Gelombang PHK Hantui Pekerja di Seluruh Dunia

130 views

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menghantui pekerja/buruh di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Di sisi lain, di tengah wacana revisi UU Ketenagakerjaan, para pekerja dihantui penghapusan pesangon.

PHK

Reaktor.co.id — Ribuan pekerja mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tahun ini. Dari Batam diberitakan, PT Unisem berhenti beroperasi. Sekitar 1.500 Karyawan jadi korban PHK sebagai dampak dari tutupnya perusahaan yang saat awal berdiri bernama PT Astra Microtronic Indonesia itu.

Di Tangerang, PT Indosari mem-PHK 21 karyawan. Di Kota Palu, sekitar 200 pekerja/buruh PLTU Panau, terkena PHK sejak bencana gempa-tsunami.

Di awal tahun 2019, PT Hero Supermarket menutup 26 gerai ritel dan 532 orang karyawan dirumahkan. PT Krakatau Steel memangkas 1300 karyawan mulai 2019-2022 dengan dalih “strukturisasi” .

Gelombang PKH juga terjadi di mancanegara. Ford Motor Co Ford akan mem-PHK 7000 karyawan di Amerika, termasuk memangkas 200 pegawai pabrik di Oakville, Ontario Kanada, pada September 2019, dan berlanjut pada Januari 2020.

Pabrik mobil Nissan Motor Co juga berencana melakukan PHK terhadap lebih dari 10.000 posisi pekerjaan secara global. Dilansir dari Kyodo News, Rabu (24/7/2019), jumlah pegawai yang dirumahkan mencerminkan 10% total tenaga kerja global Nissan. Angka tersebut lebih tinggi dari estimasi sebelumnya. Pada Mei 2019 lalu, produsen mobil asal Jepang tersebut menyatakan bakal memangkas 4.800 posisi pekerjaan. (Kontan).

Di dunia perbankan, Deustche Bank akan mengurangi 18.000 tenaga kerjanya di seluruh dunia. Dikutip dari The Guardian, bank dengan penyaluran kredit terbesar di Jerman tersebut mencetak kerugian bersih sebesar 3,1 miliar euro atau setara dengan 3,4 miliar dollar AS pada paruh kedua tahun ini. (Kompas)

Perusahaan China Huawei Technologies Co Ltd menyatakan akan memangkas lebih dari 600 pekerja di cabang perushaan riset Futurewei Technologies Amerika Serikat setelah perusahaan itu masuk dalam daftar hitam pemerintah AS.

Futurewei, yang mempekerjakan 850 orang di Amerika Serikat, mulai merumahkan pekerja sejak Senin (22/7/2019), seperti dikutip ChannelNewsAsia.com. Seorang karyawan mengaku telah meninggalkan kampus perusahaan di Silicon Valley.

Aturan PHK di Indonesia

Kabar PHK kemungkinan masih akan berlanjut. Di sisi lain, lowongan kerja baru juga tak kalah banyaknya, seperti bisa dilihat di situs-situs lowongan kerja seperti JobsDB, JobStreet, Karir, Kareeret, dan lain-lain.

Menurut Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, PHK adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja dan perusahaan/majikan.

Dalam UU Ketenagakerjaan dan Kepmen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 78/2001 tentang Perubahan Kepmenaker No. 150/2000, perjanjian kerja dapat berakhir apabila :

  1. Pekerja meninggal dunia
  2. Jangka waktu kontak kerja telah berakhir
  3. Adanya putusan pengadilan atau penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.
  4. Adanya keadaan atau kejadian tertentu yang dicantumkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama yang dapat menyebabkan berakhirnya hubungan kerja.

Pihak yang mengakhiri perjanjian kerja sebelum jangka waktu yang ditentukan, wajib membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah pekerja/buruh sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja.

Perusahaan dilarang melakukan PHK dengan alasan :

  1. Pekerja berhalangan masuk kerja karena sakit menurut keterangan dokter selama waktu tidak melampaui 12 bulan secara terus-menerus.
  2. Pekerja berhalangan menjalankan pekerjaannya, karena memenuhi kewajiban terhadap negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Pekerja menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya.
  4. Pekerja menikah.
  5. Pekerja perempuan hamil, melahirkan, gugur kandungan, atau menyusui bayinya.
  6. Pekerja mempunyai pertalian darah dan atau ikatan perkawinan dengan pekerja lainnya di dalam satu perusahaan, kecuali telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.
  7. Pekerja mendirikan, menjadi anggota dan/atau pengurus serikat pekerja, pekerja melakukan kegiatan serikat pekerja di luar jam kerja, atau di dalam jam kerja atas kesepakatan perusahaan, atau berdasarkan ketentuan yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.
  8. Pekerja yang mengadukan perusahaan kepada yang berwajib mengenai perbuatan perusahaan yang melakukan tindak pidana kejahatan.
  9. Karena perbedaan paham, agama, aliran politik, suku, warna kulit, golongan, jenis kelamin, kondisi fisik, atau status perkawinan.
  10. Pekerja dalam keadaan cacat tetap, sakit akibat kecelakaan kerja, atau sakit karena hubungan kerja yang menurut surat keterangan dokter yang jangka waktu penyembuhannya belum dapat dipastikan.

Salah satu solusi yang disiapkan pemerintah untuk korban PHK adalah program Kartu Prakerja yang juga dialokasikan untuk pencari kerja dan pekerja yang ingin mengikuti pelatihan kerja.

Korban PHK diharapkan mendapatkan akses peningkatan keterampilan agar dapat mencari pekerjaan baru atau alih profesi.

Jumlah pekerja yang terkena PHK diperkirakan akan semakin meningkat. Menghadapi era revolusi industri 4.0, McKinsey Global Institute dalam kajiannya juga menyebut, sebanyak 52,6 juta lapangan pekerjaan di Indonesia terancam tergantikan otomatisasi. (mel).*

 

Pekerja PHK

Related Post

Leave a reply