E-Commerce dan Fintech Butuh Banyak Pekerja di 2020

68 views

e-commerce fintech

Reaktor.co.id, Jakarta — Sektor industri e-commerce dan financial technology (fintech) membutuhkan banyak pekerja di tahun 2020. Sektor tersebut meliputi bisnis vertikal di bidang logistik, pembayaran (payment), kesehatan dan edukasi.

Demikian dikemukakan konsultan rekrutmen Robert Walters Indonesia.

“Proses rekrutmen pada 2020 diperkirakan akan lebih aktif dari tahun 2019. Untuk Indonesia, akan ada pertumbuhan pada e-commerce dan fintech,” ujar Country Manager Robert Walters Indonesia, Eric Mary, di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Eric menyarankan, para pencari kerja untuk memaksimalkan kemampuan (skill) mereka di machine learning (kemampuan merakit mesin yang otomatis membaca AI, big data (kemampuan mengelola algoritma data) dan artificial intelligence (AI).

“Ketika Anda menguasai skill set ini, perusahaan akan mencari Anda,” imbuhnya dilansir CNBC Indonesia.

Tech Manager Robert Walters Indonesia, Antonio Mazza, menambahkan, ada tiga jenis keahlian yang paling banyak dicari perusahaan digital, yaitu kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), mesin pembelajar (machine learning), dan big data.

“Adopsi ketiga teknologi ini memang meningkat tajam di Indonesia. Dari jenis pekerjaannya, yang paling banyak dicari yaitu software engineer, product manager, dan security related,” katanya.

Eric Mary melanjutkan, peningkatan gaji profesional di sektor digital itu selaras dengan perkembangan startup.

“Di Indonesia, digitalisasi yang terus terjadi ini akan menjadi faktor utama dalam penentuan strategi perekrutan,” kata dia.

Ia menilai, Indonesia menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang pertumbuhan ekonomi barunya paling pesat dalam lima tahun terakhir. Hal itu mendorong permintaan talenta digital di Tanah Air. Riset ini dilakukan terhadap 806 tenaga profesional selama Januari-April 019. Kandidat atau tenaga profesional yang disurvei bekerja tiga tahun lebih.

Dalam survei sebelumnya terungkap, e-Commerce dan fintech paling menarik minat investor digital.Tahun lalu, investor China paling banyak menyuntikkan modal ke sektor digital Indonesia.

Survei Google Indonesia dan AT Kearney menunjukan, investasi terhadap perusahaan rintisan di Indonesia mencapai US$ 3 miliar sepanjang Januari-Agustus 2017.

Jumlah tersebut naik 214% dari dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 1,4 miliar. Dalam survei bertajuk “The Indonesia Venture Capital Outlook 2017” yang dilakukan terhadap 25 venture capital itu, tiga sektor bisnis digital yang paling banyak didanai adalah e-commerce, financial technology (fintech), dan layanan on-demand.*

 

E-Commerce Fintech

Related Post

Leave a reply