Disnaker Fasilitasi Warga Kota Bandung Berkarier di Jepang

99 views
Lowongan Kerja Jepang

Prefecture Aichi, Jepang (Foto clip-japan.com)

Reaktor.co.id, Bandung — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas tenaga kerja (Disnaker) memfasiltiasi warganya untuk dapat mengisi lebih dari 8.000 lowongan pekerjaan di berbagai kota di Jepang tahun 2020.

Pihak Pemkot Bandung sudah menjalin kerja sama dengan beberapa pemerintah daerah di Jepang untuk pengirimaan tenaga kerja.

“Di Jepang itu tidak hanya butuh tenaga perawat. Tapi juga butuh tenaga-tenaga keahlian lain, terutama untuk ditempatkan di industri,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung, Arief Syaifudin, Kamis (7/11/2019).

Kota Yokohama saja membutuhkan sekitar 8 ribu tenaga kerja.

Warga Bandung yang berminat bekerja di Jepang bisa mendatangi Kantor Disnaker Kota Bandung di Jalan Martanegara. Para peminat jadi pekerja migran di Jepang itu akan dibantu dan dipermudah.

Persyaratan penting yang harus dipenuhi antara lain kemampuan berbahasa Jepang. Gaji bekerja di Jepang sangat besar.

“Satu bulannya itu rata-rata gajinya lebih dari Rp10 juta,” ungkap Arief. “Mereka juga memberikan keleluasaan kepada para pekerja untuk beribadah dalam kesehariannya,” tuturnya.

Arief mengatakan, Jepang bisa dikatakan ketagihan mendapatkan tenaga kerja asal Indonesia. Alasannya cukup unik ternyata.

“Jepang itu begitu antusias melirik tenaga kerja Indonesia, jawabannya karena katanya orang Indonesia ramah-ramah,” jelasnya.

Kerja Sama Tingkatkan Kompetensi

Pemerintah Kota Bandung juga menggandeng Pemerintah Kota Toyota Jepang untuk meningkatkan kemampuan warga kota Bandung agar bisa memiliki kompetensi dan bersaing dengan tenaga kerja asing di era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN).

Menurut Arief, Kota Bandung memperoleh peluang untuk mengirimkan tenaga kerjanya ke Jepang.

“Kemarin sudah ada pertemuan dengan SMK dan perguruan tinggi, untuk menyiapkan tenaga kerja ke Jepang. Skill tidak masalah, yang penting bisa berbahasa jepang karena mereka akan mendapat pelatihan di sana,” ujar Arif.

Kota Yokohama juga membutuhkan 8.000 tenaga kerja dalam bidang industri dan otomotif. Ini merupakan peluang bagi SMK untuk mendapatkan pekerjaan di sana.

Arief mengatakan pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Disnaker Provinsi Jawa Barat, dan mendapatkan informasi bahwa Jepang juga membutuhkan tenaga kerja dalam bidang pariwisata dan konstruksi.

“Disnaker akan berupaya seoptimal mungkin dalam menurunkan angka pengangguran,” katanya dilansir laman resmi Humas Kota Bandung.*

 

Jepang Pekerja Migran

Related Post

Leave a reply