DPD FSP LEM SPSI Banten ‘Sekolahkan’ Anggota ke Universitas Terbuka Serang

82 views

Penandatangan Mou kerja sama DPD FSP LEM SPSI banten dengan Universitas Terbuka Serang

Reaktor.co.id, Serang — Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan anggotanya, DPD FSP LEM SPSI Provinsi Banten menjalin kerja sama dengan Universitas Terbuka Serang, Banten. Sebagai wujud keseriusan, ketua DPD FSP LEM SPSI Banten, Dewa Sukma Kelana, SH, M.Kn, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU/Memorandum of Understanding) dengan Kepala UPBJJ-UT Serang, Dr. Maman Rumanta, M.Si, bertempat  di gedung Universitas Terbuka Serang, Banten, Selasa (13/8/2019).

Turut hadir menyaksikan, jajaran Manajemen UPBJJ-UT Serang, Pengurus DPP FSP LEM SPSI, dan pengurus DPD FSP LEM SPSI Banten.

Dalam sambutannya, Dewa mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kerja sama yang dibangun ini. MoU tersebut, lanjut Dewa, memberikan kesempatan luas kepada para pekerja yang bernaung di bawah DPD FSP LEM SPSI Banten untuk  meningkatkan kualitas sumber daya dirinya, dengan menimba pendidikan di jenjang strata 1 (S-2), strata 2 (S-2), dan  bahkan strata 3 (S3), dengan waktu yang fleksibel menyesuaikan jam kerja si pekerja bersangkutan.

Sementara itu, Maman Rumanta mengatakan, MoU ini dalam rangka meningkatkan hubungan kelembagaan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan serikat pekerja.

“Kami siap  membantu kelangsungan pendidikan kuliah mahasiswa yang berasal dari unsur  serikat pekerja sampai menuntaskan jenjang pendidikannya, dibantu Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT).

Kembali ke Dewa. Sekretaris DPD KSPSI Provinsi Banten ini menambahkan, inisiatif DPD FSP LEM Banten memberikan peluang bagi anggota untuk melanjutkan kuliah agar para anggota tidak berpikir bahwa nasibnya hanya dan akan selalu menjadi pekerja atau buruh.

Dengan adanya kerja sama ini, pekerja yang berniat meningkatkan kualitas SDM-nya bisa menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Dewa menegaskan, DPD FSP LEM SPSI Banten sangat ingin bahwa pendidikan anggota SP meningkat dari sebelumnya hanya lulusan SMA menjadi sarjana. Bidang pendidikan yang dipilih diserahkan kepada pekerja sesuai minatnya masing-masing.

“Jika sudah menjadi sarjana, pekerja tidak perlu takut lagi dengan ancaman PHK. Sebab, dengan kualifikasi pendidikan setingkat sarjana, pekerja tetap bisa dengan mudah mendapatkan pekerja yang lebih sesuai dan tentunya akan lebih meningkatkan kesejahteraannya,” ungkap Dewa yang mengaku berkuliah saat masih menjadi pekerja pabrik, bahkan sampai jenjang S2.

“Dengan keinginan dan tekad yang kuat, saya kuliah sambil bekerja hingga bisa menuntaskan pendidikan sampai ke jenjang S2. Nah, semangat ini ingin saya tularkan kepada seluruh anggota FSP LEM SPSI Banten. Saat mengambil S1, saya masih berstatus pekerja di pabrik produsen sendok dan garpu di Balajara Tangerang. Sedangkan jenjang S2 saya tempuh saat bekerja di pabrik peleburan besi di Cikande Serang. Dengan bekal jenjang pendidikan ini saya sekarang berprofesi sebagai advokat dan membuka kantor hukum sendiri.”

Karenanya, bagi Dewa, pekerja/buruh juga berhak maju, namun mustahil bisa meningkatkan kesejahteraanya tanpa didukung peningkatan kompetensi atau kualitas SDM-nya.  Dewa melihat sistem perkuliahan di UT relatif fleksibel dan memudahkan pekerja dari sisi waktu pembelajarannya tanpa meninggalkan kinerja sebagai pekerja/buruh.

“Dalam waktu dekat, DPD FSP LEM SPSI akan mengumpulkan pengurus untuk mensosialisasikan kemudahan kuliah ini bagi pekerja yang bernaung di serikat pekerja,” tandas Dewa Sukma. (AF)*

buruh kuliah Dewa Sukma Kelana DPD FSP LEM SPSI Banten pekerja kuliah universitas terbuka

Related Post

  1. author

    […] BACA JUGA: DPD FSP LEM SPSI Banten ‘Sekolahkan’ Anggota ke Universitas Terbuka Serang […]

Leave a reply