Dilarang Pakai Ambulans Puskesmas, Pria Ini Jalan Kaki Bopong Jenazah Ponakannya

311 views

Supriyadi membopong jenazah keponakan dengan berjalan kaki setelah tak bisa menggunakan jasa ambulans puskesmas

Reaktor.co.id, Tangerang – Hari itu, Jumat (23 Agustus 2019), memberikan pengalaman tak akan terlupakan bagi Supriyadi. Pria separuh baya itu terpaksa menggotong jenazah Muhamad Husen, keponakannya, berjalan kaki keluar Puskesmas Cikokol Tangerang, Banten, lantaran petugas mobil ambulas Puskesmas tersebut menolak mengantar. Alasannya, sesuai prosedur operasional standar yang ditetapkan Dinas Kesehatan Kota Tangerang, ambulans Puskesmas hanya diperuntukkan mengantar/menjemput pasien sakit.

Dengan langkah kaki tertatih dan perasaan diliputi kekecewaan, Supriyadi menggendong jenazah Husen yang terbungkus selembar kain berwarna coklat melewati jalan raya. Tak ayal, ia menjadi tontotan khalayak ramai di pusat kota itu.

Saat akan naik ke JPO (Jembatan Penyeberangan Orang), tiba-tiba seorang pengendara menghentikan laju mobilnya dan memberikan tumpangan kepada warga di Kampung Kelapa, Kelurahan Kelapa Indah, Kota Tangerang, Banten, itu.

Peristiwa ini pun membuat heboh warga kota berjulukan Kota Seribu Industri dan Jasa itu dan menjadi perbincangan netizen di media sosial.

Korban tenggelam di Sungai Cisadane

Husen adalah korban tenggelam di Sungai Cisadane. Kronologinya, Husen bersama tiga temannya Ridwan (12), Farlan (12), dan Fitria (12) bermain di pinggir Sungai Cisadane, pada Jumat (23/8/2019) sekira pukul 14.30 WIB. Lokasi bermain mereka berada persis di belakang Perumahan Taman Permata Mulia, Jalan MH Thamrin, Kota Tangerang. Husen dan Fitria sepakat untuk berenang di sungai.

Malangnya, diduga tidka bisa berenang, Fitria tenggelam. Korban Husen mencoba menolong Fitria justru ikut tenggelam bersama Fitria. Melihat hal itu, teman korban yang tidak ikut berenang lalu melapor ke warga.

Supriyadi menunjukkan foto mendiang keponakannya, M Husein

Tak berselang lama, warga datang untuk menolong Husen. Husen berhasil ditemukan warga dan langsung dibawa ke Puskesmas guna mendapatkan pertolongan medis. Sesampainya di puskesmas, naasnya, nyawa bocah berusia 8 tahun itu tak tertolong.  Husen dinyatakan petugas puskesmas telah meninggal dunia.

Sedangkan jasad Fitria berhasil ditemukan pada malam harinya setelah petugas gabungan melakukan penyisiran di lokasi kejadian.

Mendengar kabar duka itu, Supriyadi mendatangi Puskesmas namun ia hanya mendapati jasad keponakannya telah tak bernyawa. Supriyadi berinisiatif membawa pulang jenazah Husen dengan menggunakan mobil ambulan puskesmas. Namun ditolak dengan alasan bertentangan dengan SOP yang berlaku.

Hatinya sangat terpukul. Namun, karena ingin agar jenazah keponakannya bisa segera dimakamkan, Supriyadi tanpa pikir panjang lantas menggotong jenazah Husen berjalan kaki keluar puskesmas.

Menurut pengakuan Supriyadi, setelah petugas ambulans puskesmas Cikokol menolak mengantar, sebenarnya ia juga sempat  menghubungi pihak rumah sakit lain dan Pemkot Tangerang melalui Call Center 112 untuk mendapatkan pelayanan ambulans. Namun, tetap tidak mendapatkan pelayanan.

“Kami hanya kecewa dengan respon rumah sakit dan 112. Seharusnya, untuk pelayanan di rumah sakit tolong hal-hal darurat diutamakan, kalau ambulans tidak boleh dipakai, tapi tolong bantu gimana caranya agar bisa mengantarkan jenazah,” ungkap Supriyadi, dikutip dari poskotanews.

Jenazah Muhammad Husein telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikokol, Kelapa Indah, Kota Tangerang

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dr Liza Puspadewi, memberikan klarifikasi terkait insiden penolakan mobil ambulans Puskesmas Cikokol mengantar jenazah Husen.

Mengacu pada berdasarkan peraturan Kementerian Kesehatan, Liza menjelaskan, mobil ambulans di Puskesmas Cikokol hanya digunakan untuk pasien dalam kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan segera. Hal tersebut.

Di dalam mobil ambulans banyak alat medis yang harus dalam kondisi steril. Jika digunakan untuk mengantar jenazah, dikhawatirkan akan berdampak pada pasien yang nantinya menggunakan ambulans tersebut.

“Mewakili Pemkot Tangerang, saya mohon maaf kepada keluarga korban yang tenggelam,” ucap Liza. (AF)*

 

 

 

 

ambulans puskesmas puskesmas cikokol reaktor

Related Post

Leave a reply