Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional, Serikat Pekerja Teguhkan Solidaritas

770 views

Aksi kesetiakawanan sosial anggota serikat pekerja ikut memperkuat budaya kerja perusahaan yang menekankan aspek produktivitas dan tanggung jawab profesi.

Foto SP LEM SPSI PT Astra Daihatsu Motor

Reaktor.co.id- Tanggal 20 Desember diperingati sebagai Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN). Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan menjadi tuan rumah puncak acara HKSN 2019 yang dihadiri oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Kaum pekerja/buruh sebagai makhluk sosial memiliki cara dan tradisi yang unik terkait dengan bentuk kesetiakawanan sosial.

Solidaritas serikat pekerja (SP) hingga level PUK terus tumbuh seiring dengan rasa senasib dan seperjuangan dalam mencari nafkah demi kesejahteraan keluarga dan meniti masa depan yang lebih cerah.

Aksi kesetiakawanan sosial anggota SP ikut mewarnai budaya kerja perusahaan yang menekankan aspek produktivitas dan tanggung jawab profesi.

Menurut pantauan Reaktor, salah satu pengurus unit kerja (PUK) yang memiliki budaya yang menjunjung kesetiakawanan sosial dan kiat untuk meneguhkan solidaritas adalah SP LEM SPSI PT Astra Daihatsu Motor.

Dalam akun media sosialnya pagi ini, PUK ini menulis lini masa yang sangat humanis disertai dengan beberapa foto tradisi bersalam-salaman sebelum memulai pekerjaan masing-masing.

Foto SP LEM SPSI PT Astra Daaihatsu Motor

Kita harus meneliti relung hati kita jikalau kita tersenyum dengan wajah jernih kita rasanya ikut terimbas bahagia, ketika orang mengucapkan salam kepada kita dengan keikhlasan, rasanya suasana menjadi cair, tiba-tiba kita merasa bersaudara di situ ada nuansa tersendiri. Mari kita teliti diri kita kalau kita disapa dengan ramah oleh orang lain rasanya suasana jadi akrab dan hangat.

Program Senyum, Salam, Sapa diharapkan dapat membentuk suasana yang hangat dan penuh keakraban dalam bekerja sehingga dapat meningkatkan employee engagement. Selain itu juga membiasakan agar karyawan dapat bersikap ramah.

Demikian potongan lini masa akun medsos SP LEM SPSI PTAstra Daihatsu Motor yang dikutip Reaktor.

Selama ini semangat kesetiakawanan sosial PUK ini terwujud dengan baik dalam bentuk konkret membantu kawan dan keluarganya jika sedang sakit, gotong royong jika ada anggota yang punya hajatan, memberikan advokasi dan pendampingan jika ada anggota yang bermasalah, menyantuni jika ada kematian atau kecelakaan.

Makna HKSN

HKSN atau biasa disbut sebagai Hari Sosial diperingati pada tanggal 20 Desember setiap tahun sebagai rasa syukur dan hormat atas keberhasilan seluruh lapisan rakyat Indonesia membela kedaulatan bangsa dan menghadapi ancaman dan serangan dari luar.

Peringatan HKSN merupakan upaya untuk mengenang, menghayati dan meneladani semangat persatuan, kesatuan, kegotong-royongan dan kekeluargaan rakyat Indonesia yang secara bahu membahu mempertahankan eksistensi bangsa. Dimana pada saat itu terjadi pendudukan kota Yogyakarta yang merupakan ibu kota Republik Indonesia oleh tentara kolonial Belanda pada 1948.

Peringatan HKSN juga menjadi momentum untuk meneladani kepribadian dan kesederhanaan para tokoh pendiri bangsa. Sikap hidup sederhana, gandrung akan persatuan dan berjiwa toleransi dari para pahlawan bangsa patut ditiru.

Para pahlawan yang berkontribusi memerdekakan bangsa kala itu rata-rata hidup kesehariannya sangat bersahaja. Bahkan, lebih banyak menderita daripada hidup bersuka ria untuk pribadi dan keluarganya. Bagi mereka, pemimpin harus rela menderita demi rakyatnya.

Sikap kesetiakawanan sosial bisa tumbuh subur jika para pemimpin dalam berbagai tingkatan menunjukan contoh langsung tentang hidup sederhana. Teladan kesederhanaan para pahlawan bangsa seperti terlihat pada sosok Agus Salim yang kontrak rumah di gang yang jalannya becek dan sempit.

Teladan juga terlihat pada sosok M Natsir, Perdana Menteri RI Pertama. Sering kali Natsir pulang ke rumah naik becak, sehabis jam kerja. Setelah tidak menjabat, mobilnya dikembalikan dan ketika pulang naik sepeda ontel dengan supir pribadinya. Teladan Serupa juga terlihat dari sosok Mohammad Hatta yang tidak mampu membeli sepatu impiannya sampai akhir hayatnya.

Peribahasa Belanda mengatakan, “Leiden is lijden.” yang berarti memimpin itu menderita. Ini sangat tepat jika kita meneropong sepak terjang para pahlawan bangsa. Sebenarnya, masih banyak contoh teladan lain dari pahlawan negeri. Meski kehidupan mereka bersahaja, namun jasa dan pemikiran mereka untuk negeri ini tidaklah sederhana tapi sangat luar biasa.

Selama satu dasawarsa terakhir ini, rakyat masih dihadapkan oleh figur penyelenggara negara dan partai politik yang prilakuknya boros dan korup. Kini rakyat merindukan pemimpin yang benar-benar bisa hidup sederhana. Dalam persepsi rakyat ukuran hidup sederhana itu bukan basa-basi politik dan tidak bisa dikelabuhi sesaat.

Ukuran hidup sederhana juga mampu mencegah pemborosan anggaran dan mengurangi kegiatan seremonial yang tidak perlu. Prilaku hidup sederhana seorang pejabat negara akan tercermin dari struktur APBN yang pro rakyat, dimana belanja untuk publik lebih besar dari pada belanja untuk birokrasi. Begitu pula proses penyusunan APBN dibuat sangat partisipatif serta ada transparansi dalam menentukan prioritas.

Esensi hidup sederhana pejabat negara merupakan pesona dan kekuatan yang luar biasa untuk mewujudkan kesetiakawanan sosial. Selama ini rakyat menyaksikan jor-joran para pejabat eksekutif, legislatif dan yudikatif baik di pusat maupun daerah. Mereka berlomba-lomba menunjukan kemewahan dalam menjalankan tugasnya. Fakta telah menunjukan betapa fantastis anggaran yang dialokasikan untuk rumah tangga pejabat, perjalanan dinas, rapat dinas, mobil dinas, pakaian dinas, uang jamuan dan lain-lain. (TS).*

HKSN 2019 kesetiakawanan serikat pekerja

Related Post

Leave a reply