Fantastis! Wanita Ini Punya 13 Gelar Akademik

168 views

Dunia maya dihebohkan oleh sosok Yenita. Ia adalah seorang dosen tetap Universitas Tarumanegara yang  memiliki 13 gelar akademik. Gelarnya itu terbagi menjadi 1 gelar S1, 10 gelar S2, dan 2 gelar S3.

Dr. Dr. Yenita, SE, MM, MBA, M.Si, MT, MH, M.Pd, MAK, ME, MIKOM, MMSI

Reaktor.co.id — NAMANYA singkat saja. Yenita. Tapi jangan kaget di belakang nama dosen tetap Universitas Tarumanegara (Untar), Jakarta, ini bertengger 13 gelar akademik. 13 gelar akademik yang ia miliki meliputi satu gelar sarjana S1, 10 gelar master/magister (S20, dan dua gelar doctor (S3). Jadi, namanya menjadi Dr. Dr. Yenita SE, MM, MBA, M.Si, MT, MH, M.Pd, MAK, ME, MIKOM, MMSI.

Saking banyaknya gelar akademis yang dimilikinya, tak pelak nama Yenita kini menjadi buah bibir dan perbincangan publik luas.

Ada berbagai keuntungan dan kerugian yang dihadapi lantaran semua gelar yang dimiliki itu. Dari sisi positif, Yenita mengaku bisa mengenal banyak teman dan relasi. Hal ini sangat penting untuk membangun koneksi di kemudian hari sebab mungkin ada waktunya ia membutuhkan teman dalam mewujudkan keinginan.

“Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Mungkin saya butuh pertolongan satu orang dan lainnya. Dari banyak menempuh pendidikan, koneksi dengan orang menjadi lebih besar,” kata Yenita, dikutip dari Tempo.co, 16 Agustus 2019.

Selain itu, memiliki pengetahuan luas adalah hasil positif lain yang didapat Yenita. Ia mengaku kini mampu menjawab berbagai masalah yang ada, khususnya karena sudah memiliki dasar pelajaran yang kuat.

“Setiap kajian disiplin ilmu memiliki penekanan sudut pandang yang berbeda dan mendalam. Oleh karena sudah lulus, pengetahuan saya menjadi semakin bertambah sehingga saya sekarang bisa memecahkan masalah dan pertanyaan seputar ilmu-ilmu tersebut,” terangnya.

Sayangnya, dari sisi negatif ia mengaku harus mengalami kesulitan untuk mencari pasangan hidup. Rupanya, selain karena gelar yang terlalu banyak, hal tersebut juga didasari oleh kesibukannya untuk belajar.

“Karena gelar saya terlalu banyak, laki-laki banyak yang minder dan kabur. Saya juga banyak menghabiskan waktu luang dengan belajar untuk gelar-gelar ini. Jadi tidak sempat melirik sana sini,” katanya.

Habiskan Biaya Rp 1 Milyar

Memiliki 13 gelar akademik bukan hal yang mudah bagi Yenita. Berbagai pengorbanan pun harus ia jalani, terutama pengorbanan keuangan dan waktu.

Menurut pengakuannya, orangtuanya hanya membiayai pendidikan sarjana dan satu masternya saja. Selebihnya, ia harus membiayai sendiri ke-11 gelar akademiknya. Biaya yang harus ditanggung terbilang sangat mahal, yakni sekitar Rp 1 milyar.

“Orang tua hanya membiayai S1 dan S2 saya yang pertama. Lainnya saya biaya sendiri. Kalau dihitung-hitung Rp 1 miliar,” aku Yenita.

Untuk membiayai diri sendiri itu, Yenita pun tak hanya bekerja sebagai dosen melainkan juga menjadi karyawan di beberapa perusahaan besar di Jakarta.

“Dari semua gaji saya itu, dikumpulkan untuk biaya kuliah. Saya juga menabung untuk S3 karena S3 itu butuh biaya yang besar,” katanya.

Selain menggerus kantong demi lancarnya pendidikan yang dijalani, waktu bersenang-senang pun harus direlakan. Ia mengaku sering menolak ajakan teman untuk bermain. Ia lebih memilih menggunakan waktu untuk mengerjakan tugas kuliah.

“Mau main sama teman harus mikir-mikir dulu karena bisa habis 5 jam-an untuk nonton, makan, ngobrol, dan macet di jalan, sedangkan itu bisa saya gunakan untuk mengerjakan tiga paper tugas makalah,” katanya.

Meski demikian, semua usahanya berbuah manis. Semua jejang pendidikan ia selesaikan dengan tepat waktu. Setiap jenjang master/magister ditempuh dalam waktu 1,5 tahun dan jenjang doktoral dengan waktu hanya 3 tahun. Bahkan, Yenita juga berhasil meraih predikat lulusan terbaik untuk 6 pendidikannya dan 3 kali mendapat indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00.

