Demonstrasi Dukung Revisi dan Ketua KPK Ricuh

108 views

Demonstrasi KPK

Reaktor.co.id, Jakarta — Ratusan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (13/9/2019).

Dilaporkan Kompas TV, massa merupakan pendukung Revisi Undang-Undang KPK. Mereka mendatangi gedung lembaga antirasuah di Kuningan, Jakarta Selatan, dan mengucapkan selamat atas terpilihnya Firli Bahuri sebagai Ketua KPK yang baru.

“Selamat untuk Irjen Firli dan capim KPK yang baru yang sudah terpilih,” ujar seorang orator.

Massa mengatasnamakan Himpunan Aktivis Milenial Indonesia dan Aliansi Pemuda Relawan Cinta NKRI. Mereka melakukan aksi unjuk rasa sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam aksinya massa meneriakkan dukung revisi UU KPK serta mencopot kain hitam yang sebelumnya diletakkan sebagai simbol menolak revisi UU KPK.

Saat demonstrasi berlangsung, mereka membakar karangan bunga bertuliskan dukungan dan keprihatinan terhadap KPK yang sebelumnya diletakkan massa menolak revisi UU KPK.

Massa mendadak mulai mengambil karangan bunga yang diletakkan depan gedung KPK. Mereka kemudian membakar hampir keseluruhannya.

Pihak kepolisian berupaya memadamkan api. Namun nyatanya, mereka mendapatkan perlawanan.

Massa juga memaksa masuk ke area depan Gedung KPK lantaran protes dengan penutupan logo KPK dengan kain hitam.

“Pimpinan KPK tidak punya hak untuk menutup lambang KPK,” teriak orator.

Dilansir merdeka.com, massa kemudian makin nekat melawan petugas dengan kekerasan. Bahkan mereka juga menyerang awak media yang meliput di lokasi.

“Ini serius untuk menjaga martabat KPK. Tolong pak polisi, copot. Kalau tidak mau terhadi aksi anarkisme demi menjaga marwah KPK,” kata si orator.

Selama bentrokan terjadi, salah seorang massa berhasil menyusup dan menarik kain hitam yang menutup logo KPK.

Kain hitam itu dipasang oleh Wadah Pegawai KPK sejak 8 September 2019 sebagai bentuk penolakan terhadap revisi UU KPK. Logo yang ditutup ada di depan halaman KPK, di lobi KPK, serta di atas gedung KPK.

Polisi menyebut aksi di depan gedung KPK itu berjumlah ratusan orang. Polisi juga menyebut massa berasal dari tiga aliansi dan telah mengantongi izin dari kepolisian.

Saat massa melempari Gedung KPK dengan botol, batu, dan bambu, sejumlah pegawai KPK, wartawan, dan petugas keamanan yang berada di pelataran dan lobi gedung KPK berhamburan keluar gedung.

Ketua KPK Dinilai Bermasalah

Irjen Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK periode 2019-2023 dalam voting Komisi III DPR RI. Kapolda Sumsel ini sempat dikaitkan dengan isu pelanggaran kode etik dan tuduhan penerimaan gratifikasi.

Namun, Presiden Joko Widodo menilai, tidak ada yang perlu dipersoalkan terkait lima pimpinan KPK yang baru dipilih DPR.

Dua dari lima komisioner KPK terpilih, yaitu Firli Bahuri dan Alexander Marwata, sebelumnya dianggap memiliki catatan negatif dalam pemberatasan korupsi.

“Sudah lolos panitia seleksi dan prosedurnya ada di kewenangan DPR,” kata Jokowi terkait terpilihnya Firli, dalam sesi jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Firli merupakan jenderal polisi berpangkat inspektur jenderal. Saat menjabat deputi penindakan KPK, Firli dinyatakan melanggar etik.

Pada Mei lalu, pimpinan KPK menyebut Firli bertemu eks Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi alias TGB, yang tengah kala itu tengah diselidiki dalam dugaan korupsi kepemilikan saham PT Newmont Nusa Tenggara.

Warganet di Twitter masih ramai menyoroti Ketua KPK dan Jokowi yang merestuinya. Umumnya warganet menyatakan keheranannya orang yang dinilai bermasalah bisa memimpin KPK, terlebih Firli adalah anggota Polri.

 

Aksi Demonstrasi Capim KPK Demonstrasi KPK KPK

Related Post

Leave a reply