Giliran Mahasiswa Surabaya Bergerak

185 views

Aksi mulai berangsung hari ini. Seruan aksi “Surabaya Membara” dan “Surabaya Menggugat” beredar di media sosial.  Rektor dan dosen kampus di Surabaya tidak melarang mahasiswa turun ke jalan alias “kuliah di aspal”.

Mahasiswa Surabaya Bergerak Mulai Rabu (25/9/2019)

Mahasiswa Surabaya Bergerak Mulai Rabu (25/9/2019) (Foto: Twitter)

Reaktor.co.id, Surabaya — Setelah di mahasiswa Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Semarang, Malang, Solo, dan kota-kota lainnya, giliran mahasiswa Surabaya yang akan bergerak, guna menentang Undang Undang kontroversial produk DPR dan pemerintah.

Aksi demo di Surabaya berlangsung hari ini dan besok (26/9/2019). Menurut Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair), Agung Tri Putra, aksi di Surabaya berlangsung 25 -26 September 2019.

Aksi itu diikuti mahasiswa dari beberapa kampus seperti Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa).

“(Unair), Kamis (26/9). Kampus lain ya (sekarang),” ujarnya dikutip kumparan.com.

Massa mahasiswa yang terlibat aksi demonstrasi di Surabaya Kamis (26/9) diprediksi dalam jumlah besar. Pasalnya, selain seruan aksi demo menggema di media sosial, sejumlah pimpinan universitas di Kota Surabaya mengaku tak keberatan jika mahasiswanya terlibat aksi unjuk rasa menolak revisi UU KPK, RKHUP, RUU Pertanahan, dan beberapa RUU bermasalah.

Aksi gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Surabaya itu rencananya digelar di depan Gedung DPRD Jatim, Kamis (26/9/2019).

Rektor Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) Masdar Hilmy mengatakan, secara kelembagaan, UINSA membebaskan mahasiswanya untuk menyuarakan aspirasinya. Dia bahkan merasa tak perlu mengeluarkan sikap resmi atas nama institusi, untuk melakukan pelarangan atau semacamnya kepada mahasiswanya.

“Saya tidak perlu mengeluarkan sikap resmi. Turun ke jalan bagi mahasiswa adalah bagian dari demokrasi. Monggo-monggo saja,” kata Masdar dilansir republika.co.id, Rabu (25/9/2019).

Menurut Masdar, sejauh ini mahasiswanya juga telah memberitahukan perihal rencana aksi tersebut melalui BEM. Ia juga berpesan agar mahasiswa tetap bertanggung jawab, menjaga kondusivitas, sopan santun, serta menjaga ketertiban umum dalam aksi demonya.

“Sudah ada komunikasi tapi secara tidak langsung dengan BEM. Saya berpesan agar aspirasi disuarakan secara baik, legal, bertanggung jawab, menjaga sopan santun, tidak mengganggu ketertiban umum, dan tidak anarkis,” ujar Masdar.

Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo, juga tidak mempermasalahkan mahasiswanya yang ingin mengikuti aksi gabungan tersebut.

Menurutnya, hal itu merupakan bagian ekspresi personal mahasiswa. Unair, kata Suko, juga tak mengeluarkan sikap resmi apa pun, yang bernada melarang, atau menginstruksikan kepada mahasiswa.

“Tidak ada larangan dan tidak ada instruksi. Karena itu merupakan ekspresi personal mahasiswa,” kata Suko.

Baginya, yang terpenting adalah mahasiswa bisa menyampaikan aspirasinya dengan tertib, tanpa mengganggu ketertiban umum. Dia juga tak ingin ada mahasiswa Unair yang sampai sampai melanggar hukum.

“Yang penting jangan melanggar aturan hukum. Jangan merusak fasilitas umum. Jangan ganggu ketertiban umum,” ujar Suko.

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdus Salam, juga mempersilakan mahasiswanya ikut aksi.

Menurutnya masyarakat kampus atau civitas akademika memiliki tanggung jawab yang sama seperti masyarakat sipil lainnya untuk menentukan nasib bangsa ini.

“Gerakan mahasiswa yang terkesan mati suri pasca -1998, sepertinya bangkit kembali. Kami yakin aksi mahasiswa kali ini murni karena ingin menagih keadilan untuk rakyat,” katanya.

Menurut Surokim, aksi mahasiswa hari-hari ini terjadi karena menemukan konteks dan momentumnya. Ia menilai wajar jika seluruh mahasiswa di Indonesia mulai turun ke jalan guna mengingatkan penguasa.

“Ini wajar-wahar saja mahasiswa turun jalan, karena telah menemukan konteksnya untuk mengingatkan pemerintah,” ujar Surokim.

Berikut ini seruan aksi “Surabaya Membara” dan “Surabaya Menggugat” yang beredar di media sosial sejak Senin (23/9/2019).

Demo Mahasiswa Mahasiswa Surabaya Surabaya

Related Post

Leave a reply