“Memang tidak mudah dan banyak yang harus dikorbankan. Tapi semua buahnya sangat baik. Orang tua juga mendukung jadi ini adalah hadiah juga untuk mereka,” imbuh Yenita.

Selain karena memang gemar dan cinta pada pelajaran, rupanya Yenita mengaku bahwa semua dikerjakannya lantaran keinginan untuk mengisi waktu luang. Ia juga mengatakan bahwa dirinya tak ingin melepaskan waktu libur dan saat pulang malam hari tanpa diisi oleh aktivitas yang bermanfaat.

“Saya tertarik untuk mempelajari berbagai disiplin bidang ilmu yang berbeda. Saya juga ingin memanfaatkan waktu kosong di malam hari setelah jam kantor daripada bermacet-macetan di jalan sepulang kerja, dan waktu kosong di akhir pekan untuk hal yang positif dan bermanfaat,” bebernya.

Apabila ditelusuri dari setiap gelar, Yenita ternyata lebih fokus pada ilmu sosial. Ia mengatakan pilihannya itu karena ada hubungan ilmu antar satu dan lainnya. Karena setiap ilmu memiliki penekanan sudut pandang yang berbeda, Yenita pun tertarik untuk memperdalamnya.

“Kesemuanya memberikan wawasan baru yang sangat menarik untuk dipelajari secara lebih spesifik. Oleh karena itu, saya sangat bersyukur bisa memiliki kesempatan untuk mengetahui luasan dari berbagai bidang ilmu tersebut yang memiliki karakteristiknya masing2 yang sangat unik,” katanya.

Adakah keinginan Yenita untuk menjadi guru besar dan meraih gelar akademik profesor yang sampai saat ini belum dimilikinya itu? Ia tidak menampik adanya keinginan itu Meski demikian, ia mengaku waktunya belum ditentukan apalagi butuh waktu yang lama untuk mencapai jenjang profesor tersebur.

3 Sosok Lain Pemilik Banyak Gelar Akademik

Bukan Yenita saja yang senang belajar dan mengumpulkan banyak gelar. Melansir dari berbagai sumber, ada tiga orang di Indonesia yang juga gandrung dan haus akan ilmu pengetahuan sehingga memiliki banyak gelar akademik.

  • Welin Kusuma (13 Gelar Akademik & 14 Gelar Profesi)
    Welin Kusuma adalah orang Indonesia pertama pemilik gelar akademik terbanyak. Selama hidupnya, ia telah berhasil mengumpulkan 13 gelar akademik dan 14 gelar profesi. Namanya pun menjadi Welin Kusuma ST, SE, S.Sos, SH, S.Kom, SS, SAP, S.Stat, S.Akt, S.Ikom, MT, MSM, M.Kn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, Aff.WM, BKP, QWP, CPHR, ICPM, AEPP, CBA, CMA, CPMA, CIBA.

Welin Kusuma ST, SE, S.Sos, SH, S.Kom, SS, SAP, S.Stat, S.Akt, S.Ikom, MT, MSM, M.Kn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, Aff.WM, BKP, QWP, CPHR, ICPM, AEPP, CBA, CMA, CPMA, CIBA

  • Mochammad Achsin (8 Gelar Akademik & 3 Gelar Profesi)
    Mochammad Achsin adalah dosen Ekonomi di Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Jawa Timur. Achsin memiliki 8 gelar akademik dan tiga gelar profesi, yang ia peroleh dari 3 universitas berbeda, yakni Unibraw, Univeritas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta,  dan Universitas Muhammadiyah Malang. Namanya pun menjadi Dr. Dr. Mochammad Achsin SE, SH, MM, M.Kn, M. Ec. Dev, M.Si, Ak, CA, CPA.

Dr. Dr. Mochammad Achsin SE, SH, MM, M.Kn, M. Ec. Dev, M.Si, Ak, CA, CPA

  • Franz Astani (9 Gelar Akademik & 1 Gelar Profesi)

Dr. Dr. Ir Franz Astani, SH, SpN, M.Kn, SE, MBA, MM, M.Si, CPM

Franz Astani berprofesi sebagai seorang notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) di Provinsi DKI Jakarta. Franz  juga dikenal sebagai pemilik gelar akademik yang banyak. Ia memiliki 9 gelar akademik dan satu gelar profesi. Namanya pun menjadi Dr. Dr. Ir Franz Astani, SH, SE, SpN, M.Kn, MBA, MM, M.Si, CPM.  Ia pernah dikabarkan mencalonkan diri sebagai calon Rektor Universitas Indonesia (UI) pada 2012, calon Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila (UP) pada 2012, dan peserta seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) pada 2007, 2008, dan 2011. (AF)*

 

Franz Astani gelar akademik Mochammad Achsin reaktor universitas tarumanegara Welin Kusuma

Related Post

Leave a reply