Gejayan Memanggil Kembali Digelar, BEM SI Juga Gelar Aksi Lagi di DPR

124 views
Sebagian Massa Mahasiswa dalam Aksi Gejayan Memanggil (@Twitter)

Sebagian Massa Mahasiswa dalam Aksi #GejayanMemanggil Jilid 1 (@Twitter)

Reaktor.co.id — Aksi demonstrasi bertajuk “Gejayan Memanggil” kembali akan digelar di Yogyakarta hari ini, Senin (30/9/2019). Tagar #GejayanMemanggilJilid2 pun trending topic di Twitter sejak kemarin.

Aksi unjuk rasa masih dikoordinasi Aliansi Rakyat Bergerak. Unjuk rasa mahasiwa Yogyakarta hari ini diharpkan lebih ramai dengan kehadiran pelajar, petani, dan buruh.

“Para pelajar, buruh, petani sudah dikonfirmasi berpartisipasi. Sejumlah akademisi juga akan bergabung meski belum bisa dipastikan,” ungkap Humas Aksi #GejayanMemanggilJilid2, Nailendra.

Nailendra menambahkan, dalam aksi hari ini mereka akan menyuarakan tuntutan baru. Massa juga akan menuntut agar oknum dan aparat yang melakukan tindakan kekerasan kepada demonstran di berbagai daerah diadili.

“Kami meminta pemerintah menindak tegas aparat yang melakukan kekerasan kepada demonstran,” imbuh Nailendra.

Gejayan Memanggil Jilid 2

Gejayan Memanggil Jilid 2 yang beredar di media sosial Twitter.

Dalam poster yang disebarkan di media sosial, titik kumpul gerakan #GejayanMemanggul Jilid 2 dipusatkan di kampus UGM dan UIN Sunan Kalijaga mulai pukul 10.00 WIB.

Tuntutan Gejayan Memanggil Jilid 2

Dalam gerakan sebelumnya, ribuan mahasiswa dari beberapa kampus di Yogyakarta melakukan long march menuju titik kumpul di pertigaan Colombo, Gejayan, Condongcatur, Depok, Sleman. Mereka menolak UU KPK dan RKUHP.

Aksi BEM SI

Di Jakarta, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) juga kembali menggelar aksi demo hari ini.

BEM SI membebaskan setiap kampus untuk menentukan sikap. Menurut Koordinator Pusat BEM SI, Muhammad Nurdiansyah, pihaknya mempersilakan masing-masing kampus untuk hadir pada aksi Aliansi Mahasiswa Indonesia yang dilakukan di pusat atau daerah, bertepatan dengan sidang paripurna DPR.

“BEM SI sampai saat ini masih tergabung di Aliansi Mahasiswa Indonesia, yang sedari awal, mengawal gerakan tuntaskan reformasi ini. Untuk aksi 30 September, silakan masing-masing kampus dibebaskan untuk hadir,” jelas Nurdiansyah.

Arahan yang diterbitkan BEM SI ini, jelas Nurdiansyah, didasarkan pada dinamika yang terjadi dalam beberapa hari ini. Hal itu ditambah belum ada keseriusan dari pihak terkait untuk menjalankan tuntutan para mahasiswa.

“Ditambah juga dengan sikap represif aparat dan korban jiwa yang berjatuhan,” kata Nurdiansyah.

Seruan Aksi di Jakarta

Ketua BEM Universitas Indonesia (UI), Manik Marganamahendra, mengatakan pihaknya akan terus mengawal janji DPR terhadap RKUHP.

Mewakili rekan-rekan mahasiswa, Manik menegaskan akan mengawal sidang paripurna DPR yang akan kembali digelar 30 September.

Namun, langkah ini diambil setelah berkoordinasi dengan masing-masing kampus, apakah akan terus mengawal lewat aksi demonstrasi atau bentuk aksi lain.

Dia menegaskan, mahasiswa tetap akan mengawal janji DPR yang menunda pengesahan sejumlah RUU, termasuk RKUHP. (rl/suara/republika).*

 

Aksi Demonstrasi Demo Mahasiswa Gejayan Memanggil

Related Post

Leave a reply