Front Mahasiswa Tanpa Almamater Dideklarasikan di Bandung

147 views

Front Mahasiswa Tanpa Almamater

Reaktor.co.id, Bandung — Sejumlah mahasiswa Bandung mendeklarasikan wadah baru pergerakan mahasiswa bernama “Front Mahasiswa Tanpa Almamater” (Frontal) di Kampus Telkom University, Bandung, Senin (14/10/2019).

Dalam poster yang dipublikasikan di akun Instagram @mercusuarmerah disebutkan, deklarasi ini dilakukan merespons penyusupan intel terhadap diskusi publik tentang RUU KKS di Telkom University.

Disebutkan, Frontal dan United Voice mengadakan acara diskusi publik bertemakan “Kenapa RUU KKS Perlu Ditolak?” di Kampus Telkom University, Bandung, Sabtu, 12 Oktober 2019.

Mengundang pembicara dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), diskusi diikuti mahasiswa Telkom dan beberapa mahasiswa dari beberapa kampus di Bandung.

Diskusi ini dibuat untuk bertukar gagasan secara ilmiah dan memperdalam pengetahuan mengenai RUU Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) yang sampai saat ini masih mungkin menjadi UU yang nyata. RUU KKS dinilai berpotensi menjadi alat penguasa untuk menggebuk demokrasi.

“Sampai di tengah acara, 2 orang mencurigakan yang ternyata intel polisi ketahuan memotret lembar kehadiran peserta yang di dalamnya ada data kontak whatsapp para peserta diskusi. Selain itu ternyata total ada 7 intel berseragam preman yang sejak awal acara berjaga di sekitaran kampus,” tulisnya.

Sebagai respons dan sikap atas kejadian penyusupan intel yang dinilai mengganggu praktik kebebasan berkumpul dan berdiskusi dalam ruang lingkup mimbar akademik, sejumlah peserta diskusi bersepakat membentuk wadah baru perjuangan mahasiswa yang tidak eksklusif.

Deklarasi Front Mahasiswa Tanpa Almamater

Dalam deklarasi yang dilansir laman Jabar Ekspres disebutkan, dinamika pergerakan mahasiswa akhir akhir ini semakin elitis dan semakin membuat sekat, baik di antar mahasiswa (mahasiswa pejabat BEM dan mahasiswa bukan pejabat BEM) maupun di antara mahasiswa dengan rakyat (gerakan mahasiswa dan gerakan non mahasiswa; serikat buruh, tani, kaum miskin kota, pemuda dll) di tengah kebijakan pemerintah yang semakin represif terhadap rakyat dan semakin terang terangan berpihak pada kepentingan korporasi melalui berbagai regulasi dan praktiknya.

Di sisi lain, Kemenristekdikti bekerja sama dengan rektor berbagai kampus mengkondisikan agar gerakan mahasiswa makin terbelakang, mahasiswa yang baru saja berminat turun ke jalan dalam gelombang protes akhir September lalu harus kembali jadi katak dalam tempurung lagi karena ditakut takuti DO sekaligus juga karena kekurangan perangkat teori dan pengalaman untuk memahami kenyataan yang ada.

Ketika kampus semakin menutup ruang demokrasi, dengan membatasi kuantitas dan kualitas kegiatan diskusi ilmiah mahasiswa dengan melakukan pelarangan terhadap berbagai kegiatan, dan membuat mahasiswa makin tenggelam dalam eksklusifitasnya, maka kami dari Front Mahasiswa Tanpa Almamater mendeklarasikan:

  1. Menyerukan kepada semua mahasiswa di seluruh Indonesia untuk membentuk kelompok pergerakan baru yang mau berjuang bersama rakyat dan selalu mengawal tuntutan rakyat.
  2. Kami akan terus konsisten untuk terus memperjuangkan 7+1 tuntutan rakyat, semua atau tidak sama sekali!
  3. Menolak penokohan, eksklusifisme dan elitisisme gerakan mahasiswa yang ada di kampus maupun dalam skala nasional.

Kami sadar bahwa demokrasi yang krannya sempat terbuka saat reformasi makin hari terus mengalami pengeringan.

Rakyat semakin tertindas di bawah berbagai regulasi yang memiskinkan dan berpihak kepada korporasi. Produk hukum yang ada maupun yang sedang direncanakan pemerintah semuanya berada pada kepentingan korporasi: membuat makin kaya yang sudah kaya, membuat makin miskin yang sudah miskin.

Jawaban dari itu semua bukanlah eksklusifitas mahasiswa. Bukan juga berebut jabatan di kampus, ataupun proyek proyek diri sendiri yang hanya untuk kepentingan karir sendiri.

Jawaban itu semua adalah berjuang bersama rakyat! Melepaskan almamater dalam arti metafor maupun harfiah, bahwa mahasiswa juga bagian dari rakyat.

“Maka dari itu, mahasiswa harus bergabung dengan elemen rakyat tertindas lainnya! Sebab agent of change sesungguhnya bukanlah mahasiswa melainkan rakyat kaum buruh, tani, kaum miskin kota, korban penggusuran, kaum perempuan dan minoritas. Hidup rakyat! Hidup mahasiswa yang berjuang bersama rakyat!”

Demikian isi deklarasi Front Mahasiswa Tanpa Almamater.*

 

Demo Mahasiswa Front Mahasiswa Tanpa Almamater Frontal

Related Post

Leave a reply