Gelombang PHK di Industri Otomotif Bisa Melanda Indonesia

197 views
Industri otomotif

Industri otomotif di Prefecture Aichi, Jepang (Foto: japantimes.co.jp)

Reaktor.co.id — Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) melanda pekerja industri otomotif global. Gelombang PHK in pun mengancam industri otomotif di Indonesia.

Laporan South China Morning Post (SCMP) memprediksi akan ada 80.000 pekerja yang terancam kehilangan pekerjaan dalam beberapa tahun ke depan di sektor otomotif.

Sulitnya perekonomian, penjualan melemah, tergerusnya laba, hingga tren beralih ke mobil listrik menjadi sebagian penyebabnya. Selain itu, faktor berkembangnya bisnis digital ride hailing atau ride sharing macam transportasi online turut menjadi pemicu.

Di Indonesia, bukan berarti tanpa tersentuh sama sekali, tsunami PHK tersebut. Akhir Juli 2019 lalu, Nissan di Indonesia mem-PHK ratusan karyawan di Indonesia sebanyak 830 pekerja. Ini bagian dari rencana PHK 12.500 karyawannya di seluruh dunia.

Menurut Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto, proses yang terjadi pada Nissan adalah efisiensi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

PHK juga terjadi dengan pekerja General Motors (GM) di Indonesia, setelah mereka memutuskan hengkang dengan mengakhiri penjualan kendaraan di Indonesia mulai Maret 2020.

“Yang saya tahu, kalau GM, mereka mengaku terus merugi,” kata Jongkie kepada CNBC Indonesia, Rabu (11/12/2019).

Menrut Jongkie, selama penjualan mobil tetap tumbuh atau setidaknya stagnan untuk pasar domestik, risiko PHK bisa dihindari.

Namun, jika penjualan mobil domestik tahun depan turun sangat tajam, sampai 800.000 ribu unit, maka risiko PHK akan ada. (CNBC Indonesia)

 

Otomotif PHK

Related Post

Leave a reply