Harga Rokok Setelah Kenaikan Cukai Belum Ditetapkan

90 views

Harga rokok setelah kenaikan cukai belum ditetapkan pemerintah dan perusahaan. Daftar harga rokok yang beredar di media sosial dipastikan informasi palsu alias hoax.

Harga Rokok Naik

Reaktor.co.id, Jakarta — Pemerintah memutuskan menaikkan cukai rokok sebesar 23% mulai 2020. Namun, angka tersebut hanyalah rata-rata. Kenaikan harga rual eceran (HJE) rokok di kisaran 35%.

Dalam dua hari terakhir muncul daftar harga jual rokok per bungkus per 1 Januari 2020. Harga rokok terbaru setelah cukai naik ini tersebar luas di masyarakat, terutama melalui media sosial dan aplikasi WhatsApp.

Pesan ini menyebutkan 42 merek rokok beserta harga masing-masing. Merek rokok-rokok itu dibanderol dengan rentang harga Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per bungkus.

Menanggapi hal itu, Corporate Communications Manager PT Djarum Budi Darmawan menegaskan, informasi tersebut hoax. “Yes. Pasti hoax,” tutur Budi kepada detikcom, Kamis (3/10/2019).

Budi mengungkapkan hingga saat ini belum ada ketetapan harga rokok dengan kenaikan tarif cukai. “Belum (ada ketetapan harga),” ujar dia.

Ia menjelaskan, Djarum sendiri belum menetapkan harga lantaran belum ada keputusan resmi dari pemerintah mengenai besaran cukai rokok.

Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moefti juga mengungkapkan, hingga saat ini belum ada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang menetapkan besaran resmi kenaikan cukai rokok.

“Saya ndak tahu ya. Karena kita kan hanya tahu Bu Menteri mengatakan kenaikan cukainya sekian persen, tapi PMK-nya sampai sekarang belum ada jadi kita ndak tahu,” katanya

Ia menegaskan, hingga saat ini Gaprindo belum mengetahui besaran pasti kenaikan cukai rokok.

“Ya nggak tahu, kenaikannya kan belum tahu. Pemerintah hanya menyatakan kenaikannya sekian persen rata-rata, tapi kita kan belum tahu tetapnya berapa persen,” tegasnya.

Hal senada dikemukakan Direksi PT HM Sampoerna, Troy Modlin. Ia mengatakan, informasi dalam pesan viral itu tidak benar.

“Daftar harga rokok yang beredar melalui pesan singkat terkait produk-produk kami adalah informasi tidak benar yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Troy melalui keterangan tertulis, Jumat (4/10/2019).

Dia mengatakan, meskipun cukai rokok mengalami kenaikan pada 2020, pihaknya belum menentukan harga jual eceran rokok pada tahun depan.

“Kami masih menunggu rincian kebijakan cukai secara resmi dikeluarkan. Saat ini, kami sedang berupaya menentukan bagaimana mengelola dampak dari kenaikan tersebut pada tahun depan,” ujar Troy.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Nufransa Wira Sakti, menegaskan, peraturan mengenai harga rokok ini belum dikeluarkan.

“Kami belum mengeluarkan peraturannya. (Pesan yang beredar) bukan info dari kami,” kata Nufransa.

“Kemenkeu menentukan tarif cukai hasil tembakau. Kemenkeu melalui PMK menentukan HJE (harga jual ecer) minimal dan maksimal,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan alasan pemerintah menaikkan cukai rokok, yakni untuk menurunkan konsumsi dan terkait penerimaan negara. Pemerintah meyakini kenaikan cukai akan mengdongkrak penerimaan negara.

Penjualan Menurun

Pengusaha rokok menilai, penjualan industri hasil tembakau (IHT) bakal turun di tahun depan karena kenaikan cukai 23% dan harga jual eceran rokok 35% pada 2020.

Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) Henry Najoan menjelaskan, penurunan penjualan akan dirasakan oleh industri penghasil tembakau dan cengkeh yang digunakan untuk membuat rokok.

“Potensi penurunan penjualan di tahun 2020 cukup besar sekitar 15% untuk tembakau, kemudian untuk cengkeh bisa sampai 30%. Kemudian penjualan pun bisa diperkirakan turun,” katanya.

Turunnya penjualan ini akan membuat pelaku industri harus melakukan rasionalisasi dengan mengurangi jumlah karyawan, alias melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Ya secara otomatis pelaku bisnis anggota kami pada saat penjualan turun pertama kali yang dilakukan adalah efisiensi dalam hal produksi dan lain-lain, the last minute adalah rasionalisasi,” jelasnya.

Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok Picu PHK Massal

Pada kesempatan sebelumnya, Najoan mempertanyakan apakah pemerintah sengaja mau mematikan industri hasil tembakau dengan menaikkan tarif cukai.

“Dalam situasi seperti ini, pertanyaan kami adalah apakah industri ini akan dimatikan? Apakah industri ini sudah siap rontok satu persatu?” katanya.

Hoax Harga Rokok Terbaru Setelah Naik

Berikut ini isi hoax harga rokok terbaru setelah cukai naik yang beredar di media sosial dan aplikasi pesan  WhatsApp:

1. Marlboro Merah Rp 51.800
2. Marlboro Light Rp 48.500
3. Marlboro Menthol Rp 48.800
4. Marlboro Black Menthol Rp 51.200
5. Marlboro Ice Blast Rp 52.500
6. Dunhill Merah Rp 50 800
7. Dunhill Mild Rp 48.200
8. Dunhill Menthol Rp 50.200
9. Lucky Strike Filter Rp 43.800
10. Lucky Strike Light Rp 42.800
11. Country Merah Rp 42.800
12. Country Light Rp 42 200
13. Pall Mall Filter Rp 42.500
14. Pall Mall Light Rp 43.800
15. Pall Mall Light Menthol Rp 43.800
16. Djarum Super 16 Rp 39.500
17. Djarum MLD Rp 40.500
18. Djarum Black Rp 38.800
19. Djarum Black Menthol Rp 39.200
20. Djarum 76 Rp 32.800
21. Djarum Clavo Filter Rp 36.200
22. Djarum Clavo Kretek Rp 34.800
23. LA Light Rp 38.800
24. LA Menthol Rp 39.500
25. LA Light Ice Rp 40.800
26. LA Bold Rp 40.200
27. Gudang Garam Filter Rp 40.500
28. Gudang Garam Signature Rp 42.200
29. Gudang Garam Signature Mild Rp 40.800
30. GG Mild Rp 40.500
31. Gudang Garam Surya 16 Rp 42.400
32. Gudang Garam Surya Exclusive Rp 44.800
33. Gudang Garam International Rp 40.200
34. Surya Pro Mild Rp 38.800
35. Sampoerna Mild Rp 48.800
36. Sampoerna Menthol Rp 47.500
37. U Mild Rp 35.800
38. Class Mild Rp 42.500
39. Star Mild Rp 40.800
40. Star Mild Menthol Rp 42.500
41. Dji Sam Soe Magnum Filter Rp 45.500
42. Dji Sam Soe Magnum Blue Rp 45.200.

(rml/detik/kompas).

 

Harga Rokok Harga Rokok Naik

Related Post

Leave a reply