Hadapi Era Perang Bakat, Telkom Rekrut Ribuan Karyawan

158 views

Ada tiga kategori karyawan yang akan direkrut PT Telkom, yaitu developer, desainer, dan analis data. Semua posisi itu untuk menghadapi kondisi global yang kini memasuki era perang bakat atau talent war.

Apel karyawan PT TELKOM

Reaktor.co.id – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) berencana merekrut ribuan karyawan baru pada 2020 untuk pengembangan bisnis perseroan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Selain itu, Telkom juga akan terus membentuk unit bisnis baru bersama para talenta muda untuk mendorong bisnis Telkom lebih kencang.

Posisi karyawan baru di bidang developer untuk mencari sosok yang punya visi untuk melihat apa yang menjadi kebutuhan. Desainer dicari sosok yang bisa membuat produk menjadi kebutuhan. Data analityc kalau di industri telekomunikasi dan teknologi informasi membuat bagaimana data-data itu bisa bicara.

Rencana perusahaan Telkom merekrut ribuan karyawan tersebut dalam rangka pengembangan bisnis perseroan di masa yang akan datang. Selain itu, Telkom juga akan mebentuk unit bisnis baru bersama para talenta tersebut untuk mendorong bisnis Telkom tersebut.

Direktur Human Capital Management Telkom Edi Witjara mengatakan untuk gaji, setiap kategori punya tingkatan masing-masing sesuai dengan kemampuan talenta-talenta baru dari SDM yang direkrut. Namun tidak menutup kemungkinan bisa mendapatkan gaji triple digit plus mendapatkan saham. Namun bukan saham Telkom secara langsung melainkan saham pada perusahaan yang akan dibentuk Telkom, sebagai unit bisnis baru.

Edi Witjara

Menurut Edi sekarang ini adalah era perang bakat (talent war). Dalam perang bakat yang tengah melanda dunia sebuah korporasi mesti mencari karyawan yang terbaik. Kebijakan rekrutmen di T Telkom tidak hanya terbatas pada sumber daya manusia yang ada di Indonesia saja. Telkom juga akan mencari talenta terbaik di kawasan regional atau global.

Telkom akan mengalokasikan anggaran Rp 1 triliun untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Alokasi anggaran tersebut akan digunakan untuk rekruitmen, pelatihan dan kegiatan lain untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM Telkom.

Valuasi Bisnis

Edi Witjara adalah penulis buku “Digital Business Valuation”. Berkat model bisnis yang terurai dalam buku itu, dia berhasil meraih doktor bidang Ilmu Manajemen Bisnis dari Universitas Padjadjaran, Bandung, pada bulan Maret 2018, dengan predikat cum laude.

Buku “Digital Business Valuation” membahas variabel-variabel penting yang menentukan valuasi bisnis perusahaan digital.

Penulis buku ini telah melakukan penelitian yang mendalam soal peran lingkungan industri dan aset perusahaan digital terhadap kemitraan bisnis dan inovasi strategis yang mendorong naiknya valuasi bisnis perusahaan digital.

Banyak yang menganggap aset perusahaan digital (termasuk startup) tidak begitu dominan saat perusahaan tersebut menjajaki kemitraan dengan perusahaan besar (investor), misalnya saat membutuhkan pendanaan.

Temuan Edi yang sebelumnya menjabat Senior Vice President (SVP) Group Financial Planning Analysis & Control (GFPAC) Telkom itu menunjukkan aset perusahaan merupakan aspek yang berperan lebih dominan dibandingkan Lingkungan Industri dalam mengembangkan kemitraan bisnis dan inovasi strategis.

Industri berbasis internet makin berkembang. Tentu saja ini menjadi peluang untuk mengembangkan inovasi seluas-luasnya dengan pendekatan yang beragam. Di satu sisi inovasi dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja, kenyamanan pengguna, dan sejenisnya, di sisi lain masih banyak masalah sosial yang membutuhkan inovasi-inovasi disruktif untuk mengatasinya.

Bahkan, karena teknologi digital bisa memenuhi tuntutan dari hal kecil hingga yang besar, permasalahan sederhana pun bisa menjadi objek inovasi yang menantang. Implikasinya, semua pihak bisa berperan melahirkan inovasi berbasis digital yang membuat ruang bagi para startup begitu besar.

Melalui digital business valuation model yang diperoleh dari hasil penelitiannnya, Edi menemukan sejumlah variabel yang perlu diperhatikan kalangan bisnis digital dalam mengembangkan bisnisnya agar valuasi bisnis yang diharapkan bisa tercapai.

Program PT Telkom mencari talenta muda

Karyawan Milenial

Penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh usia muda atau lebih dikenal kaum milenial. Tak terkecuali di perusahaan BUMN yang kini sudah mulai didominasi oleh kaum muda sebagai karyawannya.

