#GejayanMemanggil: Mahasiswa Yogya Bergerak, Jakarta Siap Demo Kembali

150 views
Demo Mahasiswa Gejayan Memanggil

Sebagian Massa Mahasiswa dalam Aksi Gejayan Memanggil (@Twitter)

Reaktor.co.id — Sejumlah elemen mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Gejayan Yogyakarta dalam gerakan #GejayanMemanggil.

Dalam foto dan video yang beredar di media sosial, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus seperti UGM, UII, dan UNY, bergerak menuju titik kumpul di kawasan Gejayan. Mereka menyuarakan penentangan terhadap kebijakan pemerintaj, terutama UU KPK yang baru dan RKUHP.

Dalam rilisnya, Aliansi Rakyat Begerak menilai pemerintah dan DPR tidak mendengarkan aspirasi masyarakat dalam mengeluarkan kebijakan.

Aksi demonstrasi mahasiswa juga berlangsung di daerah lain, seperti Jember, Malang, Bandung, Riau, dan Lampung. Umumnya menyuarakan penolakan terhadap UU KPK dan RKUHP, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebagian Massa Mahasiswa dalam Aksi Gejayan Memanggil (@Twitter)

Sebagian Massa Mahasiswa dalam Aksi Gejayan Memanggil (@Twitter)

Pihak Kampus ‘Ketakutan’

Beberapa saat menjelang aksi, sejumlah kampus di Yogyakarta menerbitkan surat penolakan untuk ikut serta dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Dalam surat yang beredar di media sosial, petinggi kampus yang “ketakutan” dengan aksi Gejayan Memanggil antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sanata Dharma, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Sebagian besar menekankan aksi-aksi apapun yang akan digelar dengan tajuk Gejayan Memanggil tidak melibatkan kampus.

Sebagian Massa Mahasiswa dalam Aksi Gejayan Memanggil (@Twitter)

Sebagian Massa Mahasiswa dalam Aksi Gejayan Memanggil (@Twitter)

 

Sebagian Massa Mahasiswa dalam Aksi Gejayan Memanggil (@Twitter)

Sebagian Massa Mahasiswa dalam Aksi Gejayan Memanggil (@Twitter)

 

Sebagian Massa Mahasiswa dalam Aksi Gejayan Memanggil (@Twitter)

Sebagian Massa Mahasiswa dalam Aksi Gejayan Memanggil (@Twitter)

Jakarta Siap Bergerak Lagi

Mahasiswa di Jakarta menyatakan siap kembali turun ke jalan, seperti aksi demonstrasi yang dilakukan Kamis (19/9/2019).

Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Dinno Ardiansyah, menilai pemerintah dan DPR bersama-sama telah mengkhianati perjuangan reformasi 1998. Hal itu dikarenakan pemerintah dan DPR tak melibatkan masyarakat dalam pembuatan kebijakan.

Dino menunjuk tertutup dan tergesa-gesanya DPR dan pemerintah di ujung periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang pertama ini dalam membahas sejumlah Rancangan Undang-Undang.

Terlebih, kata dia, DPR dan pemerintah terkesan memaksakan RUU yang dianggap kontroversial, seperti RUU Komisi Pemberantasan Korupsi yang dianggap melemahkan komisi antirasuah itu.

“Padahal reformasi tahun 98 itu kan memperjuangkan keterlibatan masyarakat dalam berjalannya sistem pemerintahan,” kata Dinno dilansir Tempo.

“Kami sangat kecewa dengan pemerintah dan DPR karena seakan-akan mengkhianati perjuangan terdahulu,” katanya.

Kekecewaan itu menjadi alasan mahasiswa dari berbagai universitas menggelar demonstrasi di Gedung DPR RI, 19 September lalu. “Ada pengkhianatan terhadap perjuangan reformasi tahun 1998 silam,” tegasnya.

Sebagian Massa Mahasiswa dalam Aksi Gejayan Memanggil (@Twitter)

Sebagian Massa Mahasiswa dalam Aksi Gejayan Memanggil (@Twitter)

 

Sebagian Massa Mahasiswa dalam Aksi Gejayan Memanggil (@Twitter)

Sebagian Massa Mahasiswa dalam Aksi Gejayan Memanggil (@Twitter)

Dinno memastikan, mahasiswa dari berbagai universitas akan kembali menggelar aksi di DPR RI. Tujuannya, menyuarakan penolakan terhadap UU KPK yang sudah disahkan dan isu kontroversial lainnya.

“Kami masih mau mendorong DPR karena bisa saja membatalkan RUU kontroversial yang sudah disepakati,” katanya.

Meski begitu, ia masih belum dapat menyampaikan kapan pastinya aksi tersebut akan digelar.

“Untuk harinya sedang proses konsolidasi juga. Tapi, saya yakin sebelum paripurna nanti akan ada sesuatu yang besar dari mahasiswa,” katanya.

Sebagian Massa Mahasiswa dalam Aksi Gejayan Memanggil (@Twitter)

Sebagian Massa Mahasiswa dalam Aksi Gejayan Memanggil (@Twitter)

Dalam aksi demonstrasi 19 September lalu, para mahasiswa menyampaikan mosi tidak percaya kepada DPR. Saat aksi tersebut, sejumlah perwakilan mahasiswa, termasuk Dinno, telah menggelar audiensi dengan Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar.

Dari audiensi tersebut, dihasilkan empat poin kesepakatan antara mahasiswa dengan Setjen DPR. Salah satunya adalah bahwa Setjen DPR akan menyampaikan keinginan mahasiswa untuk bertemu dengan anggota dewan sebelum tanggal 24 September. (RL).*

 

Aksi Demonstrasi Demo Mahasiswa Gejayan Memanggil

Related Post

Leave a reply