Djarum melalui audisi beasiswa bulutangkis.

“Keputusan untuk menghentikan audisi baru kita putuskan sejak rapat hari Rabu (4/9) lalu, tapi ini bukan keputusan emosional, ini sangat rasional,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya menyayangkan jika program audisi umum dianggap mengeksploitasi anak.

“Semangat kami adalah semangat untuk menjaring calon bintang bulu tangkis masa depan, lewat audisi umum beasiswa bulutangkis, semangat yang ada dalam setiap audisi adalah sportifitas, jangan dibawa-bawa ke ranah yang tidak ada kaitannya dengan sportifitas,” katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan program lain untuk tahun depan. “Ada program lain tapi masih kami rahasiakan,” katanya dikutip Antara.

Audisi Umum Bulutangkis digelar PB Djarum tiap tahun sejak 2006 dan digelar di sejumlah kota di Indonesia. Peserta terpilih dari daerah maju ke final audisi yang digelar di markas PB Djarum di Kudus. (RL).*

 

Audisi Bulutangkis KPAI PB Djarum

Related Post

Leave a reply