Direktur Human Capital Management PT Telekomunikasi Indonesia, Edi Witjara menyatakan bahwa saat ini di perusahaannya struktur karyawan milenial mencapai 33 %. Sisanya, adalah karyawan dengan usia yang tidak lagi muda.

Kendati demikian, dia menjelaskan tak ada perbedaan antara karyawan milenial dengan yang sudah berumur. Semuanya saat ini sudah melek digital meski tingkat kemampuannya memang sedikit berbeda.

Menurutnya, kehadiran milenial di dalam perusahaan akan menjadi pemicu generasi pendahulunya untuk ikut melek dan mengikuti teknologi terkini. PT Telkom juga kerap menggelar lomba yang mengharuskan karyawan mencari ide-ide baru yang inovatif. Hal itu untuk membuat perusahaan serta karyawan di dalamnya tetap dapat mengimbangi kemajuan zaman.

Sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom Group terus melakukan daya inovasi dan kreativitas SDM supaya dapat menjadi pendorong transformasi bisnis perusahaan.

Untuk hal diatas Telkom mengalokasikan anggaran hingga Rp 1 triliun untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Alokasi anggaran tersebut akan digunakan untuk rekruitmen, pelatihan dan kegiatan lain untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM Telkom.

Indigo Award yang diselenggarakan oleh PT Telkom

Telkom perlu setidaknya 1.000 orang talent untuk menutup gap sumber daya manusia bagi perusahaan yang sedang bertransformasi. Untuk itu terus mencari cara best talent tidak hanya dari Indonesia saja tapi dari regional. Tapi tentunya harus sesuai dengan kultur perusahaan.

Sekedar informasi Telkom membukukan kenaikan laba bersih 27,36% semester I-2019 menjadi Rp 8,7 triliun. Sementara itu, total pendapatannya yang hanya naik 7,73 % menjadi Rp 69,35 triliun.

Perusahaan mengalami penurunan pendapatan terbesar pada telepon bergerak sebesar 21% menjadi Rp 15,57 triliun. Namun, pendapatan interkoneksi naik 39,65% menjadi Rp 3,3 triliun. Lalu, pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika naik 17,6% menjadi Rp 44,2 triliun. Pendapatan jaringannya naik 43,43% menjadi Rp 938 miliar.

PT Telkom menjadi bagian dari 2000 perusahaan terbaik dalam pengelolaan karyawan, di antara perusahaan-perusahaan global lainnya dari 58 negara di seluruh dunia.

Hal itu ditandai dengan diraihnya penghargaan dari media ekonomi internasional Forbes yang mencantumkan Telkom sebagai Top 50 pada daftar Forbes Global 2000: World’s Best Employers pada atahun 2017, yaitu pada peringkat ke-44. Sementara di antara perusahaan-perusahaan terkemuka di Asia, Telkom berada pada urutan ke-9.
Bagi Telkom, pencapaian ini menjadi salah satu motivasi untuk terus berinovasi dalam hal pengelolaan sumber daya manusia untuk mendukung keselarasan, produktivitas, serta kemajuan perusahaan.

Selama ini manajemen Telkom selalu menekankan bahwa dalam menjalankan pekerjaannya, karyawan harus merasa senang, sehingga pekerjaan seberat apapun dapat diselesaikan dengan lebih mudah.

Untuk itu selalu menyediakan fasilitas kerja yang modern dan mampu menumbuhkan semangat kerja karyawan, seperti menghadirkan kantor dengan konsep Smart Office dimana dalam menyelesaikan pekerjaannya, karyawan tidak melulu harus berada di balik meja.

Terlebih lagi dengan masuknya karyawan-karyawan dari kalangan milenial yang memiliki karakter dinamis, sehingga budaya kerja di Telkom harus lebih fleksibel. Pada intinya, kami menekankan bahwa working at Telkom has to be fun.

Kerja sama Telkom dengan perguruan tinggi

Telkom mengimplementasikan program-program unggulan pengelolaan karyawan diantaranya Great People Trainee Program (GPTP) bimbingan dan praktik kerja untuk karyawan baru, Great People Scholarship Program (GPSP) berupa beasiswa pendidikan untuk mengembangkan kompetensi karyawan, Great People Development Progran (GPDP) dan Great People Managerial Progam (GPMP) untuk meningkatkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan karyawan, serta Great People Retirement Program (GPRP) bimbingan dan pelatihan ditujukan bagi karyawan yang mendekati masa pensiun.

Program-program tersebut menunjukkan bahwa bagi Telkom sumber daya manusia merupakan prioritas utama perusahaan sehingga harus diperhatikan dengan baik.

Selain itu, Telkom juga membuka peluang besar bagi seluruh karyawan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial yang dapat sekaligus menyalurkan minat dan bakat karyawan melalui Employee Volunteer Program (EVP). Spektrumnya cukup luas, mulai bidang sosial, religi, budaya, dan olahraga. (TS).*

Edi Witjara perang bakat PT Telkom

Related Post

Leave a reply