Digaji 8 Juta Per Bulan, Pekerja Migran di Hong Kong Meningkat

112 views
Pekerja Migran Indonesia Hong Kong

Hong Kong, China – September 25, 2011: Crowd of indonesian immigrant workers on sunday at Victoria Park in Hong Kong. The indonesian and philippines community are the main immigrants in the city, mostly women that work as domestic helpers and other works with a limited permit. Sunday is their day off and they come together in many places of the city like Victoria park where mainly the indonesian gather.

Reaktor.co.id, Hong Kong — Seiring dengan makin tuanya rata-rata usia warga Hong Kong, makin banyak pula diperlukan pekerja rumah tangga asing untuk mengurus kaum manula.

Dilansir BBC Indonesia, Rabu 24 Juli 2019, menurut statistik pemerintah Hong Kong, saat ini ada sekitar 340.000 pekerja rumah tangga asing di Hong Kong. Dari jumlah itu, lebih dari 95% di antara mereka adalah perempuan, mayoritas dari Indonesia dan Filipina.

Jumlah pekerja migran itu diperkirakan masih akan bertambah. Kantor Tenaga Kerja Hong Kong mengatakan, setelah 30 tahun, diperkirakan akan ada 600.000 pekerja rumah tangga asing di Hong Kong untuk mengurus keluarga atau individu yang membutuhkan.

Tahun 2012, jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong sekitar 250.000, hampir semuanya perempuan (TKW). Menurut seorang staf KJRI Hong Kong kepada Reaktor.co.id, mayoritas PMI berasal dari Jawa Timur (50%), Jawa Tengah (25%), dan 25% lagi dari wilayah lain seperti Jawa Barat dan Lampung.

Namun, data Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong mencatat, sejak 2013, jumlah pekerja migran wanita asal Indonesia pada 2017 mencapai 159.355 orang.

Buruh migran wanita Indonesia mencapai 43,1 persen dari total seluruh pekerja rumah tangga di Hong Kong yang mencapai 369.651 orang. Posisi Indonesia berada di bawah Filipina yang total pekerja wanitanya di Hong Kong mencapai 196.619 orang.

Menurut Chief of Secretaries for Labor and Welfare Bureau, Law Chi-kwong, dalam diskusi Hong Kong Economic & Trade Office (HKETO) di Hotel Fairmont Jakarta (21/1/2019), para pekerja asing, termasuk dari Indonesia, mendapat gaji mulai Rp 8 juta dan seterusnya. Sistem kenaikan gaji akan diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan keperluan para pekerja.

Dia mengatakan, selain gaji yang layak, para pekerja Indonesia juga mendapat hak yang sama seperti warga lokal di Hong Kong. Para pekerja juga menerima pelatihan sebelum keberangkatan dan saat mereka sudah tiba di Hong Kong.

“Semua pekerja di Hong Kong memiliki hak yang sama dengan warga negara Hong Kong sendiri. Mereka juga memiliki waktu libur di setiap minggu,” ungkapnya.

PMI di Hong Kong biasa menghabiskan liburnya di Victoria Park, alun-alunya Hong Kong. Karena mayoritas dari Jawa, maka Victoria Park pada hari Minggu sering disebut “Kampung Jawa”. Lokasi Victoria Park, Causewaybay, tidak jauh dari KJRI Hong Kong.

Jika PMI bermasalah dengan majikan, banyak shelter yang menjadi tempat penampungan sementara PMI hingga kasususnya selesai.*

 

Hong Kong Pekerja Migran PMI Hong Kong

Related Post

Leave a reply