Disnakertrans Jabar Bangun Pusat Layanan Pekerja Migran

389 views

Pekerja Migran

Reaktor.co.id, Bandung — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat (Disnakertrans Pemprov Jabar) akan mendirikan Gedung Pusat Layanan Pekerja Migran bernama “Jabar Migrant Service Center”.

Pusat Layanan Pekerja Migran ini akan mulai dibangun 2020 di Kawasan Leuwipanjang, Kota Bandung.

“Itu letaknya di Leuwipanjang, dekat Terminal Leuwipanjang (dulu Gedung Nalai Latihan Tenaga Kerja Luar Negeri/BLTKLN),” kata Sekretaris Disnakertrans Jabar, Agus E Hanafiah, pada acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate Bandung, Kamis (5/12/2019).

Agus mengatakan, dengan adanya Jabar Migrant Service Center, maka nantinya akan terbentuk sebuah sistem navigasi ini yang menghasilkan big data status pekerja migran asal Jabar.

“Jadi, ketika orang berangkat ke luar negeri menjadi TKI itu kadang suka terputus dengan kita. Sehingga pemerintah tidak punya kontrol. Oleh karena itu sistem navigasi ini yg paling penting bahwa kita akan terus memantau sampai sistem tracking di luar negeri bahkan sampai ke purna tugas,” kata dia.

Gedung Pusat Layanan Pekerja Migran Jabar ini bisa dikatakan sebagai tempat pelayanan satu atap terpadu bagi warga yang akan menjadi pekerja migran (TKI/TKW).

Semua layanan ada di gedung itu seperti pelayanan imigrasi atau pembuatan paspor. Selain itu, akan diberikan layanan kepada pekerja migran dimulai dari pra-rekrutmen sejak SMA/SMK.

Di dalam pra-rekrutmen, akan dilakukan penelusuran minat bakat para calon pekerja migran.

“Apabila mereka ingin menjadi pekerja migran, nanti diberikan sosialisasi, kemudian dilakukan perekrutan, pelatihan, sampai penempatan di negara tujuan. Kalau mereka selesai kontrak, kembali lagi ke Indonesia itu menjadi dalam sebuah navigasi Pemprov Jabar,” katanya.

Pihaknya memastikan, sistem pada program ini bakal menjadikan para pekerja migran asal Jabar kian mendapat perlindungan.

Berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan, perusahaan penempatan tenaga kerja tidak lagi diperbolehkan melakukan perekrutan karena perekrutan para pekerja migran nantinya akan secara langsung dilakukan pemerintah.

Simulasi dalam perekrutan tersebut berbasis digital, serupa proses perekaman e-KTP, sehingga nantinya perusahaan penempatan di negara bersangkutan akan melihat data lengkap para calon pekerja migran yang terdapat dalam sistem.

“User akan melihat di sistem, by foto, by name, by address, kemudian data kompetensi yang bersangkutan, sehingga dalam sistem digital itu proses rekrutmen dilakukan,” kata dia. (Antara)

 

Jabar Migrant Center Pekerja Migran

Related Post

Leave a reply