Digantikan Robot, Pekerja Wanita Rentan Kena PHK

70 views

Robot Akan Ambil Alih 20 Juta Lapangan Pekerjaan di Tahun 2030

Reaktor.co.idPekerja/buruh wanita dua kali lebih mungkin kehilangan pekerjaan atau terkena PHK daripada pria. Pekerjaan wanita potensial digantikan robot.

Menurut hasil studi Institute for Public Policy Research (IPPR) London, hampir dua pertiga (64%) pekerja Inggris yang terkena dampak otomatisasi adalah pekerja perempuan. Itu karena perempuan lebih mungkin bekerja dalam pekerjaan ritel dan administrasi yang bisa dilakukan oleh mesin.

Dilansir New York Post, secara total, satu dari 10 pekerja wanita berisiko tinggi keluar dari pekerjaan mereka atau kena PHT karena robot. Sebaliknya, hanya empat persen pekerja pria yang berada di zona bahaya akibat kehadiran robot.

Tetapi itu tidak berarti otomatisasi harus dihentikan. Sebaliknya, Carys Roberts, kepala ekonom di IPPR dan penulis utama laporan, mengatakan pemerintah harus berbuat lebih banyak untuk meningkatkan keterampilan teknologi (high-skilled tech).

“Pemerintah perlu terlibat sepenuhnya dengan bisnis dan industri untuk mempercepat otomatisasi di ekonomi Inggris, dengan semua keuntungan yang akan dibawa,” kata Roberts.

“Tetapi pemerintah juga perlu memungkinkan perempuan yang bekerja untuk memimpin proses itu sehingga mereka tidak dirugikan lebih lanjut di tempat kerja. Pemerintah perlu bertindak untuk memastikan bahwa perempuan, baik muda maupun tua, dapat mengakses pekerjaan baru yang baik di masa depan. ”

IPPR juga menyerukan agar upah minimum di Inggris ditingkatkan.

Baca Juga: Revolusi Industri 4.0 Tantangan Serius Pekerja

Sebelumnya, laporan World Economic Forum (WEF) menyebutkan, robot dapat menggantikan hampir separuh pekerjaan.

Dirilis  The Guardian, Kamis (20/9/2018), WEF mencatat sebanyak 133 juta pekerjaan yang tercipta karena perkembangkan teknologi. Namun, 75 juta pekerjaan tersebut tidak akan dilakukan oleh manusia.

Laporan WEF ini menunjukkan , teknologi baru seperti robot, memiliki kemungkinan mengganggu dan menciptakan pekerjaan baru. Fase ini sama seperti saat adanya industri revolusi yang dimulai dengan mesin uap dan listrik.

Ketua WEF Klaus Schwab menyebut laporan tersebut bukan merupakan kesimpulan terakhir. Oleh sebab itu, laporan ini mengungkap ada tantangan mendesak bagi pekerja untuk melakukan pelatihan ulang, termasuk membuat perlindungan bagi pekerja yang kemungkinan terancam.

Laporan juga sejalan dengan sejumlah pernyataan petinggi perusahaan yang mengklaim lebih dari setengah pekerjaan di dalam perusahaannya dapat digantikan robot pada 2025. Beberapa pekerjaan yang dimaksud adalah akuntan dan layanan data kepegawaian.

Baca Juga: Robot Ambil Alih 20 Juta Pekerjaan Tahun 2030

Sebelumnya, WEF juga sempat merilis laporan dengan hasil serupa pada tahun lalu. Saat itu, laporan menyorot otomatisasi yang terjadi di sejumlah industri akan mengancam pekerja di bidang pertambangan hingga perusahaan teknologi informasi.*

 

Pekerja PHK robot

Related Post

Leave a reply