Habis Karhutla Terbitlah Lahan Sawit

128 views
Kebakaran Hutan

Kebakaran Hutan di Kalimantan (@Twitter)

Reaktor.co.id, Bandung —  Deretan lahan kelapa sawit diprediksi muncul tak lama usai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kampanye Hutan untuk Indonesia dari Greenpeace, Kiki Taufik, berdasarkan temuan setelah karhutla besar yang melanda sejumlah wilayah Indonesia pada 2015.

“Kita akan lihat, ini praktik yang akan terjadi. Setelah kebakaran, nanti hutan atau lahan yang terbakar akan berubah menjadi ladang kelapa sawit,” tegasnya dalam wawacara On Air di Radio PRFM Bandung, Selasa (17/9/2019).

Kiki melanjutkan, pihaknya merasa kecewa dengan penindakan hukum terhadap para pelaku yang terbukti menyebabkan karhutla pada 2015.

Menurutnya, aparat hukum seharusnya terus penelusuran hingga diketahui perusahaan apa saja yang terlibat karhutla.

“Motifnya itu mereka membayar orang lain, kadang masyarakat setempat kadang juga masyarakat dari provinsi lain. Jadi ini panjang rantainya, tidak langsung oleh perusahaanya. Memang ada polisi yang menangkap beberapa pembakar. Tapi kemudian tidak menelusuri perihal siapa yang membayar mereka,” tukas Kiki.

Karhutla

Petugas memadamkan api yang membakar hutan

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, dalam ILC di TvOne, Selasa (17/9/2019) malam.

Doni  mengambil kesimpulan, kebakaran hutan dan lahan disejumlah wilayah di Indonesia adalah murni ulah manusia. Dikemukakannya, 99 persen tidak ada kebakaran di lahan perkebunan baik itu sawit maupun kayu olahan industri.

“Berdasarkan data-data yang saya kumpulkan setelah tiga bulan dilantik, kemudian dari hasil pantauan langsung di lapangan, saya mengambil kesimpulan, hampir tidak ada kebun yang terbakar,” ujarnya.

“Rata-rata, yang terbakar adalah kawasan hutan dan semak belukar,” timpalnya.

Menurutny, 80 persen dari kawasan hutan yang terbakar akhirnya beralih fungsi menjadi kebun.

“Ini fakta di lapangan, lahan sawit memang tidak terbakar, tapi 80 persen hutan yang terbakar itulah yang akhirnya menjadi kebun,” tegasnya.

Masih menurut Doni, kebakaran di sejumlah wilayah di Kalimantan rata-rata dilakukan secara individu oleh masyarakat. Di Riau, rata-rata dibakar pihak korporasi.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, mengungkap setidaknya terdapat empat perusahaan asing terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) dan Riau.

Keempat perusahaan tersebut berasal dari Singapura dan Malaysia. Untuk wilayah Kalbar perusahaan itu ada di Kabupaten Ketapang, Sanggau, dan Melawi.

“Di Kalimantan Barat itu ada empat perusahaan Singapura dan Malaysia. Kemudian di Riau kemarin satu disegel dari Malaysia, ” kata Siti Nurbaya.

Perusahaan itu di antaranya yakni PT Hutan Ketapang Industri milik Singapura, PT Sime Indo Agro, PT Sukses Karya Sawit, dan PT Rafi Kamajaya Abadi milik Malaysia.

Sebanyak 103 perusahaan telah mendapatkan sanksi, 15 di diantaranya masuk dalam tahap penyelidikan oleh Polda Kalbar. Sebanyal 29 perusahaan sudah disegel.

“Dari akhir Agustus sampai dengan kemarin dan ini masih berlangsung juga itu sudah 29 yang disegel, empat disidik diproses hukum,” ujarnya.*

Karhutla Kebakaran Hutan Ladan Sawit

Related Post

Leave a reply