Dosen dan Rektor Anjurkan Mahasiswa Demo Terancam Sanksi

156 views

massa demo mahasiswa

Reaktor.co.id, Jakarta — Rektor dan dosen yang menganjurkan mahasiswanya ikut aksi demonstrasi menolak UU KPK dan RKUHP terancam sanksi.

Pasalnya, pemerintah sedang menyisir pola pergerakan aksi mahasiswa dalam beberapa hari belakangan. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir menyampaikan, sanksi akan diberikan kepada pihak dosen dan rektorat, bila terbukti mengerahkan massa mahasiswa ke lapangan.

Sanksi bagi rektor dan dosen itu bisa berupa sanksi akademik atau proses hukum lanjutan bila terjadi kerugian negara.

“Kalau dia mengerahkan ya dengan sanksi yang kita lakukan sanksi keras yang kami lakukan ada dua, bisa dalam hal ini peringatan, SP1 SP2. Kalau menyebabkan kerugian pada negara, bisa tindakan hukum. Nanti dosen rektor yang bertanggungjawab,” jelas Nasir usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Kamis (26/9/2019), dikutip Republika.

Nasir mengaku sudah meminta seluruh pimpinan perguruan tinggi di Tanah Air untuk memberi pengertian kepada mahasiswa agar lebih mengutamakan dialog ketimbang aksi kekerasan.

“Kritik saya persilakan tetapi dengan cara yang baik karena dia orang akademik. Orang yang memiliki intelektual yang baik. Oleh karena itu melalui kampus lah yang mereka bisa lakukan,” kata Nasir.

Demo Mahasiswa Surabaya

Menjelang aksi demonstrasi mahasiswa di Surabaya, Kamis (26/9/2019), sejumlah pimpinan universitas mengaku tak keberatan mahasiswanya terlibat aksi unjuk rasa.

Rektor Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) Masdar Hilmy mengatakan, secara kelembagaan, UINSA membebaskan mahasiswanya untuk menyuarakan aspirasinya.

“Saya tidak perlu mengeluarkan sikap resmi. Turun ke jalan bagi mahasiswa adalah bagian dari demokrasi. Monggo-monggo saja,” kata Masdar.

Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Universitas Airlangga (Unair), Suko Widodo, juga tidak mempermasalahkan mahasiswanya yang ingin mengikuti aksi gabungan tersebut.

Menurutnya hal itu merupakan bagian ekspresi personal mahasiswa. Unair, kata Suko juga tak mengeluarkan sikap resmi apa pun, yang bernada melarang, atau menginstruksikan kepada mahasiswa.

“Tidak ada larangan dan tidak ada instruksi. Karena itu merupakan ekspresi personal mahasiswa,” kata Suko.

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdus Salam, juga mempersilakan mahasiswanya ikut aksi. Menurutnya masyarakat kampus atau civitas akademika memiliki tanggung jawab yang sama seperti masyarakat sipil lainnya untuk menentukan nasib bangsa ini.

“Gerakan mahasiswa yang terkesan mati suri pasca -1998, sepertinya bangkit kembali. Kami yakin aksi mahasiswa kali ini murni karena ingin menagih keadilan untuk rakyat,” katanya.

Berbeda dengan sikap pimpinan kampus, salah seorang dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), David Effendi, dikabarkan mempersilakan mahasiswa untuk ikut unjuk rasa #GejayanMemanggil.

Dalam pesan WhatsApp yang beredar, David memberi nilai lebih pada mata kuliahnya. Pihak UMY membenarkannya dan mengatakan hal itu merupakan statement pribadi dosen yang bersangkutan.

Aksi Demo di Malang

Aksi Demo Mahasiswa Malang

Aksi Demo Mahasiswa Malang

Di Malang, beberapa dosen juga memberi keleluasaan mahasiswa untuk mengikuti demonstrasi. Dekan Fakultas Hukum Universitas Widyagama Malang, Purnawan Dwikora Negara, memberi izin mahasiswa demo.

“Biarkan mahasiswa mengikuti ritme dinamika sosial masyarakat,” kata Purnawan. Aktivitas perkuliahan normal tak diliburkan, mengalir secara alamiah.

Dosen mata kuliah Ekonomi Indonesia Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Yunan Syaifullah bahkan memberi tugas bagi mahasiswa yang demo berupa pembuatan konten video, foto, dan tulisan. Hasilnya diunggah di akun media sosial masing-masing.

Menurut Yunan, UU KPK dan RUU KUHP berpengaruh terhadap kondisi Indonesia sehingga mahasiswa Fakultas Ekonomi juga harus mengamati fenomena yang ada di sekitarnya, termasuk fenomena sosial seperti aksi yang berlangsung.

“Dua produk hukum ini beririsan dengan masa depan ekonomi negeri ini,” katanya.

Ajakan kepada para mahasiswa itu, kata Yunan, sebagai tanggungjawab moral dan pribadi, lantaran ilmu dan pengetahuan berpihak kepada kebenaran.

“Ilmu pengetahuan lahir dari buku, praktikum, dan laboratorium. Membaca fenomena di sekitar adalah bagian dari ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Ia menyadari tak semua dosen bersikap sama soal mahasiswa demo ini. Masing-masing lembaga, katanya, memiliki sikap yang berbeda.

Yunan menghormati sikap masing-masing perguruan tinggi. Bahkan, sejumlah pimpinan perguruan tinggi sampai mengeluarkan surat klarifikasi, seperti sejumlah pimpinan kampus di Yogyakarya yang menyatakan tidak terlibiat aksi demo mahasiswa bahkan melarang mahasiswanya turun ke jalan. (RL).*

 

Aksi Demonstrasi Demo Mahasiswa Dosen Kampus Rektor

Related Post

  1. author

    […] Dosen dan Rektor Anjurkan Mahasiswa Demo Terancam Sanksi […]

Leave a reply